Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Catatan Akhir Tahun 2020: Menerobos Tahun yang Sulit

MAMHTROSO.COM -- Sahabat luar biasa, tanpa terasa, kita sudah menginjak hari terakhir di tahun 2020, dan esok hari memulai lembaran baru tahun 2021.

Tahun 2020 telah menjadi tahun yang sangat sulit bagi kita, dan masyarakat dunia pada umumnya, karena adanya bencana pandemi Covid-19 .

Pandemi Covid-19 merupakan musibah luar biasa yang mempengaruhi dunia dan memporak-porandakan ekonomi banyak negara, perusahaan, serta individu. Saya kira, 90% usaha berada dalam keadaan stagnan, mundur, bahkan bangkrut dalam situasi ini—kecuali usaha-usaha tertentu seperti jasa pengiriman, online shops, kesehatan, serta industri telekomunikasi.

Pandemi ini juga telah mengubah cara hidup dan cara berpikir miliaran manusia penduduk Bumi, membuat kita hidup dalam era New Normal (Normal Baru).

Bagi saya, pandemi Covid-19 ini merupakan “musibah kemanusiaan”; namun mengandung pembelajaran , ujian dan pendidikan agar manusia menjadi semakin matang dan dewasa.

Lalu, kapan musibah ini akan berakhir? Belum ada seorang pun yang mampu menyatakannya secara tepat.

Jaga Jarak dan Pakai Masker di Tempat Umum

Bagi saya, yang utama di tahun 2021, dibutuhkan kesadaran dan pola pikir yang benar dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin agar terhindar/tidak terjangkit virus Corona. Juga dibutuhkan: asupan gizi dan pola makan yang seimbang, olahraga rutin, serta konsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

Dari segi ekonomi, kita tetap memelihara apa yang sudah kita jalani, serta jeli melihat peluang ekonomi dan bisnis yang bisa dilakukan di tahun 2021.

Sementara dari segi spiritual, musibah ini membuat kita menyadari betapa kecil dan rapuhnya manusia di hadapanNYA dan dalam lingkup alam semesta ini.

Menghadapi situasi yang tidak menentu ini, kita perlu sejenak kembali ke titik netral (nol) dari segala kegaduhan duniawi. Dalam pikiran dan batin yang bersih, kita pasrah, bersabar, dan berserah diri kepada Sang Mahakuasa sambil menjalani kehidupan ini dengan enjoy, apa adanya. Dan tidak lupa untuk terus melatih kepekaan dan empati kita terhadap sesama yang membutuhkan, dengan berbagi —baik berupa materi, ataupun dukungan moral.

Kita berharap, dengan kekuatan doa ditambah keberadaan vaksin, wabah Covid-19 bisa berangsur menurun sekaligus tidak menyebar lebih luas lagi. Seiring berjalan waktu pun, diharapkan usia virus Corona semakin berkurang di Bumi ini.

Mari kita sambut Tahun Baru 2021 dengan hati penuh syukur, doa, senyum dan optimis!
Semoga kita semua tetap sehat dan berbahagia …

Salam Hangat Luar Biasa!!

Selamat Tinggal 2020 …
Selamat Datang Tahun Baru 2021!
Happy New Year!!

https://andriewongso.com/catatan-akhir-tahun-2020-menerobos-tahun-yang-sulit/

Ribuan Warga Arab Saudi Berduyun-duyun Lakukan Vaksinasi

MAMHTROSO.COM -- Ribuan orang berbondong-bondong ke pusat vaksinasi di Riyadh, Jeddah, dan Provinsi Timur untuk menerima vaksin virus corona. Menurut Kementerian Kesehatan Saudi, outlet medis khusus serupa akan segera dibuka di semua wilayah Kerajaan.

Kementerian telah mengundang semua warga Saudi dan ekspatriat mendaftar untuk divaksin melalui aplikasi Sehaty. Pengguna dapat mendaftar setelah mengunduh aplikasi melalui http://onelink.to/yjc3nj. 

Dilansir dari Arab News, Rabu (6/1), mereka akan menerima pesan teks dalam waktu 48 jam setelah mendaftar. Pesan tersebut berisi tanggal untuk melakukan vaksinasi.

Arab Saudi pada Selasa (5/1) melaporkan sembilan kematian terkait virus baru, menjadikan 6.265 jumlah total orang di negara itu yang meninggal setelah tertular virus.

Sedangkan kasus baru yang tercatat di kerajaan sebanyak 104 kasus baru, menjadikan total jumlah kasus sebanyak 363.259. Sebanyak 2.239 merupakan kasus aktif, di mana 364 pasien tergolong serius.

Menurut kementerian, 47 dari kasus yang baru tercatat berada di Riyadh, 24 di Makkah, dan empat di Madinah. Selain itu, 146 lebih pasien telah pulih dari Covid-19, meningkatkan jumlah pemulihan di Kerajaan menjadi 354.755.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 11.174.310 uji reaksi berantai polimerase, dengan 39.433 telah dilakukan dalam 24 jam terakhir. Klinik kesehatan Saudi yang didirikan oleh kementerian sebagai pusat pengujian atau pusat perawatan telah menangani ratusan ribu orang di seluruh negeri sejak merebaknya pandemi Covid-19. Di antara pusat pengujian, pusat Taakad, menyediakan tes Covid-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan atau hanya menunjukkan gejala ringan atau yakin telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Klinik Tetamman, menawarkan perawatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus, seperti demam, kehilangan rasa dan bau, dan kesulitan bernapas. Arab Saudi telah menjadi salah satu negara pertama yang memperoleh vaksin yang disetujui dari perusahaan internasional terkemuka dan melalui COVAX.

https://republika.co.id/berita/qmhl2o366/ribuan-warga-arab-saudi-berduyunduyun-lakukan-vaksinasi-part1

 

3 Penyakit Utama Hati yang Kerap Menyerang Muslim

MAMHTROSO.COM -- Memiliki hati yang bersih merupakan kunci bagi seorang hamba meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Sebab akan datang satu masa di mana harta, anak tidak berguna.

Yakni tidak mampu memberikan pertolongan kepada seorang hamba. kecuali orang tersebut menghadap kepada Allah dengan qalbul salim. Keterangan ini dapat ditemukan dalam Alquran surat Asy-Syu'ara ayat 88-89:    

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."

Menurut Habib Umar Ibrahim Assegaf yang dimaksud qolbun salim atau hati yang selamat pada penghujung ayat itu yakni salamatus sudur atau selamatnya badan  seorang hamba dari penyakit-penyakit hari yang pokok. 

Pertama yakni al-kibru atau kesombongan. Menurut Habib Umar, kesombongan merupakan penyakit hati yang pokok yang bisa menghapus nilai pahala segala bentuk amal soleh yang dilakukan seorang hamba. Habib Umar menjelaskan orang yang sombong sejatinya dalam hatinya telah merasa menjadi Tuhan. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'uad RA: 

  عن عبدالله بن مسعودٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : ...إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكِبْرُ: بطَر الحق، وغمط الناس 

“Allah itu indah menyukai sikap berhias. Sombong itu menolak kebenaran dengan takabur dan merendahkan orang lain.” (HR Muslim 275). 

Menurut Habib Umar, kesombongan merupakan pokok penyakit hati yang tak nampak, namun akibat bahayanya kesombongan memunculkan penyakit hati lainnya yakni takabur sehingga merendahkan orang lain dan merasa diri paling besar. 

"Kesombongan itu tidak kelihatan ada dalam diri kita tapi kalau sudah kelihatan itu takabur. Orang yang sombong dia merasa mutakabir, besar. Tuhan tak akan memberikan pahala pada orang yang sombong," kata Habib Umar saat mengisi kajian di Masjid Raya Bintaro Jaya beberapa hari lalu, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika.

Pokok penyakit hati yang kedua yakni riya. Habib Umar menjelaskan riya yakni seorang hamba yang berbuat amal soleh tetapi berharap mendapatkan pujian dari orang lain.

 

Penyakit ini sangat dahsyat dampaknya dalam merusak iman dan kehidupan seorang hamba. Sebab penyakit riya berujung pada tujuan untuk memperoleh apresiasi dari makhluk dan mengesampingkan Allah sebagai tujuan dari tiap amal soleh yang dilakukan. 

Alhasil, riya tergolong syirik kecil sebab menjadikan selain Allah tujuan. Menurut Habib Umar, orang yang riya dalam hidupnya akan senantiasa kelelahan karena terus mencari dunia agar dirinya bisa diagungkan orang lain. Dalam hadits Rasulullah SAW riwayat Mahmud bin Labid RA dijelaskan:

 عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً 

"Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.  Para sahabat bertanya, apa itu syirik ashgor wahai Rasulullah? Beliau bersabda, Syirik ashgor adalah riya. Allah berkata pada mereka yang berbuat riya pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka. Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?" (HR Ahmad).   

Pokok penyakit hati yang ketiga yakni al-hasad. Menurut Habib Umar hasad yakni penyakit yang bila ada pada seorang hamba maka hamba tersebut tak menyukai kebaikan yang diperoleh orang lain. Sehingga dari sifat hasad menimbulkan penyakit lainnya termasuk salah satunya yakni gibah bahkan fitnah.

Orang yang hasad, menurut Habib Umar akan dimulai dengan membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain yang tidak disukainya karena memperoleh kebaikan atau kebahagiaan maupun penghargaan yang tidak diperoleh dirinya. Ia akan merasa hanya dirinya lebih pantas memperoleh segala bentuk kebaikan dibanding dengan saudaranya itu. Pada akhirnya, orang yang hasad akan melakukn gibah hingga fitnah untuk menjatuhkan saudaranya. 

"Yang lebih jahat lagi dari yang ditimbulkan hasad kalau dia kemudian memprotes takdir Allah yang memberikan kebaikan kepada orang lain. Ya Allah aku ini lebih hebat, kenapa dia yang dia yang diberikan lebih," kata Habib Umar.

Akibat penyakit hati ini, menurut habib Umar segala pahala amal soleh bisa terhapus. Sebagaimana dalam keterangan sebuah hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

"Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering)." ( HR Abu Dawud dari Abu Hurairah). 

Karenanya Habib Umar pun mengajak jamaah untuk berhati-hati terhadap hasad. Sebab menurutnya hasad ibarat virus yang mematikan dan dapat menyerang siapa saja termasuk orang berilmu. Sebab itu, untuk menangkal hasad seorang hamba harus pandai bersyukur dan senang ketika melihat adanya kebaikan yang dilakukan atau didapat oleh orang lain. 

"Kalau kita berniat berbuat baik lalu didahului orang lain, ya sudah alhamdulillah. dengan niatnya pun kita sudah memperoleh pahala," katanya. 

https://republika.co.id/berita/qm9ltl320/3-penyakit-utama-hati-yang-kerap-menyerang-muslim-part2

 

Menyongsong Tahun 2021

MAMHTROSO.COM -- Pergantian tahun baru menandakan setiap manusia harus senantiasa melakukan muhasabah terhadap setiap perilaku yang dilakukannya pada tahun sebelumnya. Gus Mus berujar dalam syairnya, "Saatnya kita menunduk untuk memandang diri kita sendiri."

Mengenai hal ini, ajaran Islam sudah memberikan panduan kepada umatnya, seperti tertera dalam QS al-Hasyr ayat 18, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam ayat di atas, terkandung pesan bagi orang-orang yang beriman untuk senantiasa melakukan ketakwaan. Ciri ketakwaan dalam ayat di atas adalah keharusan manusia untuk senantiasa meneliti, memperhatikan, dan memahami apa yang sudah dikerjakannya pada masa lalu.

Manusia bertakwa adalah manusia yang berhasil melakukan muhasabah dari apa yang pernah dilakukannya untuk hari esok dan masa depan.

Perintah ayat tersebut sudah diteoritisasikan oleh para sejarawan bahwa masa lalu menjadi ibrah bagi masa kini dan masa yang akan datang. Mengenai ibrah ini, Alquran dalam surah Yusuf ayat 111 menjelaskan, hanya orang-orang yang berakallah yang akan mampu mengambil makna atau pelajaran dari apa yang pernah diperbuatnya pada masa lalu.

Sepanjang 2020 sudah banyak kita menyaksikan berbagai realitas kehidupan, baik dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, kesehatan, maupun agama. Realitas tersebut telah mempengaruhi berbagai perilaku manusia di dunia ini. Yang paling fenomenal adalah dalam bidang kesehatan, seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia, dilanda wabah yang menakutkan dan mencemaskan, wabah Covid-19.

Berbagai kebijakan diterapkan sebagai upaya merespons bahaya wabah tersebut. Dari beragamnya respons manusia, wabah Covid-19 belum bisa hilang dari jagat raya ini, bahkan para ahli berpendapat bahwa wabah ini tidak akan bisa hilang dan akan menjadi penyakit yang akan mengiringi perjalanan hidup manusia sebagiamana wabah sebelumnya, seperti flu, TBC, dan sebagainya.

Melihat kondisi tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh kita sebagai umat Islam. Pertama, kita harus senantiasa mampu menggunakan akal dengan cerdas. Akal merupakan modal dalam memahami realitas kehidupan. Orang yang mampu memanfaatkan akalnya dengan baik, sikap dan gaya hidupnya sudah pasti akan berada dalam kebaikan dan keberkahan.

Kedua, kita harus selalu menghidupkan kalbu kita. Menata kalbu dengan baik akan menghasilkan sikap yang empati terhadap berbagai persoalan yang ada dihadapannya. Merenungi dan menata posisi kalbu merupakan upaya cerdas yang harus dilakukan oleh setiap insan.

Ketiga, mengelola keinginan atau nafsu duniawi merupakan langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh setiap insan. Keinginan yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam harus senantiasa ada dalam setiap jiwa yang berharap pada kondisi yang stabil dan berkah.

Keempat, setiap insan harus mengutamakan sikap sabar. Sikap inilah menjadi kunci dalam memberikan kesuksesan dalam menghadapi kehidupan ini.

Empat hal itulah yang harus ada dalam diri manusia dalam menyongsong dan mengisi tahun baru ini.

Wallahu a'lam.

https://www.republika.id/posts/13039/menyongsong-tahun-2021

  • Diterbitkan di Oase
  • 0
Berlangganan RSS feed