Masuk

Dilarang Menyelam Sambil Minum Air

Bisa jadi, hal ini merupakan kebalikan dari arti harafiah pepatah masyhur "menyelam sambil minum air". Baru-baru ini, para manajer kolam renang umum di kota Wina, Austria, meminta para pengunjung untuk menutup mulut mereka saat berenang. Tujuannya, untuk menghemat uang! Sebenarnya, apa yang terjadi?

Menurut laporan penelitian terbaru (Selasa, 13/7), sekitar 5000 liter air per hari lenyap karena terminum / tertelan oleh para tamu yang membanjiri 18 lokasi kolam renang umum. [Perlu diketahui, saat ini Austria tengah dilanda gelombang udara panas. Suhu bisa mencapai 36 derajat celsius pada tengah hari. Maka, tak heran jika kolam renang umum diserbu warga.]

Nah, pihak pengelola merasa keberatan jika harus terus-menerus mengganti air kolam renang sebanyak itu. Pertama, krisis air adalah masalah nyata yang sedang dihadapi masyarakat dunia. Kedua, ongkos perawatan air kolam renang tidak murah. Mereka telah mengeluarkan belasan euro atau ratusan ribu rupiah per hari, untuk kaporit, misalnya. Jika air tersebut terbuang percuma, atau harus diganti dalam jumlah cukup banyak, ada sejumlah kerugian yang harus ditanggung.

Sebelum ada peraturan ini, sejumlah manajer kolam renang bahkan sudah melarang para pengunjung memakai celana pendek model bermuda untuk berenang. Menurut mereka, bahannya sangat menyerap air dan air akan terbawa sekitar 2,5 liter ketika para perenang meninggalkan kolam.

Sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/ada_ada_saja/3487/Dilarang_Menyelam_Sambil_Minum_Air/

Terakhir diperbarui pada Senin, 05 September 2011 09:24

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.