Masuk

Hitam Putih Kehidupan (artikel)

Manusia diciptakan dalam keadaan sempurna dari makhluk lain. Namun manusia sendiri memiliki berbagai kemelut masalah maupunkebahagiaan dan pastinya tak luput dari penderitaan. Dalam kehidupan yang kita jalani telah terjadi berbagai kejadian, entah itu sebuah kejadian buruk maupun kejadian baik. Banyak orang yang menganggap bahwa kehidupan itu tidak adil. Benarkah? Jelas itu tidak! Karena sesungguhnya Allah swt. telah mengatur kehidupan manusia secara adil dan seimbang antara kebahagiaan dan penderitaan. Antara hitam dan putihnya kehidupan.

            Kebahagiaan, kebahagiaan selalu dianggap oleh semua orang sesuatu yang sangat diimpikan, diinginkan, dan diharapkan. Kebahagiaan dianggap sebagai putihnya kehidupan. Dengan kebahagiaaan manusia bisa mengungkapkannya dengan senyuman, semangat, dan bersyukur. Tetapi kebahagiaan bukanlah hal yang utama yang diimpikan tetapi ridho Allah-lah yang utama untuk diimpikan, setelah mendapat ridho Allah, kebahagiaanlah sebagai bonusnya.

            Penderitaan, penderitaan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan untuk bahagia saja melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.

            Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaaan merupakan energy untuk bangkit seseorang atau bisa sebagai langkah awal seseorang untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Karena dari penderitaan tersebutlah manusia akan termotivasi. Penderitaan dianggap sebagai “Hitamnya Kehidupan”. Karena penuh dengan kegelapan dalam hidupnya.

 

Oleh : Luthfiana Achadiyah - XII IPA 2

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.