Masuk

Sebatas Mencium Bau Surga (cerpen)

Terlihat sebuah universitas yang sangat megah, salah satu universitas terkenal di kota Jakarta. Terlihat seorang wanita berlari mengejar seseorang yang jauh didepannya, “ Lusi!!” ucap wanita itu sambil berlari. Wanita yang dipanggilnya lusi menoleh ke belakang, lusi mendapati seseorang mengejarnya dengan nafas tersengal-sengal,” Ya Allah, Felly”  wanita yang dipanggilnya felly, berhenti tepat didepannya “ Ikut.. huhh.. gue.. yuk..!!” ucap felly dengan nafas tersengal, “Ikut kemana? Ini kan masih ada mata kuliah fel” jawab Lusi.

Gue dapet tugas buat laporan tentang pengemis atau anak jalanan, ya pokoknya kaya gitu deh. Dan harus dikumpulkan besok!” terang felly panjang lebar dengan nafas yang masih ngos-ngosan

“ Sadis banget kan pak juna?” Lanjut felly. Lusy membulatkan mulutnya sambil manggut-manggut pertanda mengerti perkataan Felly,”Yaudah ntar sore gue temenin, lo udah mutusin buat berhijab kan?” Tanya Lusy.

“Gimana ya? Kayaknya belum deh. Yang penting akhlaqnya aja dulu yang baik, yang bener. Soal nutup kepala mah gampang, lagi pula baju gue udah sopan” terang Felly.

“Kenapa nggak sekalian aja sih, istiqomah buat berhijab. Sekarang lo pake hijab sekalian sampe sore aja. Lagi pula nanggung juga “ Lusy mencoba membujuk Felly yang keras kepala melebihi batu.

“Sekarang kan udaranya sejuk karena masih pagi, kalau ntar sore gerah, panas apalagi kalau pake hijab, lagian pakaian gue udah sopan kok, jadi nggak jadi masalah kalau gue nggak pake hijab” ucap felly yang masih bersikukuh pada keputusannya.

“Yaudah deh Fel, terserah lo, gue Cuma bisa doain” jawab Lusy pasrah, “ ntar sore jadi kan?” Tanya Felly yang hanya dijawab anggukan Lusi, “Oke! Jam 3 ya” ucap Felly. (Skip)

Jam menunjukkan pukul 23.45, setelah mengerjakan tugasnya Felly beranjak untuk tidur.

Didalam mimpi Felly, Di dalam ruangan yang sangat terang, Felly melihat tempat yang sangat indah. Ketika ia mencoba mendekat tempat itu akan semakin menjauh, “ itu adalah surga” ucap suara asing yang tiba-tiba muncul. “siapa kamu?” Tanya Felly kepada suara asing. “kamu tidak perlu tahu siapa aku!  Yang perlu kamu tahu, kamu tidak akan pernah bisa mask kedalam surga jika kamu tidak merubah penampilanmu mulai dari sekarang” ucap suara itu lantang. Tiba-tiba felly mencium bau yang sangat harum, “bau apa ini, wangi sekali” Tanya Felly, “ tapi kenapa mereka bisa masuk, sedangkan aku tidak” Tanya Felly sekali lagi karena melihat orang-orang yang masuk ke dalam surga. “Itu adalah sebuah konsekuensi, kamu yang hanya bisa mencium baunya karena kamu tidak menutup! Dan selamanya akan seperti itu nantinya di akhirat, jika kamu tidak menutup auratmu!, Berubahlah sebelum terlambat!!” tiba-tiba Felly terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal. Felly segera mengambil wudlu dan melaksanakan sholat taubah, memohon ampun kepada Allah.

Keesokan harinya ketika dikampus, Felly menceritakan apa yang ada dimimpinya tadi malam kepada Lusy, Lusy sangat senang mendengar keputusan sahabatnya itu,” Alhamdulillah, gue seneng banget, akhirnya doa-doa gue dikabulin sama Allah.

“Makasih ya lus, lo udah nasehatin gue walau nggak pernah gue dengerin, selalu gue remehin” ucap Felly menyesal.

“Nggak apa-apa, yang penting sekarang lo udah mutusin buat berhijab, gue udah seneng banget. Jadi nanti di akhirat insyaallah kita bisa sama-sama masuk Jannah-Nya”

“Amin” ucap Felly. Lalu mereka saling berpelukan , Felly sungguh tak pernah menengar nasehat Lusi, dan sangat bersyukur mendapatkan sahabat seperti Lusi yang menuntutnya menujur Jannah-Nya.

 

Oleh : Hesti Prihandari – XI IPA 3

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.