Masuk

Kewajiban Belajar (artikel)

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

” Menuntut ilmu hukumnya fardhu bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan “

            Begitulah sabda Rasulullah mengenai kewajiban menuntut ilmu, ilmu sangatlah mulia. Tiada seorang pun yang meragukan tentang kemulian ilmu, karena ilmu itu khusus dimiliki manusia. Sedangkan semua perkara selain ilmu dapat dimiliki oleh manusia dan juga binatang, misalnya keberanian, kenekatan, kekuatan, murah hati, belas kasih dan sebagainya selain ilmu.

            Dalam arti yang lain, ilmu adalah satu-satunya faktor yang membedakan antara bintang dengan manusia.

            Ketahuilah, bahwa tidak diharuskan bagi setiap muslim menuntut segala ilmu tetapi yang diharuskan adalah menuntut ilmu Hal. Sebagaimana dinyatakan :

ا فضل العم علم الحال  وا فضل العمل حفظ الحال

      “ Ilmu paling utama adalah ilmu Hal, dan perbuatan paling utama adalah memelihara Al-Hal “

            Yang diamksud ilmu Hal adalah ilmu tingkah laku, ilmu keadaan / kondisi. Yang dimaksud disini adalah ilmu pengetahuan yang selalu diperlukan dalam melaksanakan agama yaitu ilmu Fiqih, ilmu ini tidak dapat diabaikan oleh setiap muslim dan muslimah. Karena ilmu itu akan membimbing perbuatan jasmani dalam menunaikan tugas amanat agamanya.

            Setiap orang muslim wajib hukumnya mempelajari ilmu yang diperlukan untuk menghadapi tugas atau kondisi dirinya, seorang muslim mempunyai kewajiban untuk menjalankan sholat, maka wajib baginya memiliki ilmu yang berkaitan dengan sholat, secukupnya guna menunaikan kewajiban tersebut.

            Sama halnya dalam hal puasa dan juga zakat jika memiliki harta, bahkan juga haji jika telah diwajibkan atasnya.

            Setiap orang yang berada dalam berbagai aktivitas wajib mempelajari ilmunya agar terhindar dari yang haram. Misalnya ilmu perdagangan bagi seoarang pedagang. Seorang pedagang wajib hukumnya menguasi ilmu perdagangan.

            Demikian pula wajib mempelajari ilmu tingkat pola hati, seperti :

  1. Tawakal biasanya disebut tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah secara total.
  2. Inabah adalah kembali pada Allah.
  3. Khosy-yah adalah sikap takut kepada Allah karena dahsyat adzab-Nya.
  4. Ridho adalah sikap rela dalam menerima qadla dan qadar Allah.

oleh: Izzah Nafahatus Sholehah  (X MIA-2)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.