Masuk

Sumpah Pemuda (Cerpen)

Matahari terbangun terlalu pagi, rasanya aku tertidur baru beberapa menit. Teriknya mengelitik wajahku melewati sela-sela dedaunan dan menembus jendela kaca rumahku. Pelukannya yang hangat membuat kantukku semakin hilang. Aku harus bergegas karena jarum jam sudah menunjuk pukul 06.20, sedangkan hari ini aku menjadi petugas upacara sebagai anggota paskibra untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Aku sekolah di SMA NEGRI 01 JAKARTA kelas XII. Aku sekolah di SMA NEGRI 01 JAKARTA sejak aku duduk di kelas XII awalnya aku sekolah di jawa tetapi berhubung Ayah dan Ibuku ada urusan yang lama di Jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk pindah dan menetap di Jakarta. Dan kebetulan Ayah memiliki kerabat di Jakarta.

Selesai aku siap-siap untuk berangkat sekolah jarum jam menunjuk pukul 06.35 dan aku langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama Ayah dan Ibu. Setelah aku berada di meja makan dan duduk aku langsung menyantap sarapanku, ayah melontarkan pertanyaan “hari ini hari sumpah pemuda kan?” ,”iya yah..”jawabku, dan semakin lama larut dalam pembicaraan yang panjang. Aku melirik kearah jam dinding, tanpa aku sadari ternyata sudah menunjuk pukul 06.50 padahal upacara akan di mulai pukul 07.00 sedangkan jarak antara rumah dan sekolahku lumayan jauh. Aku langsung bergegas dan lari menuju motor pinkku yang sudah di panasi ayah dari tadi sebelum sarapan.

Setelah aku sampai di sekolah semua petugas upacara sudah sampai dan hanya aku sja yang baru dating tapi syukurlah aku tidak di marahi. “An.. Ani” aku mendengar teriakan yang sepertinya memamnggil namaku, aku pun menoleh kea rah suara itu ternyata tadi suara reni sahabat karibku, “ayo sini.. cepet pakek perlengkapannya udah mau di mulai nih..”katanya, “oh.. iya” jawabku sambil berlari menuju ke tempat reni berdiri, kebetulan tugasku dan tugas reni sama yaitu menjadi anggota paskibra.

Upacara pun di mulai karena jam sudah m,enunjuk pukul 07.00 guru TU Bapak Tomo mengkoordiasikan kepada seluruh siswa untuk segera menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara sumpah pemuda. Di tengah upacara berlangsung salah satu petugas upacara namanya Nisa membacakan ikrah sumpah pemuda yang berisi

“ 1.Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

2.Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

3.Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”

Setelah 50 menit berdiri upacara pun akhirnya selesai juga,”aduh pegel banget” keluh rani, “iya sama ren, tapi kita harus kuat karena kita putri Indonesia.. kayak yang di bacakan nisa tadi, iya kan nis” sambilmenyenggol nisa, nisa langsung terkejut dan spontan berkata”iya..” kami semua langsung tertawa bebas. Setelah itu untuk lebih memeriahkan Sumpah Pemuda anggota osis mengadakan lomba, ada 5 mata lomba yaitu; membuat cerpen,  membuat cerita begambar, berpidato, al-barjanzi, dan tilawatil quran. Aku dan reni satu grup lagi untuk mengkoordinasi mata lomba, kita kebagian di mata lomba membuat cerpen tapi tidak kita saja yang mengkoordinasi lomba membuat cerpen ada juga doni dan tio, kita berempat sangat kompak dalam mengkoordinasi, dan saling bekerja sama. Karena kita adalah putra putri Indonesia.

 

Oleh : Ita Nurul Laili (XII IPS-1)

#jurnalistik

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Sumpah Pemuda (Pantun) Roda Kehidupan (Renungan) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.