Masuk

Kamus Hidup Zaenab

Bias jingga sang mentari mewarnai langit, memberi kesejukan bagi siapa saja yang manghirupnya. Pagi itu, Zaenab gadis dewasa berumur 21 tahun tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dua minggu lalu, Zaenab yang sekolah di SMA Pratiwi telah selesai mengikuti Ujian Nasional (UN). Namun karena kemampuan yang terbatas. Keberuntungan belum berpihak pada Zaenab.


Seperti anak kecil yang baru belajar berjalan. Zaenab tak  pernah putus asa. Baginya hidup adalah perjuangan. Tak peduli ia berasal dari keluarga miskin dan bodoh. Asalkan mau berusaha pasti akan menuai hasil.

Alam tersenyum riang. Seakan memberi kabar baik pada Zaenab. Dengan percaya diri, Zaenab menuju papan penggumuman di sekolahnya. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang memangilnya.   

“ Zaenab!! ngapain kamu ke sekolah palingan juga nggak lulus mending kamu ikut bapak kamu aja narik agkot!” Cela Novita, teman sekelas Zaenab.                                              
“ Aku kan juga punya cita-cita Nov, “ Kata Zaenab lirih.
“ Cita-cita apaan jadi tukang agkot  Ha….Ha…”

Tiba-tiba datang Aryani dengan pacarnya Firman. Teman yang selama ini membantu Zaenab. “ Heh… kalau mau ngomel di pasar jangan disini” Bentah Aryani.
“Iya..iya kalian urus deh teman kalian itu biar nggak cupu lagi! “ Novita pun maninggalkan Zaenab, Aryani, dan Firman.

“ Sabar ya.. Zaenab kamu eg cupu kok. Oh..iya aku punya kabar baik lo, buat kamu “ Tutur Aryani menenagkan Zaenab.
“ Kabar baik apa Ar,”
“ Zaenab kanu lulus !!!” Sahut Firman.

Berita tersebut tak membuat Zaenab bahagia. Zaenab malah menangis di pelukan Aryani. “ Tapi tetap saja aku cupu kan Ar,…..” Teriak Zaenab.

Aryani adalah satu-satunya teman yang baik pada Zaenab. Tak hanya parasnya yang cantik. Kelembutan hatinya, membuat Aryani tak pilih-pilih dalam mencari teman. Tak heran jika Firman, cowok gantrng yang pernah memnjabat sebagai ketua OSIS. Jatuh cinta padanya.


“ Ok! Kalau gitu kalian ikut saya sekarang “
“ Kemana Fir? “ Tanya Aryani.
“ Nemenin aku nemuin kakak ku di mall”

Sempai mereka di mall. Firman malah mengajak Aryani dan Zaenab ke tempat yang tak merka duga. Salon….. ya salon adalah solusi terbaik buat Zaenab.
“ kamu mau Make over Zaenab? “

Firman menjawab pertanyaan Aryani dengan saenyum. Ia pun meminta petugas salon yang sudah dikenalnya. Untuk merubah penampilan Zaenab.  
Kali ini Zaenab yang tak mengerti apa-apa hanya menurut.

Dua jam lebih Aryani dan Firman manuggu Zaenab. Layaknya anak muda yang sedang dimabuk asmara. Mereka bercanda gurau bersama. Namun ketika Zaenab datang mereka malah terkejut.

Matanya begitu bersinar di balik kaca mata kecil yang lucu. Bibirnya merah merona tersenyum mesra. Rambutnya terurai panjang Dengan gaya Jepang, menambah keelokan wajahnya.  Kini Zaenab bukan lagi gadis cupu yang berkacamata tebal berabut ikat dua.

“Fir, sorry ya? Jalanan macet “ Ucap Faizal, kakak Firman.

Firman baru tersadar saat kakaknya datang. Seperti pernah mengenal Zaenab, Faizal mengerutkan dahinya. Ia pun memandangi Zaenab. “ Kamu gadis yang pernah membantu saya membenarkan ban mobil kan? “

Zaenab hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Faisal sendiri memberikan senyuman terbaiknya. Saat Zaenab memberanikan diri mengangkat kepalanya. Tersirat getar-getar cinta dari keduanya.

Cinta tak kenal rupa. Cinta tak kenal harta. Namun ketulusan hati diperjuangkan oleh cinta. Dan cintalah mengajarkan orang bodoh jadi berguna. Karena tak ada sesuatu yang sia-sia aalagi ilmu dan cinta.

 

Saidah XI IPS

Terakhir diperbarui pada Jumat, 21 Januari 2011 19:53

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.