Masuk

Studi Banding Dinas Koperasi dan UMKM Jambi di MAMH Troso

Sambutan dari Dinas Koperasi danUMKM Propinsi Jambi (kiri) didampingi ketua yayasanSuasana siang hari, Selasa (05/07/2011), di kantor MA Matholi'ul Huda Troso nampak penuh kesibukan. Beberapa orang ada yang sibuk menata berbagai macam hidangan di atas meja dan sebagian lagi sibuk di ruang Tempat Praktik Keterampilan Usaha (TPKU) Matholi'ul Huda yang letaknya berdekatan dengan lokasi kantor. Maklum saja mereka tengah menunggu kehadiran tamu spesial yang datang dari Propinsi Jambi. Ketika waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, rombongan yang ditunggu-tunggu hadir juga. Tiga mobil yang mengangkut sekitar belasan orang dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta perwakilan dari beberapa pengurus Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dan TPKU se-propinsi yang berjuluk Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tersebut.


Lantas apa maksud gerangan bertandang jauh-jauh dari Jambi menuju desa tenun ikat ini? Ya, maksud kedatangan dari rombongan itu adalah untuk melakukan studi banding dan saling tukar pengalaman di TPKU Matholi'ul Huda Troso. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAMH Troso, karena baru pertama kali ini TPKU yang diresmikan oleh bupati Jepara Desember 2009 silam itu mendapatkan kunjungan dari instansi dari luar daerah.

Beberapa peserta saat mengajukan pertanyaanAwalnya, rombongan dijadwalkan hadir pada pukul 07.00, namun karena ada kendala dari jadwal penerbangan, sehingga pertemuan terpaksa diundur hingga siang harinya. Hal itu diungkapkan oleh wakil dari Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jambi saat memberikan sambutan ketika acara ramah tamah dimulai. Meskipun demikian, dia berharap agar acara studi banding dapat berjalan dengan lancer dan para pengurus dari berbagai TPKU dan Kopontren yang berada di wilayahnya dapat mengambil pelajaran guna meningkatkan kualitas di tempat mereka masing-masing. Dijelaskan pula, terdapat lebih dari 10 TPKU dan Kopontren yang ada di Jambi yang ikut dalam rombongan tersebut. Mereka ingin melihat secara langsung bagaimana TPKU Matholi’ul Huda dapat berkembang sedemikian pesat sehingga mereka merelakan menempuh jarak ribuan kilometer jauhnya mendatangi TPKU yang bergerak di bidang konveksi tersebut.

Ketua YPI Matholi’ul Huda Troso yang juga berkesempatan menyampaikan sambutan menyatakan amat bergembira atas kehadiran dari beberapa tokoh pengurus TPKU dan Kopontren di yayasan yang dipimpinnya. Keberadaan TPKU di Matholi’ul Huda, ungkapnya, merupakan suatu bentuk anugerah yang patut disyukuri, sebab meskipun MA Matholi’ul Huda yang pada waktu itu belum genap berusia 7 tahun sudah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Koperasi dan UMKM Pusat dengan memberikan kucuran dana untuk pembangunan dan pengembangan TPKU ini.

Suasana praktik di dalam TPKU. Nampak beberapa peserta mengamati siswa yang sedang melakukan proses pembuatan pakaian

Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut nampaknya benar-benar menjadi ajang berbagi pengalaman menarik. Sejak awal acara dimulai, beberapa peserta dengan penuh antusias mengajukan berbagai pertanyaan, baik yang berkaitan dengan TPKU maupun di luar TPKU. Seperti yang diungkapkan oleh penanya pertama dari perwakilan Kopontren Pondok Karya Pembangunan (PKP) Nurul Hidayah dari Pemprov Jambi. Beliau bermaksud menanyakan bagaimana kiat-kiat menjalankan program tata busana di TPKU agar berjalan dengan efektif. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Kepala MAMH Troso. Beliau mengatakan bahwa program tata busana dapat berjalan dengan efektif karena di lingkungan YPI Matholi’ul Huda Troso, khususnya di tingkat madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah memang telah ada program pengembangan siswa berupa mata pelajaran tata busana telah dimasukkan ke dalam materi pelajaran intrakurikuler. Setiap kelas mendapatkan kesempatakan satu kali tatap muka seminggu sebanyak dua jam pelajaran. Metode yang diterapkan, paparnya, adalah menggunakan metode penyampaian teori dan praktik. Pada tingkatan madrasah tsanawiyah, para siswa lebih banyak mendapatkan teori tentang ke-tatabusana-an dan sebagian besar tatap muka dengan guru dihabiskan di dalam ruang kelas.  Hal itu berbeda dengan tingkat madrasah aliyah yang hampir seluruh waktu tatap muka digunakan untuk praktik pembuatan pakaian di ruang TPKU.

Suana di showroomMelihat proses

Seusai sesi Tanya jawab, seluruh rombongan berkesempatan mengunjungi beberapa siswa MAMH Troso yang sedang mengerjakan proses pembuatan beberapa pakaian. Dengan dipandu oleh salah satu guru tata busana, Noor Sa’diyah, para tamu menyaksikan tahap demi tahap dalam menyelesaikan berbagai model pakaian, di antaranya: proses menggambar model pakaian, pemotongan, hingga pemotongan. Tidak hanya itu saja, peserta juga dapat menyaksikan siswa yang sedang menyulam.

Rombongan kemudian diajak melihat berbagai hasil buah karya dari siswa madrasah tsanawiyah maupun siswa madrasah aliyah di lantai dasar. Di ruangan  tersebut, terpajang berbagai jenis pakaian, baik yang terpajang di torso, di dalam etalase, maupun tergantung di tempat pakaian. Di antara dari peserta juga menyempatkan berfoto dengan pakaian-pakaian hasil karya siswa.

Sesaat sebelum rombongan menyudahi kunjungan, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Jambi menyerahkan cindera mata secara simbolis kepada Ketua YPI Matholi’ul Huda. Sepelas itu, rombongan langsung berpamitan dan melanjutkan perjalanan menuju TPKU yang ada di desa Rajekwesi Kecamatan Nalumsari untuk melakukan hal yang sama. (mamhtroso)

Terakhir diperbarui pada Rabu, 06 Juli 2011 15:54

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.