Masuk

Valentine Day dalam Pandangan Islam (artikel)

Urusan yang satu ini memang tidak ada habisnya setiap tahun. Setiap kali ada yang sadar akan bahaya virus merah jambu ini, setiap kali ada generasi baru yang super polos menerima apa yang didakwahkan oleh kapitalis hedonis tentang apa yang harus mereka lakukan pada 14 Februari.

Remaja memang target utama setan (ada bentuk jin, ada bentuk manusia) dalam menjajakan cinta palsu, yaitu cinta berbalut syahwat. Wajar saja kenapa remaja yang dipilih, ini dikarenakan masa remaja merupakan saat-saat mencari jati diri, bahasa kerennya aqua age. Ibarat air, remaja bisa berubah cepat mengikuti lingkungannya. Bila lingkungannya baik, dia pun ikutan baik, dan bila lingkungannya buruk, maka mereka ikuti pula.

Remaja bukan lagi anak-anak, namun belum sampai dewasa, apalagi kolot. Anak baru gede (ABG), itulah bahasa gaulnya. "Apanya yang gede?" Ya semuanya, mulai dari badannya, tenaganya, juga nafsunya. Bahasa agamanya yakni sudah akil baligh.

Banyak yang mengumbar nafsu bertopengkan cinta, padahal yang dicari adalah kenikmatan fisik belaka. Hal ini terjadi bukan hanya sekedar karena ada niat dan usaha lelaki, tapi juga wanita yang memberikan kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

Agar remaja generasi penerus Islam lalai dengan agamanya, mereka dihujani dengan doktrin-doktrin tentang cinta menyesatkan. Contoh yang paling mudah, yaitu Valentine Day. Setiap 14 Februari, para remaja diarahkan untuk merayakan hari cinta, hari kasih sayang.

Dari segi akidah, iman pun tergadai dengan adat kebiasaan yang bukan dari Islam. Dari segi kehormatan lebih parah lagi, Valentine Day sudah menjelma menjadi ajang pelepasan kehormatan secara massal.

Nasihat Allah dan Rasul-Nya kepada manusia berkaitan dengan Valentine Day dan perayaan lainnya yang bukan dari Islam dan segala budaya yang mengajak manusia mendewakan manusia serta nafsunya dan akhirnya meninggalkan Allah.

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ 

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi Pelindung dan Penolong bagimu." (QS Al-Baqarah [2]:120)

 

Oleh: Yunita Hidayah – XI IPA 2

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.