Masuk

Pahit Manisnya Kehidupan di Pesantren

Bagi teman – teman yang pernah merasakan kehidupan di pesantren tentunya kadang merasakan indahnya hidup di pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada dari sebelum zaman kemerdekaan. Kehadiranya di bumi Nusantara sebagai wadah mencerdaskan masyarakat indonesia dalam perspektif agama dan juga nasionalisme. Semangat institusi pendidikan pondok pesantren ini sampai saat ini masih terasa meskipun pendidikan formal sudah banyak didirikan. Pada awal berdirinya, kegiatan pondok pesantren masih sangat sederhana. Berawal dari kegiatan – kegiatan di masjid yang kemudian santri - santrinya didirikan sebuah pondok untuk tempat tinggal dan berkumpul bersama.


Di dalam pondok pesantren pasti ada suka maupun duka yang kita alami, seperti halnya kebersamaan yang kita lalui bersama yaitu makan bareng , tidur bareng , sholat berjamaah dan belajarbareng. Memang kehidupan di pesantren dapat membuka wacana seseorang tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan tanpa keegoisan semata, ketika ada teman kita yang sakit kita bersama – sama merawatnya dan menjaganya sampai sembuh. Subhanallah, benar- benar indah bukan?? Ketika menjelang subuh kita bersama – sama pergi ke msjid untuk sholat shubuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarus sampai membersihkan pesantren agarnampak indah dan bersih. Begitu indah bukan?? Akan tetapi, terasa lebih indah apabila semua itu dilaksanakansemata – mata untuk mencari ridha allah. Seberapapun amal kita apabila dilakukan dengan niat dan bersungguh – sungguh pasti ada berkahnya.


Satu hal yang membuat aku betah tinggal di pesantren adalah sikap zuhud dan kekeluargaannya yang tidak bisa aku rasakan di tempat lain. Waktu awal masuk emang rasanya tidak enak serasa merasakan sebuah paksaan, tetapi setelah beberapa bulan hingga tahun aku tinggal di pesantren aku baru bisa merasakan betapa indahnya tinggal di pesantren. Seakan selalu mengingat Allah dan berlomba – lomba dalam kebaikan. Namun, dibalik itu tidak semua anak yang dimasukkan orang tuanya ke dalam pesantren adalah anak yang benar – benar baik, ada juga anak yang nakal dan tidak mau menaati peraturan pondok. Dan tujuannya memasukkan ke dalam pesantren supaya dapat menjadi anak yang lebih baik.

oleh: Sherli Fitriyani (XII IPS-2)

#jurnalistik

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.