Masuk

Cerpen - Kurangin Insecure Banyakin Bersyukur

Kurangin Insecure Banyakin Bersyukur

Fitakhul Khasanah (XII IIS-2)

 

      Seorang siswi bernama Ana merupakan salah satu siswi yang pandai dan cantik di sekolahnya. Tak jarang semua siswi satu kelasnya merasa iri dengannya, salah satunya adalah Elsa, ia gadis yang suka insecure jika melihat Ana. Hingga suatu hari Elsa mengajak Ana untuk belajar bersama di perpustakaan saat jam istirahat.

"An, yuk ke perpustakaan. Aku mau belajar bareng sama kamu." Ucap Elsa,

"Ayo El, dengan senang hati." Jawab Ana sambil tersenyum pada Elsa.

Sesampainya di perpustakaan, pada 10 menit awal mereka memang belajar. Setelah beberapa menit kemudian, Elsa membuka pembicaraan.

"An, kamu tuh ya udah pintar, cantik lagi. Gak kayak aku udah gak pintar, buriq pula." Ucap Elsa yang merasa kurang dari Ana.

"Elsa, kamu gak boleh ngomong kayak gitu, ingat manusia itu diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing." Kata Ana yang belum selesai namun sudah dipotong Elsa.

"Iyaaa dan aku diciptakan hanya dengan kekurangan tanpa kelebihan."

"Husss, cukup jangan ngerendahin diri sendiri dan jangan su'udzon sama Allah. Kamu itu cuma belum menemukan kelebihan kamu saja, coba deh pasti ada satu sisi atau kamu punya kemampuan apa gitu, kamu bisa ngembangin itu." Kata Ana.

"Tapi, aku gak punya bakat apapun, An." Ucap Elsa yang merasa dirinya tak punya bakat yang bisa dibanggakan.

"Kalau kamu belum punya bakat, kan semua hal bisa dipelajari El. Jadi, kamu harus rajin belajar. Syukur-syukur kamu punya minat di bidang apa gitu, terus kamu bisa mempelajarinya." Kata Ana.

"Iya sih, sebenarnya aku punya minat di bidang olahraga basket. Tapi, aku malu masa cewek main basket." Ucap Elsa.

"Udah gak usah malu, jalanin aja dulu. Lagian kan jarang-jarang cewek suka main basket apalagi jago main basket. Aku aja gak bisa El, main basket." Ucap Ana memberi saran pada Elsa dan dijawab Elsa, "Iya udah, aku bakal ngembangin minat aku di bidang ini, makasih sarannya."

"Iya, sama-sama." Jawab Ana.

      Berhubung sebentar lagi jam istirahat selesai, mereka berdua pun kembali ke kelas. Dalam perjalanan menuju kelas Elsa kembali berbicara, "Emmm, An tapi kan aku juga ingin cantik kayak kamu." Mendengar itu, Ana pun menghentikan perjalanannya lalu menoleh ke Elsa dan berkata, "Ya ampun Elsa, kamu itu udah cantik kok, lagian cantik fisik aja gak mastiin hatinya baik kan, mending juga cantik dari dalam. Coba deh kamu buat percaya diri dan banyakin senyum pasti kecantikan kamu bakal terpancar dengan sendirinya. Dan satu lagi, cantik itu relatif semua wanita punya ciri khas kecantikannya masing-masing."

Jawaban Ana yang panjang lebar itu berhasil membuat Elsa sadar.

"Jadi, sekarang kamu harus bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih ke kamu." Tambah Ana.

"Iya An, makasih ya sarannya, mulai sekarang aku bakal ngurangin insecure dan banyakin bersyukur."

Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan kembali ke kelas mereka masing-masing.

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.