Masuk

Mopdik Diisi dengan Ceramah Kemadrasahan

Pembacaan solawat sebelum acara ceramah kemadrasahan dimulai. Rohmatul Muyassaroh (2 dari kanan) memimpin solawat bersama. (mhtroso images)Troso - Setelah dua pekan lebih menyeleng-garakan penerimaan peserta didik (PPD) tahun pelajaran 2010/2011, MA Matholi'ul Huda Troso mengadakan serangkaian kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik) pada Rabu hingga Kamis (14-15/07/2010) kemarin. Mopdik diisi dengan ceramah kemadrasahan yang dilaksanakan di pondok pesantren An-Nur Troso.

Seluruh siswa maupun calon siswa berjubel dalam ruangan tersebut untuk mengikuti sesi ceramah yang disampaikan oleh kepala madrasah. Mereka diwajibkan membawa alat tulis yang digunakan untuk meresume isi pembicaraan yang kemudian dikumpulan ketika usai kegiatan.

Dalam ceramahnya, kepala madrasah mengenalkan kepada calon siswa tentang visi, misi, dan kemana arah madrasah ke depan. Hal itu perlu disampaikan agar calon siswa nantinya bisa searah dan sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan madrasah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan di 'madrasah', bukan di 'sekolah'. Sebab pendidikan di madrasah mempunyai tujuan yang tidak hanya sebagai media pentransferan ilmu semata, tetapi lebih ke arah pembentukan karakter (caracter building) siswa agar menjadi manusia seutuhnya dan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. "Itulah mengapa Yayasan Matholi'ul Huda sering menggunakan kata 'madrasah', bukan 'sekolah'," kata kamad.

Usai ceramah kemadrasahan, Waka Kesiswaan membacakan Peraturan dan Tata Tertib yang harus dipatuhi selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar di MAMHTroso, dan agenda-agenda pascaceramah kemadrasahan. Menurut agenda, KBM akan sudah dimulai pada hari Sabtu (17/07/10) mendatang.

Peminat yang meningkat

Jumlah calon peserta didik yang mendaftar pada panitia PPD mengalami lonjakan yang signifikan. Sejak berita ini diturunkan, ada lebih dari 150 calon siswa yang mendaftarkan diri mereka. Peminat mayoritas berasal dari alumni MTs. Matholi'ul Huda Troso, di susul dari sekolah-sekolah menengah pertama di kabupaten Jepara. Tidak hanya dari lokal Jepara saja, ada beberapa siswa yang berasal dari luar kabupaten, bahkan luar propinsi. "Tahun ini kita sudah mulai Go National, terbukti dengan bergabungnnya beberapa siswa dari luar daerah seperti Demak, Blora, bahkan dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan," kata kamad di sela-sela ceramah kemadrasahan.

Terakhir diperbarui pada Jumat, 21 Januari 2011 20:10

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.