Masuk

ARTIKEL - KITA BUKAN NEGARA BONUS

Kita Bukan Negara Bonus

Oleh : Eko Ferdian Syamsudin

 

Indonesia lahir pada tanggal 17-08-1945 itupun tidak mudah. Perjuangan, keberanian, dan kematian yang menghantarkan jiwa para pahlawan untuk Indonesia merdeka. Merdeka bukanlah kata satu makna, merdeka adalah kata yang bermakna jamak dan bahkan bersayap-sayap. Para pahlawanlah yang mengantarkan kemerdekaan bagi Indonesia. Sejak itulah para pahlawan membela Indonesia yang ingin diduduki orang asing. Syukur kita persembahkan atas jasa para pahlawan yang melahirkan kebahagiaan atas kemerdekaan 45.

10 November adalah hari pahlawan, karena titik perjuangan untuk memerangi penjajahan di negara kita. Jasamu begitu besar atas negeri ini maka pahlawan menyatakan merdeka..... merdeka....merdeka.....untuk negeriku ini. ''Kita bukan negara bonus'' demikian kata Kyai Kerah Sakti. Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia, karena hasil perjuangan para pejuang terdahulu. Mereka memberi nyawa, darah dan harta demi kemerdekaan. Kita sebagai generasi penerus masih kurang apa? kita bukanlah negara bonus.

Peperangan tidak pernah kita rasakan, kita hanya menikmati kemerdekaan, kita patut bersyukur lahir di Indonesia. Indonesia kurang apa? tanya Kyai, kita makan ketela yang kita tanam adalah kayu, kita makan nasi yang kita makan rumput, dan penghafal al-qur'an terbanyak di dunia termasuk Indonesia.

Pendakwah pemilik nama asli K.H. Abdul Mutholib ini menjelaskan bahwa indonesia merdeka di luar jangkaun akal manusia. Ibarat tinju, orang Indonesia diam sementara penjajah memukul terus. Secara syari'at Indonesia menang modalnya adalah bambu runcing.

Bagaimana dengan keadaan sekarang ini, para pahlawan terdahulu berani mengorbankan nyawanya tapi sekarang ini banya rakyat menjadi korban dalam bidang politik. Pemerintah memakmurkan keluarga dan anggotanya dimana sistem demokrasinya.

Para pahlawan berjuang penuh di berbagai bidang kehidupan. Itu semua dititipkan kepada generasi penerus bangsa untuk itu mari kita bersyukur atas jasa para pahlawan untuk negeri tercinta ini.

 

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.