Masuk

Pahlawan Dulu Sekarang

Oleh: Noviea Khoirun Nisa’ ( XII IPA 2 MA MH )

MAMHTROSO.COM -- Setiap tanggal 10 November kita memperingati hari pahlawan. Sampai kini kata “Pahlawan” selalu identik dengan para pejuang kemerdekaan di medan perang yang dengan gagah berani membela bangsa dan Negara sampai titik darah penghabisan. Mereka mengorbankan jiwa dan raganya agar Indonesia merdeka.

Berjuang memerdekakan bangsa dan Negara sampai titik darah penghabisan gugur sebagai kusuma bangsa. Mungkin belum banyak yang tahu kenapa hari pahlawan jatuh pada setiap tanggal 10 November. Hal itu karena pada tanggal 10 November 1945 telah terjadi peristiwa besar di Surabaya. Peristiwa tersebut adalah pertempuran yang melibatkan pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda itu merupakan perang pertama  Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setidaknya 16.000 pejuang Indonesia gugur dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Pertempuran berdarah yang telah menumbangkan ribuan pejuang inilah yang akan selalu dikenang dan menjadi catatan sejarah bangsa Indonesia sekaligus menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia pada waktu itu. Untuk itulah, maka setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Bukan hanya untuk dikenang saja, melainkan dimaksudkan agar semangat perjuangan demi tanah air Indonesia akan senantiasa berkobar.

Nah, lepas dari sejarah tentang siapa pahlawan di masa lalu, lantas siapakah pahlawan di masa sekarang? di masa kini, sosok pahlawan bukan lagi seseorang yang rela mati demi Negara, menenteng senjata dan bercucuran darah di medan perang. Melainkan sosok pemberani yang rela berkorban, mengorbankan sesuatu bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi keluarga, masyarakat dan juga negeri tercintanya. Seorang ayah yang rela berkorban, berjuang dalam mencari nafkah demi keluarganya, maka ia adalah pahlawan.

Pahlawan bagi keluarganya. Begitupun adanya istilah pahlawan tanpa tanda jasa yang dilekatkan pada sosok seorang guru. Mengapa demikian? karena guru adalah sosok yang tanpa pamrih mengorbankan waktunya demi mengajarkan kita kata demi kata, tanpa lelah, tanpa pamrih dan tanpa meminta imbalan jasa, maka alangkah bijaknya jika generasi muda penerus bangsa seperti kita, mau belajar banyak dari pahlawan. Bukan hanya sekedar mengenang jasa-jasanya. Dengan begitu kita menjadi generasi yang menghargai waktu, memiliki semangat nasionalisme dan memiliki solidaritas yang kuat.

Belajar dari pahlawan dimulai dengan cara memaknai hari pahlawan, bukan hanya memperingati saja, lebih dari itu hari pahlawan mampu menumbuhkan semangat perjuangan bagi generasi muda seperti kita. kalau dahulu pahlawan melawan penjajah yang datangnya dari luar, tetapi saat ini ini kita melawan penjajah yang datang dari dalam. sifat egosime memengtingkan diri sendiri demi mencapai keuntungan pribadi yang lambat laun merusak moralitas anak bangsa, para generasi muda penerus negeri tercinta tercinta. untuk menjadi bangsa yang besar, diperlukan pemimpin yang berjiwa besar pula. maka jadilah pribadi yang maju tanpa menyingkirkan, naik tinggi tanpa menjatuhkan, menjadi baik tanpa menjelekkan dan berusaha benar tanpa menyalahkan.

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.