Masuk

MAMH Troso Raih Kemenangan dalam Survival dan PWC

Tim Survival dan PWC berpose seusai pengumuman hasil lomba.

Jepara - MA Matholi'ul Huda Troso berhasil memperpanjang deretan prestasi pada ajang Survival XXV dan Perkemahan Wirakarya Cabang (PWC) IV yang digelar di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara pada Kamis hingga Senin, (23-27/06/2011) lalu. Pada kompetisi tingkat kwartir cabang atau tingkat kabupaten tersebut, MA Matholi'ul Huda Troso dengan gagahnya berhasil mempertahankan tropi bergilir Perekemahan Wirakarya Canbang yang berhasil direbut pada tahun 2009 lalu, dan sekaligus memegang rekor sebagai kontingen pemegang tropi bergilir PWC terlama sejak event PWC digelar di Jepara.


(Kiri atas - searah jarum jam) Lomba baris berbaris, pioneering putra, pioneering putri, serta lomba senam lalu lintas.Usaha keras dari tim peserta lomba serta para pelatih selama berminggu-minggu terbayar lunas setelah berhasil menorehkan beberapa peringkat atas pada berbagai kegiatan yang diperlombakan, antara lain: Juara 3 majalah dinding, juara 2 melukis tong sampah, serta juara terfavorit karnaval. Atas hasil tersebut, kontingen MA Matholi’ul Huda Troso berhasil memperoleh juara tergiat I dalam PWC dan berhak memboyong kembali tropi bergilir setinggi 1,5 meter tersebut. Ada sedikit berbeda dari sistem  penentuan juara umum pada PWC tahun lalu. Jika tahun lalu menerapkan metode medali pada setiap perolehan tropi, namun pada tahun ini, penetapan juara umum ditentukan dari rekap nilai keseluruhan mata lomba yang diperebutkan. Meskipun pada beberapa mata lomba MAMH Troso tidak berhasil mendapatkan peringkat atas, semisal pada lomba 5K, Gerak dan Lagu, serta mengukir, namun sistem penetepan juara umum yang tidak mengacu pada jumlah medali yang diperoleh, sehingga tim MAMHH Troso masih memperoleh nilai tertinggi dari rekapitulasi keseluruhan lomba yang diperebutkan pada PWC kali ini.

(kiri - kanan) konvoi karnaval dan lomba mengukir.Kegiatan yang yang paling melelahkan datang dari lomba survival yang digelar sebelum dilaksanakannya lomba-lomba dalam rangkaian kegiatan PWC. Bagaimana tidak, para kontestan harus berjalan dari tempat upacara pembukaan di lapangan desa Senenan – Tahunan – Jepara menuju homestay yang terletak di desa Plajan. Jarak yang mereka tempuh kurang lebih mencapai 17 km dan mereka tempuh dalam tempo 2 hari 1 malam. Selama perjalanan, ada beberapa pos yang harus mereka lewati untuk mengikuti lomba-lomba yang berkisar pada materi kepramukaan, semisal: Pemetaan, Menaksir, Pertolongan Pertama, Halang Rintang, Semboyan, serta Teknik Survival dan Mountaineering. Selain lomba yang digelar selama perjalanan, ada juga beberapa lomba yang dilaksanakan seusai perjalanan, yaitu: LBB, Senam lalu lintas, dan Mas/Mbak. Perjalanan dimulai sejak pukul 11.00 WIB pada hari Kamis, (23/06/2011) dan Berakhir pada pukul 11.00 WIB, Jumat (24/06/2011). Rute yang mereka lewati pun tidak seperti rute-rute perjalanan pada umumnya. Panitia sengaja mengambil jalur yang agak jauh dari jalan raya.

Sementara itu, beberapa peserta yang tidak bertugas dalam racing bertugas mendirikan tenda di lokasi perkemahan. Mereka dibantu oleh beberapa tim sukses dalam mendirikan, menata, serta merapikan tenda yang akan mereka tinggali selama 5 hari ke depan.

Kegigihan tim survival dalam mengikuti lomba membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Hampir seluruh mata lomba dapat disapu bersih oleh anak-anak MAMH Troso yang meliputi: juara 2 teknik survival dan mountaineering putri, juara 1 teknik survival dan mountaineering putra, juara 1 morse putra, juara 2 morse putri, juara 1 menaksir lebar putra, juara 1 pertolongan pertama putra, juara 2 shemapore putra, , juara 2 menembak putri, juara 2 senam lalu lintas, juara 1 pioneering putra, juara 1 LBB, serta juara 3 menaksir tinggi putra. Hasil tersebut mengantarkan MAMH Troso mendapatkan peringkat Juara tergiat 1 putra dan dapat merebut tropi bergilir Survival Putra sebanyak tiga kali, meskipun pada Survival dua tahun lalu bersarang di pangkalan lain.

SDua peserta dari MAMH Troso mengikuti lomba melukis tong sampah (atas) dan hasil majalah dinding (bawah).ementara itu, hasil yang kurang menggembirakan didapatkan oleh tim survival putri. Tim survival putri harus rela kehilangan tropi bergilir yang sebelumnya telah berhasil dipertahankan oleh kakak kelas mereka sebanyak tiga kali berturut-turut. Hal itu dikarenakan tim survival putri MAMH Troso tidak dapat mengungguli perolehan poin  dari tim survival putri dari pangkalan lain, sehingga tropi bergilir yang ditargetkan dapat dipertahankan di pangkalan MAMH Troso harus melayang ke pangkalan lain dan harus puas pada posisi juara tergiat 2 putri.

Tidak hanya lomba semata

Selama lima hari pelaksanaan Survival dan PWC, peserta kegiatan tidak hanya mengikuti perlombaan semata, melainkan ada kegiatan-kegiatan non lomba yang harus mereka ikuti. Kegiatan tersebut antara lain: Pam swakarsa, temu tokoh, apresiasi film, bakti sosial, apresiasi satuan karya/saka, dinamika kelompok, diskusi, kreatifitas pendidikan, serta malam keakraban. Semua kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan agar seluruh peserta tidak terpaku pada lomba-lomba saja, tetapi mereka juga masih dapat berbaur dan menjalin persahabatan dengan peserta dari pangkalan lain.

Sedikitnya ada sekitar 40 kontingen dari seluruh kwartir cabang Jepara yang menurunkan timnya untuk berpartisipasi dalam event Survival dan Perkemahan Wirakarya Cabang tahun ini. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang terbanyak sejak survival digelar pertama kalinya puluhan tahun silam. Hal itu seperti diungkapkan oleh ketua panitia kegiatan saat upacara pembukaan di lapangan desa Senenan berlangsung. (aafadloli)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 02 Juli 2011 11:47

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.