Masuk

Penyelam Perempuan Ini Berhadapan dengan Hiu Putih Terbesar di Dunia, Lalu...

MAMHTROSO.COM -- Seorang peneliti hiu bernama Ocean Ramsey tengah menjadi perbincangan saat ini, karena berhasil berhadapan langsung dengan seekor hiu putih terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.

Dia menjadikan pertemuan luar biasa langka itu sebagai upaya mendorong pemberlakuan undang-undang dalam melindungi populsi hiu di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

"Hiu putih ini sangat besar, di mana tinggi saya tidak sampai setengah panjang tubuhnya," ujar Ramsey, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Sabtu (19/1/2019).

"Ini tidak untuk ditakuti, melainkan dilindungi," lanjutnya merujuk pada risiko kepunahan yang mengincar populasi berbagai jenis hiu di seluruh dunia.

Ramsey, yang mengoperasikan One Ocean Diving and Research di Oahu, mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, dia telah aktif mendorong pembentukan undang-undang yang melarang perburuan hiu dan pari di Hawaii, dan berharap temuannya bisa menjadi nilai tawar yang kuat.

Di lain pihak, rancangan undang-undang perlindungan hiu, yang disponsori oleh senator negara bagian Hawaii Mike Gabbard, direncanakan akan siap diperkenalkan pada tahun ini.

Kepada kantor berita Associated Press, Ramsey bercerita detail tentang bagaimana ia bertemu dengan hiu sepanjang 20 kaki (setara 6 meter) pada Selasa 15 Januari. Mamalia laut raksasa itu berenang di sekitar bangkai paus sperma yang tenggelam di perairan Oahu.

Foto dan rekaman video ketika Ramsey berinteraksi dengan hiu putih raksasa diunggah oleh tunangan sekaligus mitra bisnisnya, Juan Oliphant, ke media sosial, dan seketika viral.

Menurut Oliphant, belum diketahui pasti apakah hiu putih tersebut serupa dengan legenda Deep Blue, yakni hiu putih raksasa yang kemunculannya pernah diklaim oleh banyak orang pada Abad ke-20.

https://www.liputan6.com/global/read/3874872/penyelam-perempuan-ini-berhadapan-dengan-hiu-putih-terbesar-di-dunia-lalu

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.