Masuk

Pendidikan (artikel)

Pendidikan

Oleh : Isti Ratna Ningrum XII -  IPS 1

Pendidikan itu jika boleh diibaratkan seperti pisau, apabila terus di asah dengan sistem pendidikan yang baik maka akan terlahirlah pemuda indonesia yang hebat, begitupun sebaliknya.Era zaman dahulu dan sekarang memang telah berubah, namun pendidikan adalah hal nomor satu yang masih menjadi prioritas untuk memajukan suatu negara hingga saat ini. Bayangkan saja jika sistem pendidikan disebuah negara berjalan dengan tidak baik, maka sudah pasti negara tersebut berada dibawah ambang kehancuran. Karena pastinya hampir seluruh rakyatnya hanvur moralnya, pengetahuan yang minim, dan tingkat kejahatan yang tinggi karena banyak rakyat yang miskin karena tidak pintar sehingga tidak bisa bekerja.

Sistem pendidikan di Indonesia sendiri, penulis lihat sangat berorientasi pada nilai angka. Hal itu bisa anda lihat atau justru anda sendiri yang mengalaminya, dimana nilai angka 10 jauh lebih beharga dari pada bobroknya moral. Penulis rasa itu adalah sistem pendidikan yang sangat tidak baik, karena bagaimanapun juga nilai akademis bukan lah segalanya, karena ada yang jauh lebih penting, yakni baik atau buruknya moral suatu siswa.

Penting,Tapi pintar mengantri jauh kebih penting. Percuma saja jika nilai suatu siswa sempurna mendapat nilai 10, tetapi tidak diimbangi dengan akhlaknya yang baik. Negara maju seperti Australia dan Jepang pun justru lebih mementingkan pembentukan normal siswa ketimbang akademisnya, namun ingat akademis juga tetap penting. Ada sebuah cerita menarik dari guru Australia tidak sedih jika nilai matematikanya muridnya jelek, dan beliau akan sedih jika siswanya tidak mampu mengantri dengan baik. Loh ko ngantri?? Ya, karena dengan mengantri kita bisa mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga bagi kehidupan.

Dengan mengantri yang benar dan sesuai urutan alias tidak mendahului orang yang telah lebih dahulu datang, berarti kita telah mendapatkan beberapa mral yang sangat beharga gunanya bagi hidup.

 

 

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Kekuatan Doa (artikel) Doa (artikel) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.