Masuk

Yang Penting Allah Suka

Beberapa jangkrik yang tersesat melompat-lompat mencari jalan keluar. Tapi sayang, ia tertangkap oleh tangan-tangan mungil yang ingin bermain dengannya. Si tangan mungil pun tertawa bahagia karena berhasil mendapatkan mainannya. Namun naas sekali nasib si jangkrik, ada yang mati dan ada pula yang lolos walau dengan anggota badan yang tak lagi lengkap.

Begitulah pemandangan di musholla sekitar rumah Zaid. Pemandangan yang lumayan menarik ditengah-tengah kebosanan yang melanda. Ia terpaksa menuruti perintah ibunya untuk mengikuti bancaan di musholla tersebut, jika tidak maka HP kesayangannya akan disita.

Zahid adalah seorang yang pemalas, sahabat karibnya adalah HP, peliharaannya adalah motor racing, dan hobinya adalah tidur. Kebiasaannya itu tidak berlangsung lama hingga ia bertemu dengan kakak sepupunya.

“Mbak, kenapa sih kemana-mana selalu pakai hijab ???? Nggak gerah apa ????”,  Ceplos Zahid sambil memainkan Hpnya dan si mbak pun tertawa.

“ Karena ini kewajiban Mbak, Zahid”.

“Wajib bangetkah ? Mbak kan masih muda, masak pakaiannya kayak emak-emak ?”.

“Yeeeee biarin, yang penting Allah suka”, balas Mbak Naya sambil tersenym penuh arti.

Keeseokan harinya, di rumah Adam, temannya Zahid mendengar suara lantunan Al-Qur’an cilik. Azka yang kepo, siapa yang datang keluar dan menyalami Zahid. Azka pun terlibat percakapan kecil dengan Zahid.

“Dek, nggak bosan apa ngaji terus ? kan lebih enak main”, kata Zahid penasaran.

“Main secukupnya aja Kak. Kata Pak Ustadz kita harus manfaatin waktu kita di dunia dengan sebaik-baiknya, jangan malas-malasan. Ajal akan datang kapan aja, Kak. Bisa jadi 1 menit kemudian kakak meniggal tanpa membawa bekal akhirat. Dan yang paling penting nih, like dari Allah. Nggak apa-apa orang bilang kita ketinggalan zaman, norak, dan sok alim, yang penting Allah suka”. Jawab Azka.

Saat perjalanan pulang, ucapan Mbak Naya dan Azka pun terngiang-ngiang di telinganya. Ia merasa tertantang untuk mendapatkan like dari Allah. Dan dia pun memutuskan untuk hijrah dari masa kejahiliya.

 

Oleh : Hidayatul Robi’ah - XI IPS 1

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.