Masuk

Buaya Siam yang Terancam Punah Muncul di Taman Nasional Thailand

MAMHTROSO.COM -- Seekor buaya Siam yang terancam punah telah terlihat untuk kedua kalinya dalam satu dekade di taman nasional terbesar di Thailand.

Kemunculan buaya itu terlihat dalam sebuah foro yang dirilis pada Sabtu (23/1).

Dilansir AFP, Kamis (24/1/2021) buaya air tawar - yang tertangkap kamera tengah berjemur di Taman Nasional Kaeng Krachan, dekat perbatasan Thailand-Myanmar - mulanya banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, tetapi kini jumlahnya telah menurun drastis di wilayah tersebut.

Buaya Siam kini berada dalam daftar merah hewan yang terancam punah versi International Union for Conservation of Nature's. 

Pejabat Taman Nasional Kaeng Krachan memperkirakan hanya sekitar 20 ekor buaya siam yang tersisa, akibat perburuan dan hilangnya habitat. 

Namun kali ini, buaya siam akhirnya dapat terlihat kembali. 

Buaya yang belum pernah dilihat dalam waktu lama oleh petugas taman itu juga tertangkap kamera sedang merayap keluar dari air, sebelum berjemur di tepi sungai dengan rahang terbuka di bawah matahari.

Rekaman itu diambil pada Desember 2020, dan merupakan "bukti bahwa Taman Nasional Kaeng Krachan adalah kawasan penting untuk konservasi satwa liar," ujar Manoon Prewsoongnern, seorang manajer taman yang bekerja dengan lembaga World Conservation Society.

Buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter, menurut Prewsoongnern. 

"Buaya siam adalah pemangsa, tetapi merupakan salah satu korban pertama dari kerusakan lingkungan, jadi kemunculan itu ... juga merupakan bukti bahwa lingkungan taman nasional masih asli," jelas Manoon.

Buaya yang terancam punah ini diketahui sangat dicari oleh para pemburu, yang memasok telur dan reptil dewasa ke peternakan di sekitar wilayah tersebut, di mana kulit mereka diubah menjadi ikat pinggang, sepatu, dan tas mewah.

https://www.liputan6.com/global/read/4465548/buaya-siam-yang-terancam-punah-muncul-di-taman-nasional-thailand

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.