Masuk

Meskipun Hanya dengan Diam (Cerpen)

Semua Diawali dari Dia yang Kuliah disini,dan Bertemu dengannya.
Sudah Lama aku Menyukainya,Bahkan Sejak Pandangan Pertama,Semua diawali dengan Rasa Kagum denganya hingga menjadi Suka Bahkan Berubah Menjadi Rasa Sayang ,dia Bernama Dafa Sosok Humoris,pandai,dan Mempunyai Banyak Teman,Ia Memiliki Kepribadian yang Mampu membuatku Menyayanginya. Seperti Biasa Aku Berdiri Di depan Kelas Sebelum Dosen Datang,dan tak Lama Kemudian Dafa Datang,
"di Sini Kelasnya?".
tanyanya kepdaku,Aku pun menoleh ke arahnya yaitu Sosok yang ku Sayangi Selama ini,
"iya.."
Jawabku Singkat,
"Dosen nya Belum datang ya?"
Dafa pun Bertanya lagi .
"Bisa di Lihat Sendiri"
Jawabku.
Tiba-Tiba Dafa Berdiri di sampingku yang Langsung Membuat Hati ku Berdebar-debar yang Berada Tepat di Sampingnya,Aku tak berani melihatnya di Sampingku. 

Dafa adalah Laki-Laki yang menatap Mataku dengan Jelas Ketika Berbicara Tentang Mata kuliah,atau Sekedar Lewat di Depanku ,dan Dengan Sengaja dia menatapku Tetapi Aku Langsung Memalingkan Wajah.
Aku Memiliki prinsip Tak akan Pacaran, dan Prinsip Itu tidak akan Pernah Goyah,Itu lah yang Membuatku Terlihat tidak Menyukai Siapa-Siapa.Aku juga Berharap Dafa Memiliki Komitmen yang Sama,itu Hanya Haran Serta Doa ku di Setiap Sujudku. Setelah Mata Kuliah Geografi Selesai Aku Mengendarai Montor Menuju Musholla, Aku Memasuki Musholla, dan Bersiap-siap untuk Sholat Sembari Menunggu Iman Datang.
dan tak Lama Dafa datang,tanpa memperhatikan Lebih,Aku Berdiri dari Duduk ku Lalu Merapikan Mukena yang ku Pakai,lalu tanpa Sengaja Aku Melihat Kedepan,dan Tepat Saat Dafa Melihat Ke arahnya,tetapi Aku langsung Menundukan Wajah untuk Menghindari Tatapan Dafa.
tak Lama Kemudian Terdengar Suara Dafa Bertakbir
"Allahu Akbar.."
Itu adalah pertama kalinya Aku Mendengar Suara Takbir Dafa,dan Pertama kalinya Menjadi Makmum Dafa.

4 tahun Setelah Lulus.

Aku Masih Menyimpan Perasaan Kepada nya,dan Setelah Sekian Lama tidak Bertemu denganya,Sore itu Aku Bertemu Dafa di Sebuah Musholla.tapi Siapa yang Tau Takdir Tuhan Aku Berpikir Dafa Tidak Mempunyai Perasaan yang Sama Terhadapku Teryata Salah Besar,Setelah Pertemuan Aku,dan Dafa di Mushollah tersebut Dafa Berniat Melamar ku Untuk Menjadi Calon Istri nya,dan Menjadi Teman Hidupnya.

 

 

Oleh : Firda Amalia  (XII IPS 2)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 21 Januari 2018 21:20
Lebih lanjut dalam kategori ini: « Tak kan Kembali (Puisi) Detak Kerinduan (Cerpen) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.