Masuk

Steve Jobs Meninggal, Baju Kausnya Laris Manis

Meninggalnya pendiri Apple Steve Jobs tak hanya meninggalkan produk-produk Apple yang legendaris dan paling dicari seperti iPhone 4S yang baru diluncurkan. Ternyata ada hal lain di luar produk teknologi Apple Computer Inc. yang juga dicari banyak orang. Apa gerangan produk itu?

Jangan kaget, karena produk yang dimaksud adalah baju kaus lengan panjang hitam berleher ala leher kura-kura (turtle-neck) yang sering dikenakan Steve Jobs dalam berbagai kesempatan. Turtle-neck sering dipadu-padankan Jobs dengan celana jinsnya. Begitu seringnya ia mengenakan baju itu sampai-sampai penggemar produk Apple mengidentikkan baju itu dengan Steve Jobs.

Baju itu diproduksi oleh sebuah perusahan konveksi di Minnesota, AS, bernama St. Croix. Perusahaan ini didirikan 50 tahun lalu oleh Bernie Brenner. Menurutnya, perusahaannya membuat kaus model sweater yang bahannya benar-benar halus. Dan karena kualitasnya itu, Steve Jobs sampai kepincut dan terus berlangganan sejak tahun 1991.

Bernie menyebutkan, setiap tahunnya Steve Jobs memesan dua lusin turtle-neck yang ia pakai setiap hari. Bahkan ia menyebutkan, Jobs sering meneleponnya dan menyebutkan betapa ia menyukai kaus turtle-neck itu.

Meski Jobs kini tak mungkin lagi memborong turtle-neck, ternyata Bernie kebanjiran order lebih banyak. Para penggemar berat Steve Jobs dan Apple langsung memesan baju turtle-neck itu begitu Jobs meninggal.

"Kami mendapat telepon dari Australia, China, Inggris, dan Spyanyol," kata Bernie. Perusahaan ini bisanya hanya menjual turtle-neck sebanyak 500 potong dalam beberapa bulan. Namun sehari setelah Jobs meninggal, penjualannya mencapai 500 potong dalam beberapa menit. Sampai kini pun perusahaan itu masih kebanjiran order sehingga pekerjanya terpaksa kerja lembur.

Namun jangan anggap baju turtle-neck ala Steve Jobs ini murah. Satu potongnya dijual dengan harga US$ 175. Jika kurs dolar saat ini Rp 8.800/US$, sepotong turtle-neck berharga sekitar Rp 1,5 juta. Harga yang wajar untuk sebuah karya yang bagus.

Sumber: http://www.andriewongso.com/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.