Masuk

Cerpen-Sehat itu Mahal

Sehat itu Mahal

Oleh : Diyah Ayu Puspita Sari (XII MIA-2)

      Terbaringlah di kamarnya yang dipenuhi oleh mainan dan peralatan sekolahnya, juga ada beberapa obat demam dan obat flu yang tampak di kamar Alif. Alif adalah anak dari ibu Ina dan bapak Banu. Karena ia anak tunggal, ia sangat dimanja oleh kedua orang tuanya terutama oleh sang ibu, karena sangat dimanja Alif jadi anak yang bandel dan suka membantah perintah kedua orang tuanya. Kejadiannya tiga hari yang lalu. Waktu itu Alif dan teman-temannya pulang dari sekolah, namun di tengah jalan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Teman-teman Alif memilih berteduh,namun tidak dengan Alif, ia justru memilih untuk hujan-hujanan daripada berteduh dengan teman-temannya. 

     "Alif, kenapa kamu basah kuyup begini? Kamu habis hujan-hujanan ya?" tanya pak Banu dengan nada marah saat Alif sudah sampai di rumah. "Ayah, anak baru pulang jangan langsung dimarahi, kasihan Alif lagi kedinginan. Nanyanya nanti aja yah, sekarang Alif mandi dulu," ujar ibu Ina. Alif langsung bergegas mandi dan istirahat. "Tuh kan ibu jangan memanjakan dia, dia jadi suka membantah." ujar pak Banu pada bu Ina. "Iya yah,nanti Ibu akan nasehati dia," Kemudian Ibu membuatkan teh hangat untuh Alif. Saat ibu Ina sudah di kamar Alif, ia melihat Alif yang sedari tadi bersin-bersin dan badannya sangat panas. "Alif, kenapa? Alif sakit?" tanya sang ibu. " Alif enggak tahu Bu, tiba-tiba badan Alif jadi panas banget dan dari dari tadi Alif bersin melulu, Bu." "Ya sudah kita ke dokter aja ya," saran Bu Ina. "Tidak Bu, Alif tidak mau. Alif ingin makan es krim aja ya."

    "Alif kamu kan lagi sakit, nggak boleh makan es krim dulu ya Nak." nasihat Ibu Ina. " Ya kali ini saja ya Bu." Alif memohon. "Tidak Alif, kalau kamu tidak mau Ibu ajak ke dokter, lebih baik kamu istirahat aja Nak." Akhirnya Alif pun menurut. Tapi sikapnya yang suka membantah perintah ataupun nasehat orang tuanya itu muncul. Pada malam hari ketika ayah dan ibunya tertidur, Alif diam-diam mengendap menghampiri lemari es dan mengambil es krim, lalu melahapnya sampai habis.   

    Pagi harinya, demam Alif semakin parah. Orang tuanya sangat khawatir. Mereka langsung membawa Alif ke dokter. Setelah diperiksa dan diberi obat, Alif mulai menyesali perbuatannya. Melihat Alif yang tampak sedih, ibupun bertanya. "Alif kenapa, kok sedih?" "Alif minta maaf yah, bu. Tadi malam Alif makan eskrim, jadi sakit Alif semakin parah," "Jadi semalam kamu tidak nurutin nasehat ibu?" "Iya bu maafin Alif ya, Alif janji deh nggak akan ngulangi lagi." "Iya nak ibu maafin. Tapi kamu tidak boleh ngulangi lagi ya, dan jangan suka membantah perintah orang tua," "Iya lif, jangan diulangi lagi ya. Kesehatan itu mahal harganya. Diluar sana banyak orang yang sakit dan menghabiskan uangnya demi menyambuhkan sakit yang dideritanya karena ingin sehat. Maka dari itu selagi masih diberi kesehatan dari Allah SWT. Kita harus menjaga kesehatan dengan baik," nasehat pak Banu. 

   Kini Alif jadi anak yang penurut, dan ia sering kali memperingatkan teman-temanya untuk menjaga kesehatan. Karena kesehatan itu mahal. 

Terakhir diperbarui pada Kamis, 25 Februari 2021 13:42

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.