Masuk

HIV, the Scary Monster


Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini bagaikan monster mengerikan yang perlahan-lahan menggerogoti tubuh manusia. Sedikit demi sedikit imun manusia yang terinfeksi virus ini akan melemah. Ia mudah diserang berbagai penyakit, bahkan penyakit ringan akan menjadi penyakit berat yang sukar disembuhkan.

Pada awalnya orang yang mengidap penyakit AIDS terlihat sehat-sehat saja, hingga sampai masanya, sekitar 2-10 tahun virus HIV ini akan menghancurkan sebagian besar atau seluruh sistem kekebalan tubuh. Sehingga mulai tampak adanya infeksi oportunistis. Seperti radang paru-paru, TBC, penyakit saraf, penyakit saluran pencernaan, kanker, dan lain-lain.

Penyakit ini sulit disembuhkan , umumnya jika keadaan penderita semakin memburuk, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian.

Jika Anda berfikir, Alhamdulillah hari ini Anda baik-baik saja, sehat wal afiat. Belum tentu di dalam tubuh Anda tepatnya di sel darah tidak terdapat virus HIV. Walaupun Anda terlihat baik-baik saja, bisa saja HIV yang tersembunyi di dalam tubuh Anda sedang menyusun rencana untuk menyabotase tubuh Anda.

Coba sekarang Anda ingat-ingat lagi apakah Anda pernah melakukan sesuatu yang berisiko bagi Anda untuk tertular HIV? Jikalau Anda ragu , ada baiknya bagi Anda untuk melakukan tes uji darah ke laboratorium fasilitas kesehatan terdekat yang mempunyai sarana tes viral load atau tes CD4. Tes viral load berguna untuk mengetahui jumlah virus HIV dalam tubuh seseorang, sedangkan tes CD4 bertujuan untuk mengetahui jumlah sel CD4. Sel CD4 adalah sel darah putih yang diserang oleh HIV.

Jikalau menurut keterangan dokter Anda positif mengidap penyakit AIDS, setidaknya Anda masih mempunyai waktu yang cukup untuk menebus hidup yang telah Anda sia-siakan.

Ada juga solusi untuk memperlambat kegiatan HIV untuk menyabotase sel-sel Anda yang masih sehat, yaitu dengan rutin melakukan terapi Antiretroviral (ARV). (Arsalia Arabella - XII IPA)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 03 Desember 2011 09:47
Lebih lanjut dalam kategori ini: « Asal-Usul HIV/AIDS Guru »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.