Logo
Cetak halaman ini

Ikhlas dan Sabar di Hari Raya Idul Adha

Kalimat tasbih, tahmid, dan takbir berkumandang dihari raya idul adha.Dzulhijjah merupakan suatu pertanda datangnya hari raya haji sekaligus hari raya kurban atau biasa disebut dengan hari raya idul adha.Hari raya qurban yaitu menyembelih hewan ternak tertentu seperti onta, sapi, domba, dan kambing, untuk dibagi-bagikan kepada sesama manusia.


Hari Raya Idul Adha telah terjadi berulang-ulang di setiap tahunnya. Awal mulai terjadinya idul adha terjadi melalui kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun adakah hikmah yang membekas dari Idul Adha? Ataukan kita hanya melakukan perayaan Idul Adha semata? Apakah perayaan Idul Adha dapat meningkatkan kualitas iman kita? Mari kita simak kisah singkat awal mula peristiwa Idul Adha untuk mengambil hikmah yang ada di dalamnya!.Pada suatu waktu sebelum Nabi Ibrahim dikaruniai anak, Nabi Ibrahim berkurban 1000 kambing, 300 sapi, dan 100 unta hanya untuk mengharap ridho Allah sehingga membuat orang-orang dan para malaikat terheran-heran menyaksikan peristiwa tersebut.

Pada suatu hari setelah peristiwa tersebut beliau berada di Baitul Muqoddas dan beliau bermunajat kepada Allah agar beliau dikaruniai seorang anak. Allah pun mengabulkan doa beliau dengan lahirnya seorang putra yang sholeh dari rahim Siti Hajar, bernama Ismail. Ketika Nabi Ismail berusia 13, Nabi Ismail telah diangkat oleh Allah menjadi seorang nabi. Pada malam 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi dalam tidurnya untuk menyembelih Nabi Ismail anak semata wayang beliau. Mimpi tersebut merupakan janji yang pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim beberapa waktu yang lalu di Baitul Muqoddas.Mimpi itu terjadi tiga kali berturut-turut.Dan beliau yakin bahwa itu adalah perintah Allah,lalu NabiIbrahim mengambil seutas tali dan pedang yang tajam.Tetapi Allah mengganti Nabi Ismail dengan kambing yang sangat gemuk.


Singkat cerita saat detik-detik yang mendebarkan akan dilaksanakan, saat Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Ibrahim, saat pedang yang tajam akan memisahkan antara kepala dan badan Nabi Ismail, disaat itu juga Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menukar raga Nabi Ismail dengan seekor domba yang sehat dan besar. Peristiwa penting dan bersejarah tersebut dinamakan Idul Adha. Sejak saat itu setiap tanggal 10 Dzulhijjah umat muslim di seluruh belahan dunia diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih hewan kurban.
Makna yang dapat kita ambil dari kisah tersebut ada dua hal, yaitu keikhlasan dan kesabaran. Ikhlas hanya mengharap ridho Allah semata dan sabar dalam menerima segala perintah dan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Berikut adalah salah satu hadist shahih mengenai pentingnya sebuah keikhlasan,


Hikmah yang dapat kita ambil t adalah makna sebuah keilkhlasan. orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Qur`an, orang yang berjihad di jalan Allah, dan orang yang banyak harta juga dermawan. Ketiga orang tersebut seharusnya dapat menikmati indahnya surga Allah yang telah Allah janjikan apabila mereka melakukannya dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah. Namun Allah Maha Tahu apa-apa yang ada di dalam hati mereka. Mereka melakukan ibadah tersebut bukan semata-semata mengharap ridho Allah namun juga mengharap pujian dari manusia. Niat sangatlah penting kita perhatikan dalam melalukan setiap tindakan. Niat ikhlas karena Allah maka Allah akan membalas dengan keberuntungan yang besar yaitu surga. Namun jika niat kita selain untuk Allah, untuk mendapat pujian dari sesama manusia maka jangan pernah berharap mendapat surga dari Allah dan bersiap-siaplah untuk mendapatkan siksaan pedih dari Allah, berupa neraka yang sangat panas.


Oleh karena itu, mari kita niatkan segala tindakan kita hanya untuk meraih ridho Allah semata, termasuk dalam melaksanakan ibadah kurban. Tatalah hati dan jaga keistiqomaan niat kita dalam menjalankannya. Apabila niat ibadah kurban kita berbelok dari niat semula maka perbanyaklah membaca istighfar untuk memohon ampun kepada Allah dan segera luruskan kembali niat kita semata-mata untuk mengharap ridho Allah. Semoga dengan ikhlas dan sabar dalam menjalankan ibadah kurban dapat meningkatkan kualitas iman kita dan semoga kita dipanggil oleh Allah dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin…

 

oleh: Dwi Nor Indah Sari - X MIA-1

Hakcipta © 2015 MA Matholi'ul Huda Troso.