Masuk

Kunci Seharga (Nyaris) 2M

MAMHTROSO.COM -- Satu hal kecil, ternyata jika ditelusuri bisa membawa dampak yang sangat besar. Bahkan, barangkali bisa menyelamatkan ribuan nyawa. Hal itulah yang terungkap dari kisah tenggelamnya kapal Titanic, kapal legendaris yang tenggelam karena menabrak gunung es pada tahun 1912 dan menewaskan 1522 jiwa.

Dari fakta sejarah, Titanic menabrak gunung es salah satu kemungkinannya dikarenakan kunci untuk membuka lemari penyimpan teropong untuk melihat keadaan sekeliling laut tertinggal. Jika saja kunci ini tidak tertinggal, nahkoda bisa melihat lautan luas dengan lebih leluasa. Namun, karena tanpa teropong, pandangan nahkoda yang terbatas membuat mereka tidak sadar ada gunung es sangat besar yang akhirnya mengaramkan Titanic.

Fakta yang serbamungkin itu terungkap dalam lelang kunci yang dianggap mungkin bisa merubah sejarah tersebut. Dikisahkan, bahwa kunci dengan gantungan bertuliskan Crows Nest Telephone Titanic itu tertinggal di kantung seorang petugas yang menyerahkan kapal sehari sebelum pelayaran perdananya. Chief Officer David Blair, orang yang membawa kunci itu, lupa menyerahkan barang tersebut kepada petugas yang akan menyertai kapal tersebut berlayar ke Amerika.

Kunci tersebut kemudian laku dilelang dengan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai 90 ribu poundsterling atau nyaris dua miliar rupiah! Tak hanya itu. Acara lelang tersebut juga berhasil menjual sejumlah barang kenangan dari Titanic dengan harga yang sangat tinggi. Misalnya, tiket peluncurannya di Belfast, yang amat langka, terjual senilai 32 ribu poundsterling. Kemudian, sebuah kartu pos yang dikirim oleh seorang penumpang dari Titanic ke rumahnya berhasil dijual 17 ribu pound.

Memang, sebuah hal kecil kadang mempunyai dampak yang sangat besar. Kunci tersebut salah satu bukti nyatanya. Karena itu, jangan pernah meremehkan hal-hal yang nampaknya sepele. Bagaimana pendapat Anda?

http://www.andriewongso.com/articles/details/461/Kunci-Seharga-28Nyaris-29-2M

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.