Masuk

Tiga Ekor Monyet Dan Sang Majikan

Sering kita melihat pertunjukan topeng monyet. Sang monyet sangat lincah dalam mempertontonkan kebolehannya berartaksi. Dengan mengikuti petunjuk dan irama gendang dari majikannya sang monyet siap berlaga. Namun terkadang saat beratraksi, sang monyet suka mendapat pukulan dari majikannya. Bagaimana perasaan hewan primate tersebut?

Ada sebuah kisah yang terjadi di China bagian Timur antara tiga ekor monyet dengan majikannya. Sang majikan sering menggelar pertunjukan topeng monyet di pasar bersama tiga ekor monyet tersebut. Pada suatu ketika, salah seekor monyet tersebut dipukul oleh majikannya dan mengharuskan ketiga monyet itu untuk menunggangi sepeda kecil. Tidak terima melihat salah satu di antara mereka dipukul, ketiga monyet tersebut langsung menyerang balik majikan mereka.

Ketiga monyet tersebut menjewer telinga sang majikan, ada yang menjambak rambut dan menggigit leher majikannya bahkan kepala sang majikan dipukul dengan tongkat hingga tongkat tersebut patah. Alhasil, polisi menginvestigasi pertunjukan tersebut dan diperkirakan hewan-hewan primata tersebut akan disita.

Aduh...ada-ada saja pertunjukan topeng monyet untuk menyenangkan orang lain malah berubah menjadi brutal. Tentu saja, monyet juga punya perasaan jika ada salah satu dari mereka dikasari maka rasa marah pun muncul.

Sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/ada_ada_saja/2359/Tiga_Ekor_Monyet_Dan_Sang_Majikan/

Terakhir diperbarui pada Senin, 05 September 2011 09:17

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.