Masuk

Cahaya Dzulhijjah

Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat dua event keislaman yakni ibadah haji serta hari raya Idul Adha. Haji merupakan perjalanan ibadah Haji seorang muslim sebagai penyempurna rukun Islam yang ke-5. Rangkaian ibadah haji dimulai dari wukuf di padang Arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga thowaf wada'. Ibadah Haji hanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah lain halnya dengan umrah yang boleh dilaksanakan kapan saja.

Dengan melaksanakan ibadah haji, seorang muslim akan melihat betapa Maha Besar Allah dengan menciptakan segala yang terhampar di bumi tanpa ada cacat sedikitpun termasuk salah satunya adalah bagian dari tujuh keajaiban dunia yaitu Kakbah. Sehingga mereka tersentuh hatinya untuk menjadi orang yang lebih bertaqwa kepada Allah SWT.

Selain ibadah haji, adapula hari raya Idul Adha. Tradisi pada hari raya ini adalah menyembelih hewan ternak seperti kambing, kerbau, sapi, dan unta. Tradisi ini dekenal dengan sebutan kurban. Hewan kurban ini dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan yakni fakir dan miskin, selebihnya untuk tetangga serta keluarga dekat. Daging dibagikan dalam keadaan mentah karena begitulah sunnahnya.

Kurban ini mempunyai nilai sosial. Sekarang in, banyak masyarakat Indonesia yang hidup dalam kekurangan bahkan untuk membeli segumpal dagingpun tidak mampu. Nah, dengan adanya kurban maka seorang muslim yang mampu dalam kehidupan ekonomi akan menyembelih hewan kurban kemudian membagikan kepada mereka yang membutuhkan. Sehingga masyarakat yang kurang mampu akan merasakan keberkahan hari raya dengan mendapatkan sebagian rizki (daging) yang meringankan bebannya dan menyenangkan hatinya. Inilah dua cahaya terang dzulhijjah.

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Nabi Ismail HIKMAH HAJI »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.