Masuk

35 Tahun Membangun Kota dari 100.000 Tusuk Gigi

Tusuk gigi umumnya hanya dipandang sebagai sebuah alat yang berfungsi untuk membantu membersihkan gigi setelah makan, namun seorang seniman asal San Francisco, AS bernama Scott Weaver melihat tusuk gigi dari sudut pandang yang berbeda. Di matanya, tusuk gigi adalah sebuah media untuk menciptakan dan membangun sebuah karya seni.

Hanya bermodalkan tusuk gigi dan lem, di tahun 1968 saat usianya baru 8 tahun, Scott sudah mulai membuat karya seni meski masih berbentuk abstrak. Barulah pada tahun 1974, di usianya yang ke 17 tahun, Scott memutuskan untuk membangun replika struktur bangunan dan tata kota San Francisco, yang pada akhirnya menghabiskan waktu kurang lebih 35 tahun dan lebih dari 100.000 tusuk gigi untuk menyelesaikan hasil karyanya yang dinamakan Rolling Through the Bay.

Tidak hanya replika struktur bangunan yang sulit dan detil seperti aslinya, karya seni Scott juga bersifat kinetik. Scott sengaja membuat sebuah jalur untuk dilewati oleh bola-bola ping-pong yang rutenya sengaja menyerupai perjalanan wisata para turis jika berkunjung ke San Francisco. Salah satu ikon kota San Fransisco—yaitu Golden Gate Bridge dan Chinatown—bisa terlihat dengan jelas .

Rolling Through the Bay merupakan hasil karya seni yang bernilai dan bersifat sangat pribadi bagi Scott Weaver. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk membangun setiap detil struktur replikanya, karya seninya ini sempat ingin dibeli oleh Ripley’s Believe it or Not senilai 40.000 USD namun dengan tegas ditolak oleh Scott. Hingga kini karya spektakuler tersebut masih terus dimodifikasi dan dikembangkan.

Scott berharap bisa terus menghasilkan karya seni dari tusuk gigi hingga akhir hidupnya nanti.

http://www.andriewongso.com/articles/details/14598/35-Tahun-Membangun-Kota-dari-100-000-Tusuk-Gigi-

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.