Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Pesan Presiden Sri Lanka saat Perayaan Maulid Nabi

MAMHTROSO.COM -- Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk merefleksikan ajaran Nabi sehingga dunia menjadi lebih baik.

"Ajaran Nabi Muhammad didasarkan pada konsep mulia kesetaraan bahwa satu orang tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain oleh ras, kasta atau warna. Setiap manusia memiliki hak yang sama, menurut Nabi,"ujar dia dilansir di dailynews, Sabtu (9/11).

Nabi menentang eksploitasi manusia untuk bekerja dan berjuang demi kebebasan budak. Dia mengatakan para pekerja harus diberikan upah mereka bahkan sebelum keringat mereka mengering.

“Cara Nabi Muhammad berkontribusi terhadap nilai-nilai kemanusiaan selama masakonflik memang patut dicontoh bagi kita semua. Pada hari ulang tahun Nabi Suci ini, saya sungguh berharap bahwa visi Nabi, yang membawa pesan cinta universal untuk semua makhluk akan membimbing kita semua dalam usaha kita sehari-hari.

Sirisena juga menyampaikan rasa hormat dan harapan baik kepada semua umat Islam di Sri Lanka dan dunia pada kesempatan penting ini.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0p9ps313/pesan-presiden-sri-lanka-saat-perayaan-maulid-nabi

 

Klinik Tauhid

MAMHTROSO.COM -- Masjid megah mudah dijumpai di mana-mana hari ini. Di banyak acara, ceramah pengajian lumrah menjadi sisipan. Pun demikian dengan fenomena hijrah, kini menjadi tren yang begitu menyorot perhatian. Tugas selanjutnya adalah bagaimana menelisik kemajuan-kemajuan tersebut, agar jangan sampai menjadi sebatas peristiwa simbolik, melainkan menjadi peristiwa yang betul-betul kentara manfaatnya.

Kenapa tugas menelisik itu menjadi penting? Sebab sepertinya sebagai masyarakat kita tidak bergerak dari problematika yang begitu-begitu saja dari belasan tahun yang lalu. Duel identitas, tawuran narasi dan lain-lain sehingga meskipun Pancasila kita gembor-gemborkan setiap hari, tetapi Keadilan Sosial nampak masih jauh panggang dari api.

Menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut nampak tidak sesederhana menemukan rumusan metode sosial baru. Sebagai bangsa berketuhanan, masing-masing atau secara bersama-sama perlu menelisik sampai ke akar masalah, yakni bagaimana bentuk dialog batin dengan Tuhan yang menjadi motivasi dari seluruh tindakan dan keputusan kita.

https://www.caknun.com/2019/klinik-tauhid/

Manusia Bermanfaat

MAMHTROSO.COM -- Kelemahan manusia yang paling mendasar dan yang menyebabkannya terlempar ke dalam derajat yang paling rendah (asfala safilin) adalah "kepicikan" dan "kesempitan" akal pikirannya.

Alquran secara terus-menerus menyebutkan kelemahan ini dalam berbagai bentuk dan konteks yang berbeda. Baik kesombongan, mementingkan diri sendiri, maupun sering menampakkan ketamakan pada dasarnya adalah karena kelemahan aspek pikir tersebut.

Oleh karena itu, Alquran mengingatkan kita untuk menggunakan kemampuan inteligensia dan hati nurani (QS al-Hajj [22]: 46) agar bisa menyelamatkan diri dari derajat asfala safilin dan kembali kepada derajat fi ahsani at-taqwim—manusia yang dimuliakan Tuhan karena me miliki mental yang tangguh ketika men jalani kehidupan ini.

Kelemahan lain manusia yakni mudah melupakan Tuhan pada saat mendapatkan nikmat dan kejayaan. Namun, jika tertimpa musibah dan kesulitan, dia menunduk dan meratap di hadapan Tuhan (QS Yunus [10]: 12).

Kecenderungan melupakan Tuhan itulah yang banyak meng akibat kan kita seolah melupakan hakikat diri sebagai seorang hamba yang ti dak dapat lepas dari peran eksis ten sial Tuhan. Jika saja manusia terlepas dari Tuhan, ia akan mengalami frag men tasi eksistensial atau keter pe cah an kepribadian (split of personality).

Akibatnya, ia tidak dapat mem bedakan realitas kehidupan yang mes ti dijadikan sebagai wahana men cip takan optimisme hidup. Karena itulah, Alquran juga meng ingatkan manusia untuk tidak sekalikali melupakan Tuhannya sebab Dia akan membuat manusia lupa akan dirinya sendiri (QS al-Hasyr [59]: 19).

Namun, Tuhan memberikan pengharapan dan optimisme kepada manusia bahwa di dalam menempuh kesulitan tersebut ia akan menda pat kan jalan kemudahan (QS Alam Nasrah [94]: 5-6), asalkan menjalani tiga persyaratan, yaitu: a'tha (memberikan sebagian hartanya di jalan Allah), attaqa (bertakwa), dan mem benar kan adanya pahala yang terbaik (shaddaqa bil husna) (QS al-Lail [92]: 5-7).

Secara definitif, a'tha adalah sikap mau menolong sesama manusia yang kurang beruntung. At-taqa adalah sikap sadar bahwa Allah selalu mengawasi. Shaddaqa bil husna adalah mem benarkan adanya pahala yang terbaik dari-Nya sehing ga mendorong manusia berkompetisi dalam menciptakan kekaryaan yang terbaik (fastabiq al-khairat).

Dengan demikian, baik sikap a'tha, at-taqa, maupun shaddaqa bil husna akan mengantarkan manusia kepada kemudahan dalam meng hadapi kesusahan dan ujian dalam proses menjalani ke hidupannya. Wallahua'lam bishshawwab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0gdsf313/manusia-bermanfaat

 

Rahasia Isya dan Subuh yang Perlu Diketahui

MAMHTROSO.COM -- Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) setengah malam, dan barang siapa shalat Subuh secara berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) semalam penuh." (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Hadis ini memberi informasi kepada umat Islam bahwa orang yang shalat Isya dan Subuh berjamaah akan mendapat pahala seperti orang shalat sunah satu malam penuh. Separuh malam pertama dari pahala shalat Isya berjamaah dan separuh malam kedua (terakhir) dari pahala shalat Subuh berjamaah.

Pahala shalat sunah satu malam penuh di sini artinya ganjaran shalat sunah tanpa henti yang dilakukan seseorang sejak shalat Maghrib sampai datang waktu Subuh, tanpa istirahat, tanpa zikir di sela-sela shalat, tanpa berhenti untuk ke kamar mandi, tanpa makan dan minum, tanpa tidur, dan tanpa hal-hal lain di luar shalat sunah.

Bisa kita bayangkan, betapa beratnya mempraktikkan shalat sunah estafet seperti ini jika kita harus benar-benar melakukannya. Jangankan melakukannya, membayangkannya saja kita sudah geleng-geleng kepala. Tetapi, dengan mudah, Allah SWT memberikannya kepada orang yang hanya meluangkan waktu 10 sampai 20 menit untuk shalat Isya dan shalat Subuh berjamaah.

Pahala seperti ini Allah berikan kepada orang yang hanya melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah, meskipun seumpama setelah selesai shalat Isya berjamaah orang itu tidur sampai datang waktu shalat Subuh dan tidak melakukan shalat sunah sama sekali. Lain halnya, jika seandainya orang itu masih bangun malam dan shalat sunah Tahajud, pahala yang akan ia peroleh akan menjadi beberapa kali lipat.

Pertanyaannya, mengapa Allah SWT menjanjikan pahala yang fantastis untuk orang yang melakukan shalat Isya dan Subuh berjamaah? Jawabannya tidak lain karena kedua shalat ini merupakan bukti kekuatan iman seseorang sehingga pantas ketika kedua shalat ini menjadi shalat terberat bagi orang-orang munafik.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Shalat terberat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang Allah siapkan dalam kedua shalat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir shalat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka." (HR Muslim).

Seandainya umat Islam mengetahui keutamaan shalat Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan datang berbondong-bondong menuju masjid-masjid terdekat. Tidak hanya yang berjalan normal, yang harus meminta bantuan orang lain pun pasti akan mendatanginya. Bahkan, dengan cara merangkak pun pasti akan mereka lakukan. Ini semua demi mengejar keistimewaan shalat Isya dan Subuh berjamaah yang pahalanya sama dengan shalat sunah satu malam penuh.

Gerakan shalat Subuh berjamaah yang sedang digalakkan oleh umat Islam Indonesia merupakan bagian dari cara mendapat keutamaan tersebut. Dan waktu Subuh merupakan waktu terbaik untuk memulai perbuatan baik.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0l7c3313/rahasia-isya-dan-subuh-yang-perlu-diketahui

 

Berlangganan RSS feed