Masuk

Cerpen-Rajin Belajar

Rajin Belajar

Oleh: Rahma Fitriyani (11 IIS-2)

 

 

     Hari Sabtu yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai melaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelasnya masing-masing untuk belajar di dalam kelas. Hari ini ada empat mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

     Mata pelajaran pertama adalah Matematika. Bapak Guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 7 sampai 8. Suasana di dalam kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh Bapak Guru tersebut. Setelah selesai, kemudian Pak Guru berpesan kepada murid-muridnya untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu akan diadakan tes dadakan.

     Setelah selesai melaksanakan proses belajar di sekolah, para siswa kemudian pulang ke rumahnya masing-masing. Shinta, Kalya, dan Nayla pulang bersama, mereka bertiga berjalan kaki karena jarak sekolah ke rumah dekat. 

"Setelah makan siang nanti kita bermain bersama, ya? Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ayahku dari Bandung." Pinta Nayla kepada kedua temannya.

"Asyik." Ucap Shinta dengan penuh kegembiraan.

"Gimana Kal, kamu bisa ikut nggak?"

"Aku tidak bisa ikut. Aku mau belajar saja, karena tadi kan Pak Guru berpesan untuk belajar karena besok akan ada tes dadakan." Ucap Kalya dengan polosnya.

     Sesampai di rumahnya, Kalya langsung ganti baju, makan siang, dan tidur siang agar malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali ia bertanya kepada ayahnya jika ada yang kurang paham dengan materi yang ada di buku.

     Sedangkan Shinta dan Nayla asyik bermain boneka hingga larut sehingga mereka tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinya, mereka mangkat bersama. Sesampai di kelas memang ada tes dadakan. 

     Shinta dan Nayla merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Pak Guru dan akhirnya mereka mendapat nilai jelek sehingga mereka harus mengulang tes susulan. Lain halnya dengan Kalya, ia mendapat nilai terbaik di antara teman satu kelasnya karena ia sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Bapak Guru meminta Shinta dan Nayla agar belajar dengan Kalya.

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.