Masuk

Semaraknya Tasyakuran Sewindu

Lembut - dengan suara lembut, KH. Sya'roni Ahmadi (kiri) menyampaikan tausiyah di depan ribuan hadirin.Troso – Tasyakuran dalam rangka peringatan harlah sewindu Madrasah Aliyah dan 15 tahun Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Sabtu, 23 Juli 2011 berlangsung semarak. Berbagai jenis kegiatan kerohanian digelar hingga sehari penuh. Diawali dengan khotmul quran bersama lusinan para huffadz se-Kecamatan Pecangaan dan Kalinyamatan yang tergabung dalam sebuah perkumpulan para penghafal quran. Tidak hanya para penghafal quran saja, para siswa juga turut ambil bagian dalam acara tersebut. Sebanyak dua puluh empat kali khatam­­-an dilantunkan oleh para siswa Madrasah Aliyah dan tiga kali khatam-an untuk siswa Madrasah Tsanawiyah, sedangkan para huffadz merampungkan sebanyak enam kali khatam-an.


Seusai khotmul quran, acara dilanjutkan dengan pengajian dengan pentausiyah tunggal KH. Sya’roni Ahmadi. Pengajian tersebut dihadiri oleh ribuan siswa MTs, siswa MA, dewan guru di YPI Matholi’ul Huda Troso, pengurus yayasan, serta tamu undangan.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh KH. Sya’roni, beliau mengajak kepada seluruh elemen yang ada di dalam lembaga pendidikan MTs. maupun MA pada khususnya dan seluruh lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Matholi’ul Huda Troso agar dapat mengambil pelajaran dari momentum peringatan sewindu Madrasah Aliyah dan 15 tahun Madrasah Tsanawiyah. Hari lahir yang tengah diperingati ini, menurutnya, adalah sebagai sarana untuk memperbaharui semangat dalam menegakkan prinsip-prinsip pendidikan Islam di YPI Matholi’ul Huda Troso. Sebab, mempelajari agama Islam juga merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh umat Islam dalam rangka memajukan agamanya.

Beliau lebih mempertegas pidatonya dengan menukil salah satu ayat quran surat at-taubah: 122 yang intinya adalah bahwa Tuhan tidak menyuruh seluruh umat islam untuk pergi ke medan perang, melainkan hendaklah ada sebagian umat islam yang secara khusus memperdalam ajaran-ajaran islam, dan apabila telah menguasainya, mereka dituntut untuk mengajarkan kepada umat islam lainnya.

Sehingga, apabila ada seseorang yang mati dalam proses mencari ilmu, khususnya ilmu agama, mereka dapat dikatakan mati syahid seperti halnya orang yang gugur dalam medan perang membela agama Islam.

Lebih lanjut, KH. Sya’roni menyampaikan bahwa dalam dunia pendidikan, ada tiga unsur yang harus saling melengkapi dan saling bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam, Ketiga unsur tersebut adalah wali murid, pengurus, serta guru. Masing-masing unsur harus saling bersinergi agar perkembangan anak didik dapat sesuai seperti yang dicita-citakan.

Di akhir tausiyah yang berdurasi hampir satu jam itu, KH. Sya’roni mengajak kepada seluruh wali murid agar turut proaktif memantau perkembangan anak-anaknya di madrasah, dan juga antusias yang tinggi terhadap aktifitas-aktifitas yang ada di madrasah.

Tidak hanya acara tausiyah semata, para hadirin juga dihibur oleh alunan musik rebana yang disajikan oleh siswa MTs. dan MA yang menambah semaraknya acara peringatan harlah tersebut.

Jalan Sehat

Kegiatan peringatan sewindu MA dan 15 tahun MTs. sengaja digelar dengan penuh kemeriahan. Selain acara-acara kerohanian yang telah terselenggara sebelumnya, rangkaian peringatan akan dilanjutkan dengan Jalan Sehat yang akan digelar pada hari Sabtu (30/07/2011). Acara ini tidak dipungut biaya dan diperuntukkan juga bagi masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan lembar tiket telah terdistribusi, bahkan tiket telah ludes dari tangan panitia pada H-1. Hal itu menjadi penanda tinggi animo masyarakat pada kegiatan jalan sehat yang menyediakan ratusan doorprize itu. (mamhtroso.com)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 30 Juli 2011 13:11

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.