Masuk

Tukang Tambal Ban Naik Haji

Pak Amin adalah ayah tiga anak dari keluarga tidak mampu. Beliau tinggal di perkampungan yang letaknya sangat terpencil dari kota, yaitu di pelosok desa dekat hutan. Setiap hari beliau bekerja untuk menafkahi anak istrinya yaitu dengan menjadi tukang tambal ban. Pendapatan beliau kadang cukup dan kadang-kadang kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dengan karunia 3 anak, Pak Amin senantiasa membanting tulang untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Anak pertama duduk di bangku Aliyah dan yang nomor dua duduk di bangku MI, sedangkan yang bungsu masih belia.

Disuatu malam setelah maghrib, beliau tertidur karena capek seharian bekerja. Beliau bermimpi naik haji bersama istrinya, ketika asyik bermimpi ia dibangunkan istrinya karena belum sholat Isya'. Setelah sholat Isya' beliau melaksakan sholat tahajud dan sesudah itu beliau berdo'a " Ya Allah, jadikanlah mimpiku tadi menjadi kenyataan Ya Allah......., sehingga hamba-Mu ini bisa menjalankan syariat-Mu yaitu haji ke tanah suci. Amin..!".

Disuatu siang ada orang yang ban mobilnya bocor di tengah perjalanan. Kemudian ia melihat ada tempat tambal ban yaitu milik Pak Amin. Lalu orang tersebut mendatangi rumah Pak Amin untuk meminta tolong menambal ban mobilnya yang bocor. Setelah selesai, karena saking terburu-buru orang tersebut langsung pergi dan tanpa membayar kepada Pak Amin. Akhirnya orang itu sampai di tujuan, ternyata ia mendapat hadiah dari Bank sebesar 2 Milyard. Ketika mengambil hadiah tersebut orang itu baru teringat bahwa ia belum membayar uang Pak Amin.

Selang beberapa hari orang tersebut mendatangi rumah Pak Amin. Orang tersebut berkata " Pak, saya adalah orang yang Anda tolong pada waktu ban mobil saya bocor, dan saya bocor lupa membayar pada waktu itu. Berkat bantuan Anda, saya  bisa mendapatkan hadiah 2 Milyard. Untuk itu saya akan membahas pertolongan Anda dengan Membiayai Haji Anda dan istri Anda." Akhirnya do'a Pak Amin terkabulkan dan beliau dapat melaksanakan ibadah haji dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

Sesampainya pulang dari haji, kehidupan beliau menjadi lebih baik dan usaha beliau menjadi lebih sukses. Awal mulanya berwirausaha sebagai tukang tambal ban sekarang telah menjadi pemilik perusahaan ban yang terkenal. Ketika di ruang kerja, Pak Amin teringat akan masa lalunya yang sangat  menderita. Ia tersenyum sendiri saat mengingatnya. Lalu datanglah istrinya yang meminta Beliau untuk menambal ban sepeda anak bungsu mereka.

Lebih lanjut dalam kategori ini: « HIKMAH HAJI DZULHIJJAH BULAN MULIA »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.