×

Warning

JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Error loading component: com_content, Component not found

Masuk

Sesuatu di Sepatu (cerpen)

Oleh : Azna Zamhariroh – X IIS 2

            Di pagi hari, jarum jam menunjukkan pukul 06.43 WIB. Wirda pergi ke sekolah dengan perasaan gelisah dan tergesa – gesa. Dia takut ketahuan oleh kepala sekolahnya, karena hari ini ia terlambat. Katanya sih, kepala sekolahnya tegas dan disiplin. Tapi, denger – denger kepala sekolahnya juga ganteng sih. Wirda pun berjalan sangat cepat sampai ia tak tahu kalau ada sesuatu yang bisa membuatnya malu.

            Dengan menghela napas yang panjang, Wirda merasa agak lega. Wirda sampai di sekolah tepat ketika bel berbunyi. Dengan percaya diri, Wirda masuk kelas dan tersenyum kepada teman sebangkunya, Ola. Ola pun membalas senyum Wirda, kemudian Wirda duduk.

            Salah satu temannya ada yang mencium aroma tak sedap dan aneh. Kemudian secara tak sengaja, Wirda menggosokkan sepatunya di bawah meja. Dia pun melihat kotoran kucing. Wirda pun merasa malu, dan hanya memberitahukan kepada Ola, teman sebangkunya. Tapi, lama kelamaan semua temannya tahu kalau Wirdalah yang menginjak kotoran kucing itu. Wirda pun diejek oleh temannya. Dia malu sampai mukanya memerah.

            Ketika bel istirahat berbunyi, Wirda mengajak Ola ke kamar mandi untuk membersihkan sisa kotoran kucing yang menempel di sepatu dan di bawah mejanya.

            Makanya, kalau jalan itu lihat- lihat.. Awas ada kotoran kucing,,

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.