Masuk

ARTIKEL - PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19

Pembalajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19

Al Vianti Nurul Hikmah (XII Mia 2)

 

       Saat ini corona menjadi pembicaraan yang hangat. Dibelahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari corona virus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.

       Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus corona ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan seperti, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Covid-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019.

       Hal tersebut membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020.

       Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada dirumah. 

    Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui komputer/laptop, dan handphone yang terhubung dengan jaringan internet. Guru dapat melaksanakan pembelajaran melalui WhatsApp, telegram, Instagram dan media lainnya sebagai media pembelajaran semua sektor merasakan dampak corona salah satunya dunia pendidikan. Bagi siswa yang tidak mempunyai handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok. Mulai belajar melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, diberi pertanyaan, mengabsen melalui voicenote yang tersedia di WhatsApp. Materinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit. 

        Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat penting bagi siswa yang orang tuanya berpenghasialan rendah atau dari kalangan kurang mampu. Permasalahan yang menjadi kendala pembelajaran bagi siswa yang lainnya adalah tempet tinggal siswa yang sulit mendapat jaringan internet. Sehingga pembelajaran daring kurang optimal.

        Ada sebuah pelajaran yang dapat di petik dari dunia pendidikan di tengah pandemi covid 19, yakni belajar dengan tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring. Pembelajaran daring secara penuh, akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orang tua. Beberapa guru di sekolah mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran tatap muka langsung, karena beberapa materi harus di jelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Selain itu, materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa di pahami semua siswa.

       Disamping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa covid 19 ini tergantung kedisiplinan semua pihak, baik siswa maupun guru. Semoga pandemi covid 19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula. 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.