Masuk

Tekad Ingin Ikut Qurban (cerpen)

Hari raya idul adha akan tiba. Suara takbir dan tahmid pun akan terdengar merdu dan indah dari berbagai pelosok nusantara hingga belahan dunia sebagai pernyataan dan pengakuan terhadap keagungan Allah SWT. Takbir yang diucapkan itu bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti, tetapi pengakuan dari dalam hati yang menggetarkan jiwa manusia yang beriman. Muslim mana yang tak ingin ikut berqurban pada hari raya idul adha ini. Semua orang berlomba-lomba untuk saling berbagi, Fadlan pun seolah tak ingin kehilangan momen ini. “Tahun depan, aku harus bisa ikut qurban”, itulah tekad ia ketika hari raya idul adha tahun lalu.

Ketika idul adha tahun lalu ia merasa sedih saat menerima daging qurban dari salah satu masjid di tempatnya. Ia begitu merasa kecil, ia benar-benar rindu dan sangat ingin berbagi untuk orang lain. Sebagai seorang pria yang hanya sebagai penjaga toko disebuah toko kecil, Fadlan tentu saja jauh dari kemampuan untuk bisa ikut qurban.

“Bu…kapan ya kita bisa ikut berqurban?”, kata Fadlan. Sabar ya pak, mungkin tahun ini Allah akan memberi jalan hingga kita bisa ikut qurban.”. Fadlan hanya terdiam mendengar perkataan sang istri. Tampak jelas raut muka Fadlan yang amat gelisah. Fadlan terus saja berkeluh kesah kepada sang istri tentang keinginannya untuk ikut bequrban. Untung saja istrinya sangat sabar dan pandai membangkitkan semangat.

Sambil memandang wajah sembari duduk disamping sang suami ia pun berbisik, “insyaAllah, tahun ini kita bisa berqurban pak… ibu punya sedikit tabungan, ditambah cincin ibu mumgkin cukup untuk membeli seekor kambing”, ucap sang istri dengan penuh keyakinan. “Tapi bu… cincin itu kan kesayangan ibu?”, Tanya Fadlan. “Intinya qurban kan begitu pak, ikhlas berbagi dan beribadah”, ucap sang istri. Belum sempat mustofa menjawab, sang istri langsung memotong pembicaraan,”sudah pak, ini sudah hampir siang, bapak sarapan terus berangkat kerja. Akhirnya, hari itu Fadlan berangkat bekerja dengan penuh harapan untuk mendapatkan tambahan uang untuk qurban.

Sesampai di tempat kerja tiba-tiba ia dipanggil pemilik toko. Sang pemilik toko kemudian memberikan amplop,”ini gaji bapak bulan ini”, ucap pemilik toko. Setelah mengucapkan terima kasih ia pun melanjutkan pekerjaannya kembali. Sampai di rumah ia pun memberikan amplop itu kepada istrinya. Akan tetapi setelah amplop itu dibuka, ternya isinya melebihi gaji yang biasa diterima Fadlan.

Keesokan harinya, Fadlan pun langsung menemui sang pemilik toko dan menceritakan maksud kedatangannya.”Tidak pak, uang yang ada dalam amplop itu memang mili bapak. Ma’af sebelumnya saya tidak memberitahu bapak, itu ada tambahan bonus untuk bapak”, ucap pemilik toko. “Alhamdulillah …, terima kasih banyak kalau begitu pak…”, jawab Fadlan. Dengan hati yang sangat bahagia akhirnya setelah bekerja  Fadlan pulang ke rumah. Sampai di rumah ia menceritakan yang dikatakan pemilimk toko. “Jadi, dengan ini apa kita bisa ikut qurban bu?”, Tanya Fadlan pada istrinya. “Iya pak, insyaAllh kita bisa membeli seekor kambing.”, jawab sang istri.

Satu minggu berlalu, Fadlan dan istrinya belum mendapatkan kambingyang diinginkan, semua kambing mahal. Mereka pun mulai gelisah, tiba-tiba mereka mendengar suara orang member salam. Ternyata ada salah satu tetangganya yang datang. “Ada perlu apa, pak?”, Tanya Fadlan . “Katanya bapak ingin ikut qurban tapi belum dapat kambing qurbannya. Begini pak, teman saya ada yang menjual kambing dengan harga yang agak murah, bagaimana pak, apakah bapak ingin untuk membelinya?”, kata tetangga itu. “Benar pak? Iya saya besok coba untuk melihat kambinya. Setidaknya uang yang kita miliki cukup .”. “Iya pak, besok saya antarkan”, jawab tetangga itu.Keesokan harinya Fadlan pergi berniat untuk membeli kambing qurban, dan Alhamdulillah Fadlan cocok dengan kambing itu dengan segera Fadlan langsung membelinya.

Hari raya idul adha telah tiba, dengan berbekal rasa ikhlas dan keinginan untuk berbagi, akhirnya lebaran idul adha tahun ini Fadlan dan istrinya bisa ikut qurban.

oleh: Siti Nur Sofuro - XI IPA-1

Terakhir diperbarui pada Senin, 25 September 2017 08:49

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.