Masuk

Apa itu Gaul? (opini)

                Propaganda barat yang dimotori oleh Yahudi diakui atau tidak telah mampu menggiring kita untuk cinta materialism yang menjunjung tinggi hedonisme dan mengesampingkan nila-nilai islam. Akbiatnya banyak orang yang tergila-gila pada materi dan menganggap uang adalah segala-galanya.  Banyak pemuda yang tergila-gila dan memuja para artis seolah-olah artis telah menjelma sebagai nabi yang dipuja bahkan ditiru dan dijadikan rujukan moral dalam kehidupan. Khusunya oleh remaja sekarang ini.

                Sahabat MH, mengenai urusan mode biasanya remaja lebih tampak. Dapat kita bedakan trend remaja zaman dulu dengan remaja masa kini. Kalau dulu remaja putri masih malu-malu kalau harus memakai pakaian yang ketat, pakaian yang serba mini, atau lebih terbuka. Tapi sekarang, remaja sudah biasa dan bangga jika memakai pakaian seperti itu. Bahkan mereka akan merasa takut kalau tidak mengikuti trend, takut dibilang norak, nggak gaul, atau nggak zaman now. Tetapi tidak ada rasa takut atau malu untuk membuka auratnya, misalnya sekarang ada trend dikalangan pelajar dengan jilbab yang menampakkan rambutnya dan rok dengan ukuran yang lebih pendek.

 Sahabat MH, pernahkah kita berfikir bahwa semua trend itu berasal dari Yahudi? Kita mesti tahu bahwa Yahudi selalu berusaha untuk menghancurkan semua tatanan kehidupan termasuk kita umat islam dengan perangkap 9F. Sembilan F itu adalah film, food, fashion life style, free thinkers, financial, faith, friction, freedom of religion, dan frustasion. Selain itu Yahudi juga mempunyai obsesi besar agar seluruh dunia memakai pakaian dan bergaya hidup yang sama seperti mereka dengan membuat semboyan 3L yaitu Life, Love, and Liberty (kehidupan, cinta, dan kebebasan).

                Sahabat MH, sebagai remaja muslim kita harus mampu memilah dan memilih antara yang baik dan buruk. Jangan sampai karena ingin di katakan anak zaman now kita melupakan islam sebagai agama sekaligus identitas kita. Sebagai remaja muslim, kita harus mengetahui mengenai batasan-batasan dalam bergaul. Sekarang banyak remaja muslim yang berpenampilan ala barat. Mengaku islam tetapi tidak menampakkan keislamannya. Contohnya sekarang yang lagi gencar-gencarnya trend hijabers. Banyak wanita muslim yang memakai hijab tetapi jilbab yang hanya diselempangkan dipundak dan tidak menutup bagian dada di tambah lagi baju dan celana yang super ketat. Jilbab yang seperti ini tidak memenuhi fungsinya sebagai pelindung wanita dari godaan laki-laki.

                Sahabat MH, lalu gaul itu apa sih? Gaul dapat disamakan dengan funky. Karena kalau nggak funky ya nggak gaul, kalau pengen gaul ya harus funky. Dan kata funky wajib bagi yang yang ingin gaul. Dan menurut Ahmad Haldani D. salah seorang staf pengajar program studi kria Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, kata funky merupakan kata sifat dari kata dasar funk yang berarti bau busuk atau stinky. Maka pantas saja kalau orang yang gaul itu seperti gembel, rambut acak-acakan, penuh dengan warna cat, pakaian compang-camping, badan penuh dengan tato? Apa itu yang disebut gaul?

                Sahabat MH, kita boleh mengikuti trend karena bergaul adalah mesti atau sebuah keharusan. Tetapi dalam mengikuti trend kita harus tahu antara baik dan buruk. Jangan sampai kita hanya asal ikut dengan apa yang kita lihat dan kita harus ingat bahwa segala sesuatu telah di atur dalam Islam.

 

Oleh : Malihatus Su’ada’ (XII IPA 2)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.