Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Class Meeting Semester Genap 2018/2019 – OSIS MA MH Troso Selenggaran 16 Mata Lomba

Troso, MAMHTROSO.com - Class Meeting Semester Genap Tahun 2018-2019 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara bergulir mulai kemarin, Ahad (16/6/2019). Rencananya event ini akan berlangsung selama 11 hari yaitu sampai Sabtu (29/6/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Ini adalah termasuk agenda kedua yang dilaksanakan oleh Pengurus OSIS baru periode 2018-2019 yang diketuai oleh Fatikha Amalia (XI MIA-3), setelah kemarin ketika Bulan Ramadhan sudah melaksanakan satu program kerja yaitu penyaluran zakat fitrah.

Class Meeting adalah acara yang sangat ditunggu-tunggu bagi siswa selepas ulangan umum. Satu ajang kebolehan dari berbagai cabang olah raga, dan berbagai permainan yang dilombakan dan diikuti antar kelas. Dan disitu pula boleh adu prestasi, boleh berteriak sekeras-kerasnya, memberi semangat pada rekan-rekannya yang sedang berlaga di arena pertandingan.

Beberapa fungsi Class Meeting adalah agar anak-anak muda saling silaturahmi menjalin setia kawan. Bukan saling bertikai. Meskipun ada beberapa gesekan antar siswa dalam beberapa pertandingan, akan tetapi tidak ada sampai terjadi pertikaian, perkelahian, atau bahkan tawuran. Karena semuanya untuk melatih sportifitas dan sikap fairplay.

Class Meeting yang akan dilaksanakan oleh OSIS ini rencananya akan diadakan 16 mata lomba. 16 mata lomba dalam Class Meeting tersebut adalah Futsal, Bola Sarung, Memasak, Majalah Dinding, Badminton, Bola Basket, Tahlil, Pazzel, Bola Voli, Panco, Balap Karung, Tenis Meja, Pop Up, Al Barjanzi, Nasyid, dan Dakwah.

Jika pada sekolah umumnya Class Meeting hanya untuk mengisi waktu luang antara selesai ujian semester dan menerima rapor, namun di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara ajang akhir semester ini dibuat semeriah mungkin. Karena dari kegiatan ini juga memberikan nilai pendidikan dan pembelajaran kepada siswa. Maka seluruh siswa diwajibkan tetap masuk sekolah dan diabsen seperti pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Sampai pada pukul 12.00 WIB semua jadwal Class Meeting berakhir kemudian mengadakan sholar dzuhur berjama’ah, baru semua siswa dipersilakan pulang. (Syah)

Masuk Pertama Setelah Libur Hari Raya Idhul Fitri 1440 H – MA dan MTs. MH Troso Selenggaran Halal Bi Halal

Troso, MAMHTROSO.com – Selama kurang lebih 2 minggu siswa-siswi libur Akhir Bulan Ramadhan dan libur Hari Raya Idhul Fitri 1440 H. Masuk pertama kali MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengagendakan acara halal bi halal untuk seluruh siswa dan para guru, Sabtu (15/6/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini 

Acara halal bi halal ini memang rutin setiap tahun diadakan. Selain untuk menjaga tradisi baik juga untuk menjaga hubungan silaturahmi antar siswa, antar guru, antara siswa dan guru.

Rangkaian acara halal bi halal kali ini cukup berbeda, jika biasanya dibarengi dengan sholat dhuha dan sujud syukur berjama’ah karena bertepatan dengan memasuki tahun ajaran baru. Namun kali ini  acara halal bi halal dimulai dengan mendengarkan ceramah dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. Kemudian mushofahah atau berjabat tangan berurutan kepada para guru dan sesama siswa. Terakhir tahlilan dan makan kepungan bersama-sama.

Ceramah Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I.

Pertama, beliau mengutip salah satu hadits :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga”, (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut Noor Ubaidillah mengingatkan bahwa niat untuk ke sekolah jika diniatkan dengan benar maka akan memudahkan jalan untuk menuju surga. Baik siswa yang mengikuti pendidikan maupun para guru yang memberikan pembelajaran dan pendidikan.

Kedua, berkaitan dengan halal bi halal. Secara bahasa halal bi halal artinya adalah mengurai benang kusut. Halal bihalal lebih luas artinya, jika dibanding dengan maghfiroh atau alma’fu yang artinya memaafkan atau ampunan.

Beliau memaparkan bahwa halal bi halal sebenarnya adalah tradisinya orang jawa. Yang sebelum Islam datang di jawa sudah mengenal tradisi adiluhung. Salah satu tradisi ini adalah salam-salaman untuk saling memaafkan. Namun kemudian melalui salah satu pendiri NU, Mbah Abdul Wahab Hasbullah menetapkan halal bihalal sebagai tradisi nusantara.

Kenapa harus saling memaafkan ? Karena manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan lupa dan salah. Dosa ada 4 kategori yaitu dosa besar, dosa kecil, dosa meninggalkan kewajiban, dan dosa sesama manusia. 3 dosa yang pertama adalah urusan dengan Allah. Dosa besar harus bertaubat, dosa kecil dengan melakukan amalan seperti wudhu dan puasa maka Allah dengan maha pengampunnya dapat memaafkan hambanya. Dosa meninggalkan kewajiban, maka Allah akan mengampuni jika kewajiban itu dilaksanakan. Dan kategori keempat dosa sesama manusia jelas untuk meleburnya harus saling maaf memaafkan.

“Maka, hari ini kalian benar-benar harus dengan tulus dan sungguh-sungguh untuk saling maaf dan memaafkan”, pungkasnya. (syah)

Kisah Astronaut Pertama dalam Sejarah yang Makan di Angkasa Luar

MAMHTROSO.COM -- Sepanjang sejarah, para penjelajah telah banyak berkutat mengenai cara-cara untuk mengawetkan makanan agar mampu bertahan dalam perjalanan panjang nan jauh.

Dan, pada masa penjelajah klasik ternama, seperti Ferdinand Magellan, Vasco De Gama, dan Christopher Colombus, teknik pengawetan makanan menggunakan dengan cara diasinkan dan dikeringkan menjadi solusi utama.

Solusi itu dinilai efektif, namun tak dapat digunakan untuk memecah masalah pengawetan makanan untuk perjalanan dengan jarak yang super jauh, semisal, eksplorasi ke angkasa luar.

Dulu, dalam konteks pengembangan eksplorasi angkasa luar, proses mengawetkan makanan sempat menjadi isu krusial, sekaligus tantangan pelik yang mesti dihadapi oleh para ilmuwan,antariksawan dan astronaut.

Tak sekedar bernutrisi, makanan para astronaut juga harus memenuhi ketentuan lain yang juga tak kalah penting, seperti ringan, padat, dan -- yang paling utama -- adalah mampu bertahan selama berhari-hari tanpa menggunakan metode pengawetan konvensional, seperti diasinkan atau didinginkan.

Maka, pada 1950-an, ketika perkembangan eksplorasi antariksa sedang dalam tahap langkah pertamanya, para ilmuwan tak hanya sibuk membuat roket dan pesawat ulang-alik semata, tapi juga makanan khusus angkasa luar.

Dan, astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) John Glenn adalah orang pertama yang memakan makanan khusus tersebut di angkasa luar. Demikian seperti dikutip dari The Vintage News, Rabu (12/6/2019).

Menurut majalah ternama Amerika Serikat Time, ketika pesawat ulang-alik yang ditumpangi John Glenn mengorbit tepat di luar atmosfer Bumi, di atas Nigeria, Afrika, astronaut itu dilaporkan mengonsumsi makanan yang menjadi cikal bakal pangan eksplorasi antariksa modern.

Saat itu, Glenn memakan dua makanan berbentuk bubur pasta yang disimpan dalam tabung alumunium (seperti pasta gigi) dengan komposisi yang beragam. Satu tabung pasta terbuat dari daging sapi, dan yang satu lagi terbuat dari sayuran dan saus apel.

Bubur pasta itu dibuat dari ransum Tentara AS pada masa Perang Dunia II dan Perang Korea, diubah menjadi cairan pasta, dimasukkan ke dalam tabung, dan disedot menggunakan sedotan atau diperas langsung ke dalam mulut.

Glenn tak sekedar memuaskan rasa laparnya kala mengonsumsi makanan berbentuk pasta itu. Tapi juga sebuah 'misi' uji coba NASA yang krusial, yakni, mengetes proses konsumsi dan penyerapan nutrisi para astronaut dalam keadaan nol gravitasi.

Kabar baiknya, Glenn melaporkan bahwa selama mengonsumsi makanan tersebut, pencernaannya tak bermasalah. NASA menyimpulkan, bahwa astronaut tetap bisa makan, menelan dan mencerna makanan di lingkungan tanpa gravitasi.

Tapi kabar buruknya, makanan berbentuk bubur pasta itu, tak hanya tidak sedap dari segi estetika, namun juga, soal rasa -- yang baru mengalami peningkatan kualitas pada beberapa tahun kemudian.

Di angkasa luar, astronaut menggunakan sedikit energi daripada yang dibutuhkan di Bumi. Selama misi luar angkasa, para astronaut diberi porsi 2.500 kalori per hari, kurang dari asupan kalori biasa sebanyak 3.000 kalori. Hampir 99 persen kelembaban dikeluarkan untuk mengurangi berat badan dengan kandungan rata-rata 51 persen karbohidrat, 32 persen lemak, dan protein 17 persen.

https://www.liputan6.com/global/read/3988270/kisah-astronaut-pertama-dalam-sejarah-yang-makan-di-angkasa-luar

  • Diterbitkan di Unik
  • 0

Rahasia Keunikan Semut, Serangga yang Diabadikan Alquran

MAMHTROSO.COM -- Semut, binatang mini yang banyak ditemukan di tanah, tanaman, dan tempat-tempat sempit ini, adalah binatang yang unik. Alquran mengabadikan binatang ini dalam surah an-Naml ayat ke-18 dan 19. Kedua ayat tersebut berkisah tentang Nabi Sulaiman AS dan bala tentaranya.  

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” 

Mengutip Buku Pintar Sains dalam Alquran, karya Nadiah Thayyarah di masa lalu,  ilmuwan meyakini bahwa kehidupan binatang yang termasuk kelompok serangga berjalan atas dasar insting belaka, dan bukan berdasarkan suatu sistem perilaku yang teratur dan tertib.

Namun setelah dicapainya kemajuan dan perkembangan pengetahuan tentang dunia serangga, yang didasarkan pada ilmu fisiologi yang membahas fungsi setiap anggota tubuh yang dimilikinya, juga ilmu genetika, para ilmuwan mendapatkan bahwa kehidupan serangga berjalan di atas dasar fungsi-fungsi tertentu—sesuai dengan sifat genetika yang mengatur perilakunya.

Salah satu jenis serangga yang menarik penelitian mereka adalah semut. Jenis serangga ini memiliki sistem kehidupan yang tertib yang membatasi perilaku tiap-tiap anggota masyarakatnya. 

Untuk tempat tinggalnya, semut biasanya hidup secara berkelompok di suatu tempat tertentu. Di mana terkadang, sekelompok semut bisa memenuhi satu lembah yang luas sebagai tempat tinggal mereka.

Mereka hidup karena kerjasama di antara sesama anggota kelompok. Ketika mereka dihadapkan pada rintangan yang berupa air, misalnya, maka semut-semut yang muda, khususnya yang jantan dan memiliki badan yang kuat akan membangun suatu jembatan dengan cara mengaitkan kaki mereka masing-masing. 

Sehingga semut-semut yang lemah dan terluka serta yang sudah tua atau masih kecil, bisa melewati rintangan itu dengan selamat. Pembuatan jembatan ini adalah merupakan perintah dari seorang ratu semut yang memimpin kerajaan mereka.

Kerajaan semut pun terdapat yang anggota-anggotanya bertugas untuk memberikan masukan kepada ratu, dalam menetapkan setiap keputusan yang akan diambilnya, terlebih pada saat-saat genting.

Di kerajaan semut ini, yang menjadi pemimpin adalah semut betina dan bukan semut jantan. Karenanya mereka hanya memiliki ratu, dan tidak memiliki raja. 

Fenomena ini, merupakan hal yang biasa terjadi dalam kelompok serangga. Adapun sebabnya, dikarenakan bentuk tubuh sang ratu yang besar dan peranan penting yang dimainkannya. Serangga jantan memiliki peranan yang kurang penting dibanding peranan serangga betina.

Semut betina memiliki tugas antara lain, mendidik, menjaga dan mengawasi pertumbuhan anak-anaknya, menyiapkan dan menyimpan persedian makanan. 

Adapun jantannya, hanya bertugas untuk mempertahankan dan membela kehidupan mereka. Untuk itu, mereka akan mendapatkan imbalan dengan dipenuhinya semua kebutuhan pokok mereka tanpa harus berpayah-payah bekerja. Semua ini berjalan berdasarkan perintah dari ratu dan para pembantunya.

Tentunya, interaksi yang terjadi antara sesama semut membutuhkan suatu media komunikasi. Dan sesuai penelitian, terdapat bukti bahwa semut ini mempunyai bahasa yang mereka gunakan untuk saling berkomunikasi di antara sesama mereka, sehingga kehidupan mereka bisa berjalan secara teratur dan tertib. 

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/pt3ftp320/rahasia-keunikan-semut-serangga-yang-diabadikan-alquran

Berlangganan RSS feed