Masuk

Cahaya Malam 1 Januari (Puisi)

Detik  menemui  titik  temunya

Menguntit  untuk  pergantian  ini

Lembar  baru  akan  terurai

Harapan  baru  ‘kan  jadi  cerita

 

Sedu  sedan  yang  menerpa

Terhempas  sirna  begitu  saja

Hanya  bahagia  yang  membelai

Bila  malam  impian  tlah  tiba

 

Bagaimana  tidak. . .

Semuanya  berbeda  malam  ini

Ribuan  cahaya  bersaing  di  kubah  langit

Langit  seakan  kanvas  tempat  kembang  api  bersumpah

Sorak  tawa  menggema  menggelitik  di  telinga

Sunyi  sepi  seakan  lari  sembunyi  di  bawah  kaki

 

Namun,  sadarkah kau?

Berfoya-foya

Berbangga-bangga

Bersuka  ria

Lupa  akan  Penciptanya

Sungguh, semua  itu  tiada  guna

 

Lain. . .

Berbeda. . .

Bila  kau  sulap  malam

Tuk  bersujud  kepada  Sang  Pencipta

Karena  apalah  yang  pantas  di  bangga

Jika  kepala  dan  kaki  sejajar

‘tika  bersujud  pada-Nya

 

Bertambahnya  tahun  berkurangnya  umur

Marilah  bertadabur

Percuma  memupuk  dosa  yang  tertabur

Perbaikilah  tindak  tutur

Perbanyaklah  bersyukur

 

 

 

 

Oleh : Kharirotus Su’adah (XII IPA 1)

Terakhir diperbarui pada Rabu, 03 Januari 2018 19:58

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.