Masuk

Hidup Sederhana Merupakan Kunci Kebahagiaan

            Dalam kesederhanaan ada kebersahajaan yang menuntun kepada kebahagiaan nurani karena yang kita butuhkan hanyalah sedikit dan tidak selalu berupa materi.

            Kesederhanaan memiliki arti yang luar biasa sebagai energi kehidupan. Energi untuk bertahan, member serta energi untuk mensyukuri hidup itu sendiri. Memang tidak mudah untuk menerapkan kesederhanaan dalam diri dan kehidupan sehari-hari kita.

            Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kesengsaraan, kemiskinan, kemelaratan ataupun hidup serba kekurangan. Kesederhanaan merupakan pola piker hidup yang proposional, tidak berlebihan dan mampu memprioritaskan sesutau yang lebih dibutuhkan.

            Ada seorang laki-laki tua tiba disebuah desa setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan laki-laki tua tersebut untuk mampir sejenak kerumahnya. Kemudian pria yang kaya raya tersebut menghidangkan beraneka macam makanan dan minuman yang lezat. Laki-laki tua itu hanya memandangi semua makan andan minuman yang dihidangkan itu.

            Dengan santun ia bertanya “ Bolehkah saya meminta air putih saja? “ sebuah permintaan yang sangat sederhana. “Hanyaitu?” kata sang pemilik rumah kembali bertanya “iya tuan, hanya itu” kata laki-laki tua itu. Kemudian laki-laki tua tersebut langsung meminum segelas air putih yang telah dihidangkan. Nampak betul-betul ia menikmati setiap teguk air putih yang ia minum sampai habis. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan segelas air putih lagi. Tetapi laki-laki tua tersebut menolak dengan bahasa yang sangat santun.

“Kenapa?” Tanya sang pemilik rumah keheranan,

“Karena saya tidak ingin menikmati dari segelas air putih yang sebelumnya akan berkurang” jawab laki-laki tua itu dengan tersenyum.

            Sebenarnya untuk merasa bahagia dibuthkan kemauan saja “Most people are about as happy as they make up their mind to be” orang-orang merasa bahagia ketika mereka memutuskan untuk berfikir bahwa mereka bahagia.

            Dari kisah tersebut dapat kita pahami bahwa kebahagiaan ada pada kesederhanaan, cukup untuk kita nikmati.

 

Oleh : Ika Zulfiana (XII IPS 1)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.