Masuk

Pemberian yang Tiada Tara (cerpen)

                 “Assalamu’alaikum Mak, Edi pulang...” tiba-tiba terdengar suara “Krupyuk-krupyuk” ternyata perutnya yang keroncongan di siang bolong itu.

                Dengan wajahnya yang pucat dan lemas emak Edi menyambutnya dengan senang hati, namanya Emak Empii. Mereka tinggal di sebuah rumah yang sederhana, keluarganya berpenghasilan pas-pasan.

                “Mak, Edi lapar nih...” celetuk Edi.

                “Emak lagi nggak enak badan nak, jadi nggak masak hari ini...” sahut Emak Mpii.

                “GWS mak... upss... semoga cepat baikan Mak, yaudah biar Edi beli makan buat makan siang yha...”   

                Edi langsung bergegas keluar rumah dan berjalan di bawah teriknya mentari. Sampai di warung, Edi membeli sebungkus nasi untuknya dan Emak Mpii dengan uang yang seadanya.

                 Di perjalanan pulang Edi melihat seorang anak kecil yang terpuruk lemah di pinggir jalan. Edi termenung sejenak dan membatin, “sepertinya anak itu butuh makan, apa aku beri saja nasi bungkus ini (melihat sebugkus nasi yang dibawanya).”

                Tanpa berfikir panjang Edi langsung menghampiri anak itu.

                “Dek, kamu kenapa?” tanya Edi heran.

                Anak itu hanya diam membisu.

                “Apa kamu lapar? Ini saya punya sebungkus nasi untukmu(Edi memberikan sebungkus nasi yang dibawanya).”

                Sejenak, anak itu hanya bisa tersenyum memandang Edi. Edipun balik tersenyum kepadanya.

                Anak itu memakan nasi bungkusnya dengan lahap, sementara Edi bergegas pulang ke rumah.

                Tiba di rumah, Edi langsung bercerita kepada Emak Mpii apa yang terjadi tadi di jalan.

                 Emak Mpii bilang, “Kita harus saling berbagi kepada sesama, jika kita ikhlas maka Allah akan menambah yang lebih kepada kita!”

                “iya Mak, Edi ngerasa iba melihat anak itu dia terpuruk lemah dan butuh tenaga.” Sahut Edi.

                “Alhamdulillah, anak emak yang pin...” perkataan emak terpotong.

                “Tok... Tok...Tok... assalamu’alaikum...”

                Tiba-tiba suara datang memotong pembicaraan antara Edi dan Emak Mpii. Edi langsung menuju pintu utama dan membuka pintu, ada seorang ibu-ibu berdiri di depan pintu dan tersenyum.

                “Wa’alaikumussalam...” jawab Edi.

                “Eh, ternyata Bu Retno...”

                “Iya Di, ini saya punya sedikit bingkisan syukuran buat kamu(sambil memberikan bingkisan tersebut).”

                “Alhamdulillah... makasih, Bu.” ucap Edi.

                “Sama-sama, yaudah saya pulang dulu assalamu’alaikum.” Bu Retno berpamitan.

                “Wa’alaikumussalam.” Jawab Edi.

                Tak lam kemudian, Emak Mpii bicara.

                “Di... siapa yang barusan datang?” tanya Emak Mpii penasaran.

                “Ini loh Mak... Bu Retno ngasih bingkisan syukuran untuk kita.” Jawab Edi senang.

                “Alhamdulillah...“ Emak Mpii ikut senang dan bersyukur.

 

By : Indah Wahyu Laili Shofiani (X MIA-2)

               

Terakhir diperbarui pada Selasa, 16 Januari 2018 07:50

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.