Masuk

Awan Menangis (puisi)

Tatkala pagi

Ku tak melihat sinar sang mentari

Langit biru yang biasa turut melengkapi

Ku hanya melihat tetesan air mata

Tanyaku pada diriku

Siapa gerangan yang menangis pagi ini ????

Langitkah ? Ataukah ataukah sang mentari ????

Mungkin, para awan yang sedang menangis

Dan baru aku tersadar

Ternyata Tuhan menurunkan anugerahnya yaitu hujan

Hujan telah sampai pada masanya

Menjadi kabar gembira bagi bunga-bunga

Mereka pun bersuka ria

Bak pelangi tersenyum setelah hujan

Hingga.......

Senja tiba tanpa warna

Hanya mendung kelabu

Dan gemuruh yang tengah gaduh

Pikirku ????

Sebegitu bencikah langit pada sang surya ????

Hingga tak diizinkan tersenyum pada dunia

 

Oleh : Zulfa Zuroida - X MIA - 3

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.