Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

النية بعد العمل

السؤال

هل تقبل النية بعد العمل؟ فلو عملت عملًا صالحًا، وبسبب اعتيادي عليه، نسيت أن أنوي قبل العمل، فتذكرت النية بعد ذلك، فنويت أن ذلك العمل لوجه الله، وكيف أعتاد النية قبل كل عمل؟

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد:

فالأصل في النية أنها تسبق العبادة، أو تقارنها، ولا تكون بعدها، فلا يصحّ أن ينوي الزكاة بعد دفع المال، ولا يصحّ أن ينوي الفريضة بعد الشروع فيها، أو الانتهاء منها، ولا يصحّ أن ينوي رفع الحدث بعد الانتهاء من الغسل، بل لا بد أن تسبق نيةُ الزكاة دفعَ المال، أو تقارنه، ولا بدّ أن تسبق نيةُ الفريضة وكونها ظهرًا أو عصرًا الشروعَ في الصلاة، وهكذا في الغسل.

وهذا بالنسبة إلى العبادات المفروضة، أو المستحبة التي لا تتمايز عن غيرها إلا بالنية.

وأما سائر أعمال البِرّ، فقد ذهب جمع من أهل العلم إلى أن المسلم يؤجر على أعمال الخير من غير نية؛ اكتفاء بعموم قصده للخير، وطلبه لطاعة الله في الجملة، كما بيناه في الفتوى: 436207.

وانظري للأهمية الفتوى: 379579، والفتوى: 214852، والفتوى: 254935، والفتوى: 331306.

 والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/444667/%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%8A%D8%A9-%D8%A8%D8%B9%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%85%D9%84

 

Takbir: What to Say and When During Dhul-Hijjah?

Question:

As-salamu `alaykum. When should Muslims start takbir in Dhul-Hijjah, and what is the exact wording transmitted from the Prophet (peace and blessings be upon him) in this regard?

 

Answer:

Wa `alaykum as-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

It is Sunnah to say takbirtahmidtahlil, and tasbih during the first ten days of Dhul-Hijjah. Muslims should say takbir loudly in the mosque, the home, the street and every place where it is permissible to remember Allah.


Answering your question, we would like to state the following:

Types of Takbir

First of all, it is important to note that takbir is permissible from the beginning of Dhul-Hijjah until the end of the 13th day.

There are two types of takbir: unrestricted and restricted. Unrestricted takbir starts from the beginning of Dhul-Hijjah until the days of Eid, while restricted takbir is confined to the time after the obligatory Prayers.

Formula of Takbir

The transmitted wording of takbir is,

Allahu Akbar, Allahu Akbar, la Ilaha illa Allah; Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillah al-hamd.

(Allah is the Greatest, Allah is the Greatest. There is no god but Allah; Allah is the Greatest, Allah is the Greatest, and all praise is due to Allah).

There is also another version transmitted from Salman (may Allah be pleased with him), who used to say, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabira” (Allah is the Greatest, Allah is the Greatest, Allah is the Ever Greatest). Then he followed this by sending blessings on the Prophet (peace and blessings be upon him). This version of takbir is applicable at any time; however, it was not transmitted from the Prophet (peace and blessings be upon him) nor from any other righteous companions (may Allah be pleased with them).

Restricted takbir, on the other hand, is restricted to the time following every obligatory prayer, especially if it is offered in congregation, as most scholars restrict it. This type of takbir also includes takbir in the place of Eid Prayer, on the way to it and while one is sitting around waiting for the Eid prayer.

On such occasions, one should not remain silent, in both Eid Al-Fitr or Eid Al-Adha, for these are days on which Islamic rites should be properly observed.

Takbir is one of the most prominent Islamic rites. The Prophet (peace and blessings be upon him) said, “Ornament your feasts with takbir.” (At-Tabarani)

Therefore, Muslims should observe takbir on the day of Eid. On their way to perform Eid Prayer and as they wait for it, Muslims should make takbir loudly.

Allah Almighty knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/hajj/takbir-on-dhul-hijjah-days-what-to-say-and-when/

 

Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2021 – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Jadilah Manusia yang Tahu Perjuangan dan Pengorbanan

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2021 pagi ini, Jum’at (9/7/2021). Dilaksanakan di Aula madrasah dengan dihadiri oleh seluruh siswa Kelas XII yang berjumlah 145 orang dan seluruh dewan guru.

Galeri kegiatannya - klik di sini

Aulia Fitriani (XII IPA-2) sebagai pembawa acara membuka acara tersebut pada pukul 07.15 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Ismail, S.Pd.I. dan barokah doa dipimpin oleh H. Ahmad Harisul Haq, Lc.

Pidato perpisahan pertama dari siswa Kelas XII yang diwakili Nilam Maharani (XII IPA-2). Nilam mengungkapkan bahwa selama 3 tahun merasakan susah, senang, tangis, dan tawa semuanya dirasakan di madrasah ini. Karena semua itu dalam rangka pendidikan untuk siap terjun di masyarakat setelah ini. Dia juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para guru.

“Semoga guru-guru selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam mengajar. Semoga madrasah semakin maju. Maaf kepada Bapak dan Ibu Guru, Mohon doa semoga kami diberikan kemudahan kedepannya”, imbuhnya.

Setelah itu tiba giliran Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah memberikan sambutan dan amanat. Pertama, beliau menyampaikan tentang bagaimana perjuangannya untuk melaksanakan agenda-agenda madrasah, mulai dari pembelajaran daring yang menimbulakn banyak fitnah, karena nyatanya siswa yang harusnya belajar di rumah malah lebih banyak yang klayapan tidak jelas. Maka mengindari fitnah tersebut melalui ijtihat para pengurus Yayasan secara bertahap melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Saya tidak bisa membayangkan betapa merananya anak-anak yang sekolah di SMA Negeri, SMK Negeri. Kalau ada anak yang senang karena tidak sekolah berarti anak tersebut tidak normal. Kita bersyukur, meskipun dengan keterpaksaan dan tidak maksimal, tetapi tetap bisa berjalan. Yang terpenting tetap hati-hati, yang sehat tetap beraktivitas, yang sakit diberobatkan”, ungkap beliau.

Yang kedua, beliau bercerita bagaimana perjuangan untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah dan menyusul berikutnya mendirikan Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso dan pada tahun ini YPI. Matholi’ul Huda Troso mendirikan pondok pesantren. Karena sejak dulu ada juga orang yang mengolok-ngolok, membuli, dsb. Tetapi karena didasari dengan niat baik, tekat yang kuat dan semuanya Allah yang yang menentukan. Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi’ul Huda Troso akan meleburkan dualisme Salaf dan Modern. Santri di Ponpes Matholi’ul Huda Troso akan dibimbing agar memahami kitab kuning sebagaimana di pondok salaf tetapi juga mampu berkomunikasi dengan bahasa arab dan inggris sebagaimana di pondok modern.

Berikutnya beliau memberikan amanat kepada siswa-siswi Kelas XII, agar nantinya menjadi manusia-manusia yang tahu arti perjuangan, pengorbanan. “Jadilah manusia yang bermasyarakat. Pendidikan Tinggi itu penting tetapi kalau tidak peduli dengan masyarakat semuanya akan sia-sia. Jadilah manusia yang gampangan dalam arti positif. Mumpung masih muda yang mau melanjutkan pendidikan, yang semangat dan yang mau bekerja, hati-hati dijaga dirimu. Sempatkan doakan madrasah setelah sholat maktubah. Tolong dijaga madrasah dengan jadi orang yang baik. Jadi spanduk yang baik untuk madrasah”, imbuhnya.

Terakhir, beliau atas nama pribadi dan mewakili seluruh guru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa. Jika selama 3 tahun ini mungkin ada kekhilafan dalam mendidik siswa-siswi. Dan berdoa bersama untuk para guru, orang tua, dan siswi-siswi semuanya.  

Usai acara perpisahan dan pelepasan ini madrasah akan memberikan beberapa dokumen kepada siswa-siswi yang sudah dinyatakan lulus. Diantaranya adalah Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara, Raport, Sertifikat bahasa arab, sertifikat bahasa inggris, piagam komputer, piagam tata boga, piagam tata busana dan piagam pengurus osis dan dewan ambalan untuk siswa yang menjadi pengurus. (Syah)

Persembahan Siswa Kelas XII di Ajang Kreatifitas, Potensi dan Pertunjukan Seni Budaya Panggung Gembira 2021 MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso akhirnya selenggarakan Panggung Gembira Siswa Kelas XII Tahun 2021, Rabu (7/7/2021) kemarin. Pagelaran Panggung Gembira ini merupakan agenda tahunan yang ada di MA Matholi’ul Huda Troso sebagai persembahan siswa kelas XII sebelum benar-benar dinyatakan lulus pada saat Acara Perpisahan atau Muwadda’ah. Namun pada tahun kemarin sempat tidak diadakan agenda tersebut karena efek pandemi.

Kali ini Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah berupaya melaksanakan Panggung Gembira meskipun tanpa penonton dari siswa-siswi Kelas X dan XI. Hal tersebut karena siswa-siswi Kelas XII sudah jauh-jauh hari sebelum Bulan Ramadhan 1442 H sudah mulai mengadakan latihan-latihan mempersiapkan acara ini. Kepala Madrasah mengungkapkan bahwa tidak bisa membayangkan betapa kecewanya siswa-siswi Kelas XII jika Panggung Gembira tahun ini dibatalkan.

MA Matholi’ul Huda Troso dengan madzhab pergerakan yang direalisasikan dengan banyaknya kegiatan. Dan Panggung Gembira ini adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang diagendakan oleh madrasah. Dari acara ini banyak sekali nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil. Siswa Kelas XII mengkreasikan banyak mata acara mulai dari Tilawatil Qur’an, Seni Drama dan Tari, Ketoprak, Rebana, Musik Band, Pencak Silat, berbagai tari, dll. Untuk menanamkan rasa percaya diri bagi siswa-siswi untuk tampil di depan publik. Disamping itu juga pagelaran ini dapat dijadikan wadah pengembangan kreatifitas, potensi, dan pertunjukan bakat siswa sekaligus melatih kebersamaan dan kerjasama antar siswa.

Panggung Gembira 2021 ini diketuai oleh salah satu siswa Kelas XII yaitu Rizqi Walida Alkhomsatun (XII IPS-2). Rizqi menjelaskan bahwa ada sebanyak 21 mata acara yang akan ditampilakkan pada Panggung Gembira kali ini. Akan tetapi 2 mata acara sudah dilaksanakan lebih awal secara terpisah secara indoor pada hari Jum’at (2/7/2021) kemarin, yaitu musik band dan rebana. Dan selebihnya yaitu 19 mata acara semuanya dilaksanakan kemarin.

Galeri Kegiatannya bisa dilihat dengan klik disini.

Jalannya Acara :

Dimulai pada pukul 07.30 WIB oleh Khalimatus Sa`diyyah (XII IPS-3) dan Maghfirotus Sa’diyyah (XII IPS-3) sebagai pembawa acaranya. Kemudian langsung dilanjutkan dengan Tilawatil Qur’an oleh Nilam Maharani (XII IPA-2) dan Grand Opening sekaligus seremonial pembukaan resmi Panggung Gembira 2021 oleh Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Anna Bariroh Fashihah (XII IPA-2) sebagai koordinator Grand Opening menjelaskan bahwa Pemecahan kendi yang berisi air dan bunga mawar oleh Bapak Kepala Madrasah sebagai simbol telah dimulainya acara Panggung Gembira 2021. Filosofi kendi dipecahkan berarti kebebasan berfikir siswa namun tetap dalam acuan Islami sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi.

Acara diilanjutkan Fashion Show dari beberapa siswa Kelas XI yang mempertunjukkan desain-desain kain tenun dan batik. Kemudian Drama Cinta - Murni Sejati yang diperankan oleh Nilam Maharani (XII IPA-2) dan Ahmad Amiruddin (XII IPS-1) sebagai tokoh utamanya. Berikutnya Tari Sadaya (Sunda), dikoordinatori oleh Salmah (XII IPA-1) mampu menampilkan gerakan tarian yang gagah dan tegas serta kostum sederhana namun tetap elegan. Mata Acara ke-6 yaitu Ketoprak dengan Lakon Minak Jinggo Leno. Sebagaimana cerita wewayangan ini melibatkan banyak tokoh mulai dari Minak Jinggo yang diperankan oleh Muhammad Ulil Albab (XII IPA-2), Damar Wulan yang diperankan oleh Muhamad Slamet (XII IPA-2). Namun menariknya ketoprak ini sangat kental dengan adegan-adegan komedinya.

Tampilan ke-7 yaitu Tari Cilining Bagia Asal Bali. Dikoordinatori oleh Aulia Fitriani (XII IPA-2), tari ini nampak indah dengan gerakanny dan ditambah dengan kostum yang kuat dan khas Bali. Dilanjutkan Drama dengan Tema Politik yang menceritakan tentang para pejabat yang korupsi dan ingkar janji. Drama ini dikoordinatori oleh Ella Kartika Sari (XII IPA-1), dan sebagai tokoh utamanya adalah Muhamad Sofiyan (XII IPA-1). Berikutnya adalah Tari Tradisional Jawa Asli Asal Jepara, Tari Krida Jati. Siti Rukoiyah (XII IPS-3) sebagai koordinatornya menjelaskan bahwa tari ini menggambarkan masyarakat Jepara yang adi luhung dalam berkarya seni, yang mana seni ukirnya yang menjadikan kota jepara terkenal sampai manca negara.

Modern Dance, dikoordinatori oleh Lisa Falichatul Ibriza (XII IPS-2) mengambil koreo dari K-pop yaitu  gabungan antara Jennie Solo, Ridin NCT Dream, dan Take Of Way. Memiliki koreografi yang kuat dan energik. Berikutnya adalah Drama dengan tema Komedi yang berjudul Karma is Real. Mengangkat cerita rakyat asal Sumatera yaitu Malin Kundang. Dikoordinatori oleh Ahmad Zada Hilmi Syifa’ (XII IPA-1), Tokoh Utamanya Muhamad Sofiyan (XII IPA-1) berperan sebagai Malin Kundang. Zada Hilmi berperan sebagai Ibu yang didurhakai oleh anaknya. Tampilan ke-12 yaitu Tari Sesonderan, tari asal Jawa Tengah ini gerakannya sangatlah indah untuk dinikmati karena tarian ini berisi gerakan-gerakan gabungan antara gerakan jaipong, memainkan sampur atau selendang.

Tampilan ke-13 masih dengan Drama dengan Tema Tragedi. Dikoordinatori oleh Muhammad Ilham Syah (XII IPA-2) dengan Judul Tragedi Si Autis. Tokoh utamanya adalah Ilham Rizki Al Faris (XII IPA-1) sebagai Andi yang mengalami keterbelakang mental. Singkat cerita Andi terbunuh oleh preman karena melindungi adiknya yang diperankan oleh Layinatus Sifah (XII IPA-1). Berikutnya adalah Pertunjukan Pencak Silat. Paduan dari Pipit Ali Mutiar (XII IPS-1) dan Daru Puji Astuti (XII IPA-1), gerakan-gerakan indah khas Pencak Silat dan beberapa adegan duel dipertunjukan kali ini. Kemudian Tari Melayu Moyang Serage. Dikoordinatori oleh Evi Citra Amelia (XII IPS-2). Tari yang berasal dari Kepulauan Riau ini menampilkan tarian kolosal yang memiliki makna filosofi sejarah kebudayaan melayu di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Berikutnya adalah Ludruk yang digawangi oleh Mustofa Kamal (XII IPA-1). Dengan Lakon Mbok Rondo Keno Covid yang diperankan oleh Muhammad Ulil Albab (XII IPA-2). Banyak adegan-adegan lucu mulai dari nama-nama guru yang dijadikan sebagai nama catering, soundsistem, dll. Sampai adegan dimana Ulil yang dimasa karena fitnahannya demi menggoda suami orang lain. Dilanjutkan dengan Tari India yang dikoordinatori oleh Nafisatun Niswah (XII IPS-2). Mengambil Tari dari Lagu Chogada Tara dan Piya Se Naina tarian ini memiliki gerakan yang lincah seperti hentakan kaki, mimik wajah, dan gerakan tangan.

Drama Agama tampil diurutan ke-19 dengan Judul Santri Tobat. Dikoordinatori oleh Wulandari Maghfiroh (XII IPA-2) menceritakan Imam Syafi’i (XII IPS-2) menjadi santri yang sangat bandel. Namun karena kesabaran Kyainya yang diperankan oleh Ariyanto Akhmaludin (XII IPA-1). Akhirnya Imam Syafi’i berubah mau sadar dan malah menjadi kyai besar. Penampilan pamungkas yaitu Tari Dangdut. Dengan iringan musik dari Rhoma Irama yang berjudul Tergila-gila, tari ini tidak kemudian menjadi jogedan dangdut yang fulgar namun malah terkesan anggun dengan kostum yang sopan. Tarian dangdut tersebut menjadi tampilan penutup Panggung Gembira 2021. (syah)

Berlangganan RSS feed