Masuk

Jerih Payah Sang Petani


ayam berkokok....
pagipun lahir kembali
mengantarkan petani pergi ke sawah....
tak lupa cangkul tersandarkan di pundak
yang setia menemani....
menanam benih-benih padi....
meski hujan mengguyurmu....
meski panas mentari menusuk tulang....
semua itu....
tak kau hiraukan
biarpun engkau tak dilihat....
biarpun engkau tak diminat....
engkau turut berpengaruh....
kesejahteraan negeri ini
berkat kau....
kita bisa memakan nasi
terima kasih petani

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Perang Iman 2012 Pertanian dan Cuaca Ekstrim »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.