Masuk

Tarian Pena dalam Kalbu (puisi)

Tertatih  seperti  hara

Terliuk  dalam  kebahagiaan  fatamorgana

Hanya  renta…dalam  hati  kudapatkan

Tangis  dalam  kalbu  ku  curahkah  dalam  tarian  pena

Huruf  abjadlah  yang  mampu  bicara  padaku

 

Tintalah  yang  mampu  menulis  tarian  dalam  sanubari  renta

Terkikis  seperti  tulang  yang  terus  tergerogoti

Kebahagiaan  yang  kurasakan  tak  pernah  nyata

 

Yang  ada  hanyalah  opini

Kebahagiaan  semu  belaka

Tarian  pena  yang  selalu  terukir  dalam  otakku

Tertulis  dalam  sebuah  bingkai  kebahagiaan  renta

Hanya  tangis  yang  membiarkan  semua  berlalu

 

Seruan  semulah…yang  membuatku  bertahan

Aku,  dia  dan  Tuhanlah  yang  tahu

Bagaimana  kebahagiaan  yang  akan  diberikan  kepadaku

Susahkah?  Senangkah?  Atau  tetesan  air  matakah?

Semua  akan  terjawab…

Dalam  rentan  waktu  yang  tak  ku mengerti  

 

Oleh : Dewi  Ayu  Safitri - XI IPA 3

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.