Masuk

Ayah Aku Ingin Bebas (cerpen)

Langkah kaki terasa berat, pulang terasa sedih, itulah yang dirasakan oleh Doni. Setiap hari ia mengadu pulang dalam keadaan sedih dan menangis.Doni bergemuru dalam hatinya. “ tuhan kenapa setiap hari selalu datang cobaan yang berat bagiku” hatinya becampur marah dan sedih ia tidak tahu harus buat apa. Akhirnya doni pulang ke rumah. Sesampainya di rumah ia langsung masuk ke rumah, dan langsung menuju ke kamarnya. Belum sempat ia duduk hanya untuk sekedar menghilangkan rasa lelah yang dirasakan, ia dipanggil oleh ayahnya, “ Doni… doni…. Doni… “ teriak sang ayah sambil menggedor-gedor pintu kamar doni.Langusung saja doni cepat-cepat untuk membuka pintu kamarnya sambil berkata “iya ayah, sebentar”. Ayahnya doni ternyata sedang marah kepada doni karena mngetahui nilainya jelek. Padahal ayahnya selalu memaksa doni supaya lebih rajin belajar dan bisa mendapatkan nila yang bagus. Ayahnya memang memaksa doni untuk belajar tetapi niatnya supaya doni menjadi seorang CEO. Itulah yang menyebabkan doni tidak mau menuruti permintaan ayahnya itu. Akibatnya, doni selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari ayahnya. Ia selalu dibeda-bedakan dengan kakak-kakaknya yang sukses menjadi CEO di perusahaan yang terkenal. Setiap harinya, ibunya hanya bisa menangis, menangis, dan menangis. Ia tidak tahu harus menolong anaknya itu harus bagaimana. Jika ia tetap berusaha menolong anakya, dua sendiri yang akan celaka, karena ia tahu sifat suaminya yang keras.

Hari demi hari berlalu, tepat hari ini adalah hari Sabtu, 18 Januari 2018. Hari dimana paling istimewa bagi doni karena itu hari ulang tahunnya. Tapi walaupun itu hari ulang tahunnya yang menurut sebagian orang hari yang paling bahagia karena bisa merayakan dan berkumpul bersama keluarga. Tetapi berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh doni. Saat ini yang dirasakan doni adalah kesakitan, kesakitan, dan kesakitan. “Ampun ayah, ampun… ampun” keluh doni sambil menangis “ saya kan sudah bilang, kamu harus belajar dengan giat, saya sudah memasukkan kamu ke les yang paling bagus di Jakarta” Tanya sang ayah sambil marah “ Tapi ayah, aku kan sudah bilang aku tidak mau pergi ke les itu” jawab doni sambil menangis. “ Dasar anak tidak tahu di utung!” marah sang ayah sambil terus menyiksa anaknya.

Setelah kejadian beberapa hari yang lalau, doni merasa kesabarannya sudah habis. Dia sudah tidak kuat lagi menghadapi ayahnya lagi, dan dia menulis untuk pergi dari rumahnya. Sebelum ia benar-benar pergi, ia menulis sebuah surat yang berisi tentang permohonan maafnya kepada orang tuanya karena belum bisa menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua. “ doni.. doni.. doni”. Teriak sang ayah. “ ada apa sih yah teriak-teriak” jawab sang ibu “ panggilkan doni sekarang!” perintah ayah “ iya yah, sebentar” jawab sang ibu. Kemudian sang ibu menuju ke kamarnya doni. Sesampainya ke dalam kamar betapa terkejutnya sang ibu menemukan sebuah surat yang menandakan bahwa anaknya kabur dari rumah. “Ayah.. ayah” teriak sang ibu “ ada apa sih buk” jawab sang ayah sambil berlari menuju ke asal suara. “ini yah” jawab sang ibu sambil menyerahkan sebuah surat kepada sang suami “oh jadi dia kabur dari rumah, ya sudah bu malah bagus kalau dia pergi dari sini. “ kata sang ayah “ tapi yah hiks hiks” jawab sang ibu sambil menangis. “ tidak ada tapi-tapian! Sekarang mulai saat ini ibu tidak usah memikirkan doni lagi. “ kata sang ayah lalu pergi. Setelah kepergian doni. Ia sangat berubah. Begitupun kehidupan doni. Ia sangat berubah-berubah menjadi orang yang nakal dan suka kehidupan yang bebas. Dan pada saat ini, ia bersama temannya ingin mencoba barang-barang yang haram. Dan dari salah satu temannya yang bernama roi adalah anak seorang polisi. Ayahnya roi yang bernama pak salim mengetahui bahwa anaknya diajak doni untuk mencoba barang-barang haram itu, sehingga pak salim marah kepada doni dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Doni pada saat itu merasa ketakutan akhirnya memilih kabur. Tapi pada saat melarikan diri, doni tidak melihat kanan kiri jalan sehingga doni ditabrak oleh sebuah mobil kontiner, keadaan doni pada saat itu sangat kritis langsung dilarikan ke RS. Tapi pada saat diperjalanan, nyawanya sudah tak  tertolong. Kemudian pak salim langsung menghubung keluarganya doni. Alangkah terkejutnya sang ayah yang mengetahui bahwa anaknya meninggal dunia dan pada saat itulah ayahnya sadar atas perbuatannya selama ini kepada anaknya.

 

#Didikan orang tua memang berbeda-beda kepada anak-anaknya. Boleh orang tua mendidik anak dengan caranya sendiri. Tapi jangan terlalu keras sampai-sampai itu dengan melakukan perbuatan kekerasan, itu hanya akan membuat anak merasa tidak nyaman dan akhirnya si anak melakukan hal yang tidak baik. Seharusnya orang tua harus memperlakukan anak dengan seimbang ( tidak terlalu keras juga tidak terlalu lembut)

 

Oleh : Fitriana - XI IPA-2

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.