Masuk

Mengisi Bulan Ramadan dengan Jalan-Jalan

Troso - Banyak hal yang bisa dilakukan di bulan Ramadan. Mulai dari memperbanyak tadarus al-Quran dan berdzikir, hingga kegiatan-kegiatan refresing. Seperti yang dilakukan oleh kaum anak baru gede (ABG) di desa Troso. Mereka lebih memilih jalan-jalan ke persawahan di pagi hari daripada memperbanyak membaca al-Quran di rumah atau di musholla.

Tidak hanya dari desa Troso saja. Banyak dari para "pejalan kaki" tersebut berasal dari desa Pecangaan, Ngeling, atau bahkan dari desa Sowan Kidul. Biasanya, para ABG tersebut berangkat dari rumah setelah waktu shalat Subuh, dan kebanyakan berkumpul di sebuah jembatan.

Kegiatan yang dilakukan oleh mereka pun beragam. Ada yang jogging ringan, melihat sunrise (matahari terbit), ngobrol dengan teman, menyulut petasan, atau bahkan ada yang memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang mencari teman lawan jenis.

Ya, hal itu sudah menjadi rahasia umum lagi. Mungkin Anda masih bisa menyaksikan lagi Sabtu pagi (19/09/09) dan langsung bisa membuktikan kebenaran kegiatan yang terakhir tadi. Seperti yang telah saya amati, para ABG tadi, utamanya yang wanita berdandan "lebih berani" bila dibandingkan dandanan di rumah. Bisa jadi hal itu bertujuan untuk menarik simpati dari lawan jenis yang melihatnya.

Semakin lama semakin surut

Sebenarnya, momen tahunan seperti itu sudah lama ada dan membudaya sampai sekarang. Pada waktu kecil dahulu, saya bersama teman-teman sepermainan paling gemar berjalan-jalan ke sawah. Namun seiring perjalanan waktu, peminatnya semakin berkurang saja. Kalau pada waktu saya kecil, para ABG memenuhi jalan penghubung sepanjang Pecangaan - Ngeling. Namun sekarang, sudah terlihat perbedaan jumlahnya, pada waktu hari Jumat sekalipun.

Memang, sebagian penduduk desa Troso dan sekitarnya, memiliki hari libur pada hari Jumat sehingga kebanyakan dari mereka memanfaatkan hari libur tersebut untuk berjalan-jalan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Azis (21), salah satu ABG yang kebatulan berpapasan dengan saya. "Waduh, Mas. Sekarang sudah sepi, tidak seperti waktu saya kecil dulu. Padahal waktu saya masih sak uceng (masih kecil - red), di tempat ini ramai sekali lho. Sampai-sampai orang yang tidak pernah melihat akan mengira bahwa itu adalah long march," kata Azis.

Azis yang kebetulan mengajak beberapa temannya juga mengiyakan hal tersebut. Bahkan salah satu dari mereka nyeletuk. "Itung-itung cari gebetan, mas," kata salah satu dari mereka yang kemudian disambut dengan ledakan ketawa dari kami.

Itulah dunia ABG, dunia yang penuh dengan warna. Tetapi, semoga saja tidak menghilangkan keberkahan di bulan Ramadan ini. Puasa tinggal besok pagi, tetap bersemangat untuk menjalankanya.

Fadloli - EMHA Pos

Terakhir diperbarui pada Jumat, 21 Januari 2011 20:40

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.