Masuk

SAJAK HATI SEKALA SEBELUM TERBIT CAHAYA

Lama rasanya, tak pernah membuat manuskip pribadi. Wahai kenyataan, flas bach pada alur yang telah berlalu,.. sepertinya seorang sekala harus meluangin waktu lebih lama lagi, untuk berdiri di depan kaca realita, untuk benar mengamati segala cerita yang telah terjadi.

Akhir-akhir ini, sepertinya realita kembali mempermainkan kamu, masih berputar pada komedi yang sama.  Dia melambai-lambai untuk membawa kamu mengikuti arus yang dahulu pernah menghanyutkanmu. Tapi tidak sekala...

Kemarin adalah kemarin, dan hari ini adalah kamu. Bangunlah! Dan sadari dimana tempat kamu berdiri saat ini.

“hal terburuk memang ketika kamu dikecewakan oleh seorang yang kamu percaya.” Dan aku ataupun kamu, atau bahkan kita itu tahu siapa dia. Dan ketika realita di sekelilingmu menarikmu dari segala arah, dan terus mengusik kedamaianmu. Haruskah kamu terjatuh dari pijakan atau bahkan terusik dengan kicauannya? Ingat! Hidup adalah pilihan. Apapun kehidupan kamu saat ini semua adalah hasil dari pilihanmu. Aku, kamu, atau bahkan kitapun tahu, bahwa dia bukanlah orang baru dalam hidupmu. Iya, dia seorang pemuda yang dengannya kamu rela meninggalkan segenap kesempatan dalam hidup untuk bersenang-senang pada dunia yang sekiranya semu untukmu.

Masih tertulis dalam sejarah. Dahulu, kamu yang masih terasing dalam hidupmu, untuk pertama kali bersentuhan dengan dunia hati yang belum pernah kamu sentuh sebelumnya. Well, oke boleh! Kamu tak perlu menyebutkan dengan ungkapan “cinta”, itu masih sangat jauh. Cukup saja kamu mendefinisikan rasa itu sebagai sebuah ikatan yang tak terlihat antara kamu dan dia dalam duniamu.

Kamu yang datar. Hanya tersipuh dan damai kala bersua dengan sosoknya. Walau dia yang membuatmu demikian tak pernah menganggap semua itu ada dalam dunianya. Tapi rasa itu terlalu hebat, walau dalam hukum realita itu bukan sebuah keadilan. Nyatanya, dengan segenap kesemuan yang ada. Waktu masih memadukan langkah-langkahmu berjalan menapaki segenap kesemuan itu. Hingga realita sedikut berbaik hati dengan memperkenalkan sepenggal duniamu kepada dunianya. Masihkah kamu ingat siapa sosok yang mengantarmu kesana dahulu? Ah entahlah. Tuhan selalu hadir dengan segala macam kejutanNya. Iya, entah sebuah keajaiban atau hanya proses alam berupa sebuah perputaran siklus biasa.

Tanpa pernah terbayang sebelumnya, dia yang dahulu hanyalah sebuah kekuatan magic yang selalu mampu membuatmu tersipuh dan damai waktu itu hadir dalam nyatamu.

Dan masih ingatkah kamu, bagaimana kamu waktu itu??

……………………………………

Kenapa diam?? Lupa?? Tidak tahu?? Atau tidak sadar?? Ha..???

Wahai sekala..

Sudah cukup waktumu untuk berperan menjadi putri tidur selama ini. Ayo bangun....

Bangun dan sadari. Bahkan duniapun tahu, kamu pada saat itu hanyalah gadis yang rapuh, mendewakan kesemuan, dan hanyut pada pusaran arus kesemuan dalam duniamu. Dengan segenap kebodohanmu, angkuh kamu menyatakan ungkapan kebahagian yang kamu punya. Bodoh pula kamu menyusun daftar impian yang sebenarnya akan membuatmu hancur dimasa mendatang. Tidak sadarkah kamu bahwa tuhan menertawakanmu pada singgasanaNya? Itukah suatu keindahan yang selalu kamu nyanyikan itu? Dimana waktu-waktumu yang nyata kamu leburkan dengan kesemuanmu ?? ayo sadar ... bahkan pernahkah terlintas dibenakmu waktu itu kalau dia yang membuatmu demikian belum juga menganggap sepenggal duniamu itu benar-benar ada dalam dunianya?? Itulah kebodohan yang tidak pernah kamu sadari.

            Setelah semua itu berlalu, musim kemaraupun telah berlalu. Bahkan siang kini telah beranjak malam. Kemudian waktu membawanya pergi dari duniamu, dan benar menciptakan jarak antara kamu dengannya. Masih ingatkah kamu, bagaimana kamu waktu itu??

......................................................................................................................................................

Kenapa diam?? Lupa?? Tidak tahu?? Ataukah tidak sadar??

Kembali ku katakan. Kisah putri tidur telah berlalu, sekarang waktunya kamu bangun!!

Iya, bangun sekala .... bangun dan sadari semua! Tidak ingatkah kamu ketika benar-benar dalam kebodohan yang nyata, bahkan akalmupun tak mampu mengarahkan jalanmu waktu itu.

Dia pergi, dia hilang, dan kamu hancur. Rapuh, galau, bagai manusia ringkih yang kehilangan tongkat penyangganya. Waktumu hilang dengan percuma, kesombonganmu runtuh, harapanmu berguguran.

... kamu harus berdamai dengan kenyataan. Dan ketika kamu telah terbiasa dengan semua realita, masih ingatkah kamu apa yang selanjutnya terjadi kala itu??

Lama tak bersua, jarak memisahkan antara ruang dan waktu. Betapa tuhan penuh kuasa diatas perkasaNya. Berbeda ruang, berbeda hati, berbeda arah, berbeda rasa, berbeda warna, dan beraneka ragam perbedaan lainnya. Seolah mengambarkan betapa luas makna perkasaanNya. Angin terhembus sejuk disiang itu. Mengutip keMahaan  sifatNya yang merajai seluruh realita. Siang itu langkah membukakan matamu, dimana kau temui dia menggenggam tangan kekasihnya...

            Bolehkah aku, kamu, ataupun kita bertanya??

            Apa yang kamu rasakan kala itu??

            Mungkinkah kamu marah padanya?

            Mungkinkah kamu kecewa padanya?

Kalau aku ataupun kamu marah tentu tiada lagi kepercayaan terhadapnya.

Kalaupun aku ataupun kamu kecewa tentulah tiada lagi kamu menerima hadirnya. Ah perasaan...

Siapa sih dia, apa kedudukannya. Dia semu, tapi menyelimuti kenyataan..

Dan kamu sekala, ayo jawab, apa yang kamu rasakan saat itu?? ............ datar ..........

Bahkan kamu sendiri tak mampu mengenali hati kamu sendiri kala itu, hanya diam membisu diantara realita dan fatamorgana. Tapi tak apa wahai sekala, setidaknya dari hari itu kamu mencoba memahami realita dari segala arah yang ada di dunia ini.

            Tapi kamu harus tetap ingat wahai sekala, bahwa hidup tidak juga berhenti dihari itu. Bahwa Tuhan masih mengajakmu bermain dengan ke AgunganNya. Sadarkah kamu tentang sesuatu hari??

Suatu hari dimana dia kembali hadir untuk hidupmu, dan menjadi bagian dari harimu? Tuhan begitu indah dengan segala rahasiaNya. Ketika kamu mencoba mengakhiri seluruh kisah yang ada, dia justru hadir dan mengawali semuanya...

            Hari penuh keindahan dimulai. Kehangatan demi kehangatan ia ciptakan untukmu, dia sedemikian indah hadir dalam sepenggal hidupmu. Pada potongan-potongan sederhana kisahmu, dia sedemikian pandai memposisikan dirinya untuk duniamu. Hingga membuat kamu lupa akan sejarah wahai sekala.

Hitam itu menjadi putih dalam duniamu, gelap itu menjadi terang dalam kebutaanmu. Dengan kesombonganmu kamu mampu mengatakan bahwa kamu dapat menerima semua realita yang ada.

Sekarang ataupun nanti, kesalahan masa lalu kau ulangi lagi wahai sekala. Hingga disuatu hari Tuhanpun menamparmu dengan realita. Dan kamu tidak boleh menyalahkan siapapun dalam masalah itu, hanya diam bersama kenyataan dan berdamai dengan takdir, memahami segala yang terjadi untuk kemudian mengawali langkah yang baru.

Dengan kesalahan kita akan mampu memehami makna kebenaran. Dan berangkat  dari masa lalulah kita mampu membentuk masa depan. Tuhan meliputi segala sesuatu dalam setiap bagian apapun dihidupmu, dialah yang meliputi keseluruhan dari duniamu. Betapapun kamu hari ini ingin berlari, ingin mengingkari semua realita, tapi itulah realita wahai sekala.

Dan seorang yang bijak tidak akan menyalahkan realita. Karena semua realita yang ada adalah sebuah keindahan dan ragam rasa yang ada adalah sebuah warna dalam kehidupanmu.

Biarlah mereka yang tidak memahamimu terus berkicau dalam kedamaianmu, karena justru dengannyalah kamu mampu mengenal melodi kehidupan.

Rasa yang ada bukanlah sesuatu yang menyakitkan. Realita yang ada bukan kenyataan yang harus ditinggalkan.

Telah menjadi hukum dalam kehidupan tidak mungkin ada suatu kebaikan, melainkan harus ada suatu keburukan yang mengiringi. Dan tiada pula dapat dikatakan hitam bila sebelumnya tiada putih sebagai pembandingnya. Tuhan Maha Adil Sekala. Kamu tidak akan mampu mengutip kebahagiaan bila tidak ada kesedihan dan kekecewaan yang mengiringi.

Mencintai bukanlah menikmati seuatu keindahan, melainkan kamu mampu menjadikan kelebihan beserta kekurangan adalah suatu bagian.

Pandanglah lurus ke depan. Dan sambutlah mentari esok dengan kesempurnaan. Hargai setiap realita yang ada di hidupmu untuk kemudian kamu mampu mengartikan sesuatu yang lebih besar ada padamu.

Wahai sekala. . . . .

Jadikanlah hidupmu sebagai sebuah pembelajaran. Dia yang memahami realita pastilah dia yang yang tidak pernah merasakan kekecewaan. Karena dia yang memahami adalah dia yang mempunyai makna yang lebih luas untuk semua realita dalam hidupnya.

Dan tuhanmu, cinta sejatimu adalah dia yang Maha luas. Jangan sekalipun kamu ataupun aku, dan bahkan kita terpukau dalam satu titik. Karena itu berarti kamu memutuskan ke Maha luasannya.

Bangkit dan sadari wahai sekala.

Kamu bukanlah aku ataupun kita. Berjalan beriringan untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi. Memaknai rahasia yang lebih tinggi. Dan merasakan hadirnya sesuatu yang lebih tinggi.

 

 

Oleh: LUTVIANI  ( XII IPA 1 )

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.