Masuk

CERPEN - JANTUNGKU JANTUNG IBUKU

Jantungku Jantung Ibuku

Oleh:X IIS-3

 

Seorang gadis berjalan menyusuri jalanan, dia bernama Sella, seorang gadis yang tak pernah tahu dimana ayahnya. Sella tinggal berdua dengan ibunya di sebuah gbuk kecil, ibunya seorang pedagang kue keliling, ibunya berjuang tanpa lelah demi mencukupi kebutuhan anak tunggalnya.

Sella malu mempunyai ibu yang hanya bisa berdagang kue keliling, di sekolahnya Sella mengaku menjadi orang kaya. Sella sangat dibenci oleh Leni, teman Sella yang berasal dari keluarga sangat kaya. Leni mempunyai handphone pengeluaran terbaru, dia menyombongkan dirinya di depan Sella dan teman-temannya.

"hai, Sel, gue punya handphone baru, nih. Mana handphone lo? Kok gue gak pernah lihat lo bawa handphone, ya. Katanya kaya, iyakan teman-teman?!" Ujar Leni disambut gelak tawa teman-temannya. Sella yang dipermainkan merasa jengkel. Dengan tegas Sella menjawab, "handphone gue di rumah dong! Gue kan nggak sombong kaya lo!" Kata Sella sengit.

"Oke! Kalau gitu besok lo harus bawa handphone lo ke sekolah!" Balas Leni tak kalah sengit. Sella memandang tajam Leni sambil melangkahkan kaki keluar kelas.

Selepas pulang sekolah, Sella meminta ibunya untuk membelikan handphone baru, ibunya keberatan, tetapi Sella mengancam akan pergi dari rumah. Akhirnya ibu Sella terpaksa mencuri di rumah tetangganya, dan membelikan handphone untuk Sella.

Keesokan harinya, Sella meletakkan handphone barunya di depan Leni sambil tersenyum sinis. Leni pergi dengan raut wajah muram, karena handphone Sella lebih mahal daripada miliknya.

Pulang sekolah Sella melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya, betapa kagetnya Sella saat rumahnya ada banyak polisi yang menangkap ibunya. Sella menangis dan memeluk erat ibunya, "ini ada apa, Ibu?" Tanya Sella disela isak tangisnya.

"Jaga diri baik-baik, ya," jawab ibunya sambil memcium kening Sella, setelah itu ibunya dibawa oleh polisi menuju kantor polisi.

Sella terus mengejar ibunya sampai tak menyadari sebuah truk ada di depan matanya.

Tubuh Sella terlambung tinggi, darah mengalir dari tubuhnya dengan derasnya. Ibunya yang melihat itu, menangis dengan derasnya, layaknya darah yang mengalir dari tubuh Sella. Ibunya meminta izin kepada polisi untuk menemani putrinya menuju rumah sakit, polisi mengizinkan dengan syarat dia harus ditemani salah seorang polisi.

Sesampainya di rumah sakit dokter mengatakan bahwa Sella tak bertahan lama, tulang rusuk Sella patah dan menusuk jantungnya. Ibu Sella tercengang dengan penyataan dokter selanjutnya, Sella harus segera mendapat donor jantung. Tak banyak pikir, Ibu Sella segera mendonorkan jantungnya untuk sang buah hati, putrinya tercinta. Tetapi ada satu yang ia pikirkan, setelah ini putrinya akan tinggal dimana? Ya Allah, akan dikemanakan putrinya. Ia tak bisa membayangkan bila putrinya akan menjadi gelandangan. Polisi yang menemani Ibu Sella menjadi tak tega, polisi yang diketahui namanya Rendi itu menawarkan dirinya untuk merawat Sella hingga ia menjadi sukses. Setelah mendonorkan jantungnya, Ibu Sella meniggal dunia, tanpa sepengetahuan Sella.

Setelah beberapa hari, akhirnya Sella siuman. Sella merasakan dadanya nyeri. Sella menoleh kearah nakas, mencari minum, namun ia menemukan sebuah kertas tergeletak di atas nakas, Sella mengambilnya lalu membukanya. Ternyata sebuah surat.

Sayang, maafin ibu ya, Nak..

Ibu ndak bisa nemenin Sella sampai besar..

Nurut sama Pak Rendi ya, Nak..

Jaga kesehatan Sella sekarang..

Disana, di dalam tubuh Sella, jantung Ibu selalu berdetak bersamamu

Kelak jika Sella rindu sama Ibu, cukup rasakan detak jantung ibu..

Ibu sayang Sella

 

Air matanya terus mengalir. Tiba-tiba Rendi masuk ke kamar rawat Sella. " Ada apa Sella, kenapa menangis ?" tanya Rendi cemas. Perlahan Rendi melihat surat yang dibuat ibu Sella sudah terbuka. "Sella ingat ! ibu kamu sudah bahagia dialam sana, doakan dia Sella bukan menangisinya" kata Rendi yang sudah tahu situasi yang terjadi. Sella sadar dia harus mendoakan ibunya, bukan malah larut dalam gelombang kesedihan. Akhirnya Sella menjadi orang yang sukses bersama Rendi yang sudah dianggap menjadi keluarganya.

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « PUISI - UNTUK SAHABATKU PUISI - BANGKIT »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.