Masuk

Pahlawan? Tak perlu dikenang!

Oleh Liya Shinta  ( XII IPA 2 MA MH )

Tidak akan seperti saat ini tanpa adanya peran peran para pahlawan. Tidak akan berdiri gagah tanpa torehan sejarah. Apapun yang ada di masa sekarang tidak lepas dari apapun yang ada di masa lampau. Lalu siapakah itu pahlawan? Apakah pahlawan hanya sebatas seorang yanag dahulu hilang nyawanya oleh senapan lawan di medan perang ? dan apakah seseorang baru dikata pahlawan bila ruhnya telah terbang ke atas awan?

Terkadang pernyataan tersebut tidak keliru. setiap individu memiliki persepsi yang berbeda-beda. Beda usia, beda pendidikannya, beda pula pola piker ( mindset ) dan cara pandangnya. Pahlawan yang baik adalah pahlawan yang banyak manfaatnya. pahlawan ialah seorang yang telah meringankan beban, menghapus kegelapan, merapikan sesuatu yang berantakan, dan masih banyak dan luas pengertian-pengertian mengenai hal ini.

Setiap orang yang dianggap telah member manfaat pada sesama maka sebutan pahlawan pantas disandang. Namun, manfaat yang didedikasikan haruslah melebihi kouta umum. Seperti peran pengajar dan pendidik bagi pelajar, mahasiswa atau semacamnya, peran orang tua bagi putra-putrinya, perjuangan suami untuk kebahagiaan istrinya dna tidak tertinggal para pejuang terdahulu bagi kemajuan bangsa negaranya.

Jadi, pahlawan tidak selalu mengenai tentara, jenderal, angkatan bersenjata ataupun hal hal lain yang berhubungan dengan heroic pertumpahan darah. Bila itu semua dibanding dengan jasa orang tua kita, maka orang tua lebih banyak berpengaruh bagi kelangsungan hidup kita yang lebih baik. Namun, bukan berarti para pejuang terdahulu tidak berarti. Dalam segi nasionalis, peran para pahlawan sangat penting. Mereka sangat berpengaruh pada perkembangan negeri ini. Dengan segala upaya yang ditumpahkan mereka mampu mengibarkan bendera kebebasan dan kemerdekaan.

Bila tiada pahlawan yang berusaha meraih titik kebebasan dari tikaman penjajah yang berhati bangkai, mungkin Negara Indonesia tidak akan berdiri kokoh seperti masa ini. Tetapi, yang sangat disayangkan, sendi-sendi negeri ini mulai rapuh da mungkin pada waktunya akan terkikis habis. Hal ini tidak lain karena moral anak bangsa yang semakin lama semakin tidak pantas dikatakan sebagai akhlak manusia. Kejahatan dengan segala bentuknya bagaikan noda paten yang tidak bisa dicuci dengan detergen apapun.

Banyak yang anarkis, tak sedikit pula yang berhati manis. Hidup ini memang tak lepas dari dua sisi. Ada tinggi ada rendah, ada hitam ada putih, ada seribu keburukan maka ada pula seribu kebajikan. Begitulah salah satu bentuk keadilan Tuhan Yang Maha Esa untuk kemaslahatan manusia sebagai makhluk-Nya. Tidak mungkin dalam suatu tempat hanya ada satu yang mendominasi, minimal 2 hal atau bahkan melebihi.

Anak bangsa yang berprestasi dalam mengharumkan nama nusantara ini tak lepas dari rasa kecintaan terhadap negerinya. Maka golongan yang seperti ini ibarat pupuk yang berfungsi dalam menjulangnya pohon rindang. Jika sudah rindang maka mampu menyejukkan siapapun yang berteduh di bawahnya. Bahkan tak jarang burung-burung berkicauan di rantingnya.

Berbicara mengenai pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang atas kebebasan, tidak cukup bila hanya mengenang jasa-jasanya. Bahkan mengenang pahlawan yang jumlahnya terbatas itu rasanya tidak perlu dan tidak ada gunanya bila dikenang. Mengapa? karena yang diharapkan oleh pahlawan terdahulu bukanlah tentang seberapa bangsa mengenangnya, namun tidak lain hanya menginginkan perwujudan dna tingkah laku yang nyata untuk meneruskan perjuangan membangun Negara.

Mengenang hanya salah satu perbuatan yang letaknya di hati, terkadang justru tidak sampai hati melainkan hanya tersesat dipikiran saja. Dia belum tentu diiringi dengan tindakan yang bermanfaat. Jadi, sangat tidak perlu bila mengetahui perjuangan pahlawan di masa lampau dengan segala seluk beluknya tanpa merealisasikannya dalam bentuk aksi nyata perjuangan. Lalu dengan apa harus berjuang ? tidak lain menjadi generasi – generasi yang berpendidikan.  

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 30 Januari 2016 10:23

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.