Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Hari ini MA dan MTs. MH Troso Agendakan Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru dan Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan XII Tahun 2020-2021

Troso, MAMHTROSO.com – Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021 Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso agendakan daftar ulang untuk siswa lama dan pengumuman penerimaan peserta didik baru pagi ini, Sabtu (11/7/2020).

Sebelum agenda ini dilaksanakan, Drs. H. Nur Kholis Syam’un Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso mengumpulkan seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso di halaman madrasah. Beliau mengajak doa bersama agar semuanya diberikan keselamatan dan kemudahan. Setelah itu beliau dengan singkat memberikan informasi kepada seluruh siswa terkait agenda hari ini dan sistem pembelajaran selama beberapa minggu kedepan.

Berbeda dengan wilayah Jawa Tengah yang lain seperti Blora, Tegal, dll. mereka mulai Senin lusa sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun karena Kabupaten Jepara termasuk zona merah covid-19, maka pemerintah masih melarang siswa untuk masuk sekolah dengan pembelajaran tatap muka. Sehingga untuk sementara pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistem daring/online sampai akhir Bulan September 2020. Dan MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso berupaya untuk memberikan pembelajaran yang lebih efektif dari tahun pelajaran yang kemarin tetapi juga tidak terlalu membebani siswa dalam penggunaan kuota data internet.

Berkaitan dengan teknis pembelajaran siswa selama pandemi covid-19, MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Senin besok rencananya akan memberikan jadwal pelajaran dengan 3 mata pelajaran setiap harinya. Sebagian besar dengan teknik penugasan dan dikumpulkan secara tertulis ke madrasah 1 minggu sekali atau dua kali. Tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker dan mencuci tangan.

Hari ini akan diumumkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020, bagi siswa yang diterima di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Senin (13/7/2020) lusa harus membayar daftar ulang sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Daftar ulang ini untuk membayar SPP selama 2 bulan (Juli dan Agustus), membayar LKS, dan alat kebersihan untuk masing-masing kelas.

Sementara untuk siswa Kelas XI dan XII hari ini daftar ulang dan pembagian buku PAI. Dan pada Senin lusa akan diagendakan untuk pembagian kelas baru, pembagian LKS, dan pembentukan kepengurusan kelas dengan wali kelas yang baru. (Syah)

Melihat Peluang di Tengah Masalah

MAMHTROSO.COM -- Alkisah pada abad ke-19 di Negeri Tiongkok, Toko Buah Yu di Shanghai kulakan nanas dari perkebunan di tetangga desa. Karena menempuh perjalanan yang cukup jauh, sebagian nanas ada yang mulai membusuk dan tidak bisa dijual. Nanas-nanas tersebut dibuang dan ditumpuk begitu saja di sudut depan toko mereka.

Di seberang Toko Buah Yu, tinggallah sepasang suami istri yang miskin. Melihat tumpukan sampah nenas, mereka meminta izin memungut nanas-nanas itu dan kemudian mengupasnya dengan teliti, memilih bagian yang masih baik, memotongnya kecil-kecil, diberi sedikit bumbu dan kemudian menjualnya. Ternyata, dagangan itu laris manis.

Karena menghasilkan uang, suami istri tersebut meminta ijin membeli nanas yang tidak terjual. Pemilik Toko Buah Yu menyambut dengan senang hati dan menjualnya dengan harga sangat murah.Pasangan suami istri itu, memulai usaha kecilnya dengan tekun. Selain berkeliling memasarkan, mereka jg membuka kios sederhana di depan rumah. Setelah itu, mereka melakukan pengembangan produk dengan membuat camilan dodol nanas. Siapa sangka, dodol nanas buatan mereka sangat disukai penduduk setempat. Malahan nantinya dodol nanas menjadi makanan khas daerah Tiongkok Selatan dan bahkan dikenal sampai ke kerajaan.

Pemilik Toko Buah Yu pun iri atas keberhasilan bisnis suami istri yang tinggal di depan tokonya. Nanas dari tokonya yang tidak bisa dijual lagi malah menghasilkan uang lebih banyak darinya. Maka suatu malam, Tuan Yu menulis tiga aksara : 天知道 (Tian Zhi Dao)/ “Langit Tahu” di sehelai kertas, lalu menempelnya di pintu toko kue dodol nanas.

Esok harinya, suami istri tersebut kaget melihat tulisan itu, dan tahu kalau ada orang yang ingin merusak bisnis mereka. Tiba-tiba timbul ide. Sang suami tertawa dan berucap lantang, “Saya kebetulan sedang mencari nama toko, dan hari ini ada orang yang menuliskan nama toko dan mengirimnya ke depan pintu. Bagus sekali!” Katanya lagi, “Kaisar sendiri, pernah memakan dodol nanas dari tokoku. Kaisar adalah Putra Langit di masa ini, jadi memang sudah seharusnya kalau memakai nama 天知道 (Tian Zhi Dao)!” Tulisan nama yang dianggap restu dari langit, mengakibatkan bisnis kue dodol nanas ini menjadi semakin melejit.

Tuan Yu bukan main berangnya. Suatu malam, dia melukis di dinding toko itu seekor kura-kura yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung dan tulisan, “Tidak tahu malu!”

Keesokan harinya, melihat lukisan kura-kura ini, sepasang suami istri itu terdiam, namun sejenak kemudian sang istri berucap, “Mari kita gunakan kura-kura sebagai logo produk. Kue dodol nanas memang dapat menyembuhkan batuk dan memperpanjang usia. Sementara kura-kura adalah hewan yang panjang usianya.” Sejak saat itu, logo kura-kura menjadi logo yang terkenal di Shanghai.

Pembaca yang Luar Biasa,

Di kehidupan ini, persaingan bisa terjadi di mana pun dan oleh siapa pun. Tetapi, bagi orang-orang kreatif, tekun dan bijaksana, mereka mampu melihat dan mengubah sebuah masalah menjadi peluang dan akhirnya menjadikannya sebagai berkah.

Mari selalu meningkatkan kualitas diri. Karena produk yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri, yang akan menciptakan berbagai macam inovasi hingga sukses.

https://andriewongso.com/melihat-peluang-di-tengah-masalah/

Setiap Butir Debu Kedhaliman

Yang menganiaya martabat sesama manusia
Yang menginjak-injak harga diri saudara sebangsanya
Yang fitnah dan kebusukan ia lempar dan sebarkan
Hingga merusak persaudaraan dan kedamaian

Yang melakukan keburukan dan kekejaman
Atas perbuatan baik manusia lainnya
Yang melakukan penghinaan dan pembrutalan
Atas nilai-nilai yang firman Tuhan acuannya

Yang menunggangi amal saleh hamba Allah
Untuk menyebarkan kemudlaratan dan lawwamah
Yang memanfaatkan karya kebaikan hamba Tuhan
Untuk menumpuk keuntungan keduniaan

Yang mencuri hak milik sesama manusia
Dan menjualnya demi menghimpun laba dunia
Yang meminjam mulut kejujuran saudaranya
Dijadikan senjata untuk permusuhannya

Para penghina kebaikan dan pembusuk kemuliaan
Para raja tega kepada sesama warga sebuah bangsa
Para pelaku kekejaman dan penyebar kebusukan
Atas niat suci sesama penduduk senegerinya

Para penyembah berhala dan pembela kecurangan
Para penghancur akal sehat dan kemurnian jiwa
Yang kepada Tuhan pencipta keutamaan manusia
Melecehkannya dengan kelakuan hewan

Hari akan tiba, mereka putus harapan dan putus asa
Karena ditusuk luka sampai ke kedalaman jiwanya
Sakit mengerang berkepanjangan tanpa ada ujungnya
Berdampak sengsara pada anak istri beserta keluarganya

Sampah membusuk dan mengendap di perutnya
Bara api memanggang seantero ruang dalam dadanya
Ke manapun pergi terantuk kakinya dan terganjal jalannya
Setiap pembangunan menjelma kehancuran dalam hidupnya

Takkan bisa ia menghindar karena langit yang merundungnya
Takkan reda seribu pedang menusuk-nusuk tubuh dan sukmanya
Tak kunjung beranjak gunung-gunung menindih takdirnya
Sebelum orang-orang yang dianiaya memaafkannya

Jangan bilang tidak kepada kepastian terjadinya
Jangan gagah menyangka Tuhan mengingkari janji-Nya
Detik demi detik hari demi hari digulirkan oleh-Nya
Tunggulah lecutan cambuk “shaihatan wahidah

Setiap butir debu kedhaliman, kekejaman dan aniaya
Selalu sudah tersedia jodoh-jodohnya
Ialah takdir buruk yang mencegat di hari esoknya
Sedangkan di akhirat sudah menganga luapan api neraka

Waman ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarah
Wama romaita idz romaita walakinnallaha rama
Wamakaru wamakarallah wallahu Khoirul Makirin
Innahum yakiduna kaida wa Akidu kaida

https://www.caknun.com/2020/setiap-butir-debu-kedhaliman/

Pembagian Berkas Kelulusan Siswa Kelas XII MA MH Troso Tahun 2019-2020 Dilaksanakan Dengan Singkat

Troso, MAMHTROSO.com – Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara Tahun 2019-2020 menerima berkas kelulusan pagi ini, Jum’at (10/7/2019). Berkas kelulusan tersebut terdiri dari Ijazah sementara, Sertifikat UAMBN, Syahadah, Certivicate, Piagam Tata Boga, Piagam Tata Busana, Piagam Komputer, Piagam Pengurus OSIS dan Pramuka, Sertifikat Kelompok Kajian Kitab Kuning, Raport, dan CD Foto.

Sangat berbeda dengan pada tahun-tahun sebelumnya, di masa pandemi Covid 19 ini tidak bisa menyelenggarakan Perpisahan atau Muwadda’ah dengan mengundang orang tua wali dan siswa. Kali ini acara perpisahan hanya membagikan dokumen kelulusan dengan singkat dan cepat. Dan sesuai protokol kesehatan, siswa Kelas XII yang hadir untuk mengambil dokumen kelulusan ini diwajibkan untuk memakai masker dan mencuci tangan.

Dengan singkat Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso menyampaikan pesan kepada siswa-siswinya. Pertama, beliau mengajak berdoa bersama siswa-siswi untuk keluarga. Sekaligus mendoakan Bapak H. Abdullah Handiq semoga diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas sebagaimana biasanya. Beliau adalah ayahanda dari salah satu guru Fetty Amalia, S.E. dan juga salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Kedua, berdoa untuk situasi sekarang ini yang semakin menakutkan. Semoga covid-19 ini segera hilang dari Desa Troso, Jepara, Indonesia dan secara umum di dunia. Ketiga, semoga perekonomian yang terdampak karena virus ini segera dipulihkan oleh Allah. Dengan membaca Surat Yasin ayat 58, “Salamun Qoulam Mirrobbirrohim” 11 kali dan “Allahumma antassalam”.

Pesan pertama dari Kepala Madrasah untuk siswa yang pertama adalah selalu pegang pancajiwa. Yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, penolong, dan ukhuwah islamiyah. Karena dalam hidup tidak semua dikalkulasi dengan uang. Semuanya harus dikembalikan kepada Allah. Uang hanya implikasi, penting tetapi tidak segalanya. Selalu hidup dengan kesederhanaan, dandanan dan make-up jangan terlalu berlebihan. Kemandirian itu penting, bekerja untuk membiayai diri sendiri itu manusia hebat, jangan hanya selalu membebani dan menuntut orang tua. Berusah selalu menjadi penolong, jangan hanya selalu berterima kasih, tetapi harus selalu berusaha mendapatkan ucapan terima kasih dari orang lain. Dan jadilah manusia yang tidak mudah tersinggung atau tempramental untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah antar saudara dan teman. Dari pancajiwa inilah yang akan menjadikan pribadi-pribadi mutiara. Bergerak karena Allah, dan motivasi semuanya adalah ibadah.

Kedua, beliau juga berpesan agar seluruh lulusan Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso menjadi corong-corong, baliho, banner, spanduk, brosur madrasah. Dengan mentalitas dan sikap yang baik hidup di tengah-tengah masyarakat. Tidak malah jadi provokator dengan menabur dosa pada diri sendiri, guru dan madrasah. Menjadi manusia yang fanatis dalam arti positif dengan agama dan madrasah.

“Jika ada siswa tamat Aliyah, tetapi pacaran dan bahkan sampai berzina, berarti dia adalah SAMPAH. Termasuk foto-foto prewedding padahal belum sah menjadi suami istri tetapi sudah berpegang-pegangan, dll. itu HARAM”, tegasnya. Beliau ingin suatu saat nanti mendengar suara-suara keindahan, peran dan sikap yang baik, prestasi dan menjadi manusia yang berguna dari para alumni. Tidak malah mendengar suara-suara yang buruk dengan pergaulan bebas yang sudah menjalar di kalangan remaja saat ini.

Berkaitan dengan piknik, madrasah seperti tersandra oleh siswa dan biro perjalanan. Karena madrasah sudah membayar DP 30 juta ke biro untuk dibelikan voucher Ancol. Piknik pasti akan diberangkatkan tetapi belum tahun kapan dan mudah-mudahan secepatnya. Agar siswa semuanya paham dan tidak muncul fitnah nantinya.

Terakhir, siswa dengan guru bermushofahah dan pembagian berkas kelulusan. Siswa yang belum lunas administasi dan yang tertunda kelulusannya karena sikap, maka harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Yang belum lunas tentunya harus membayar, dan yang bermasalah dengan sikap harus membaca alqur’an sampai khatam. Karena ketika meninggalkan madrasah semuanya harus dalam keadaan bersih. Tidak ada tanggungan apapun yang masih menjadi hambatan dalam keberkahan. (Syah)

Berlangganan RSS feed