Masuk

Proses Terjadinya Gerhana Bulan (artikel)

Gerhana bulan muncul apabila bulan sedang berposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang eliptika sebesar 5 derajat. Maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang eliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut dengan node yakni titik yang dimana bulan memotong bidang eliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya bila terjadi gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bulan.

Yang sebenarnya peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat, ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan kearah bulan oleh atmosfer bumi dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini mempunyai spectrum cahaya merah, itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan tersebut menampakkan warna gelap, bias juga berwarna merah tembaga, jingga maupun coklat.

Jenis-jenis gerhana bulan :

Gerhana bulan dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Gerhana bulan total dibagi menjadi 2 yaitu :
  2. Gerhana bulan total negative

Pada gerhana ini posisi bulan akan tepat berada pada daerah NTT dan warna bulan menjadi merah tetapi tidak rata.

  1. Gerhana bulan total positif

Pada gerhana ini bulan melalui titik pusat daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.

 

  1. Gerhana bulan sebagian

Pada gerhana ini bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dan sinar matahari, sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.

 

  1. Gerhana bulan penumbra

Pada gerhana ini seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra, sehingga bulan masih terlihat dengan warna suram.

Cara melihat proses terjadinya gerhana bulan

Setiap tahun diperkirakan gerhana bulan ini dapat terjadi dua sampai lima kali. Gerhana bulan total lebih jarang terjadi. Lain halnya dengan gerhana matahari. Gerhana bulan dapat dinikmati dengan mata telanjang sehingga aman untuk dilihat secara langsung dan tidak berbahaya. Untuk dapat menikmati gerhana bulan dengan jelas, dapat dengan menggunakan alat seperti telesakop dan teropong.

Ketika gerhana bulang sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan shalat gerhana (shalat khusuf).

 

Oleh: Ayu Wulandari – X IIS 1

Terakhir diperbarui pada Senin, 05 Februari 2018 10:20

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.